Ilmu Padi

October 9, 2005

Words of wisdom from Dalai Lama

Filed under: Milis, Religi

INSTRUCTIONS FOR LIFE

1. Take into account that great love and great achievements involve great risk.

2. When you lose, don’t lose the lesson.

3. Follow the three R’s:

a) Respect for self,

b) Respect for others, and

c) Responsibility for all your actions.

4. Remember that not getting what you want is sometimes a wonderful stroke of luck.

5. Learn the rules so you know how to break them properly.

6. Don’t let a little dispute injure a great friendship.

7. When you realize you’ve made a mistake, take immediate steps to correct it.

8. Spend some time alone every day.

9. Open your arms to change, but don’t let go of your values.

10. Remember that silence is sometimes the best answer.

11. Live a good, honourable life. Then when you get older and think back, you’ll be able to enjoy it a second time.

12. A loving atmosphere in your home is the foundation for your life.

13. In disagreements with loved ones, deal only with the current situation. Don’t bring up the past.

14. Share your knowledge. It’s a way to achieve immortality.

15. Be gentle with the earth.

16. Once a year, go someplace you’ve never been before.

17. Remember that the best relationship is one in which your love for each other exceeds your need for each other.

18. Judge your success by what you had to give up in order to get it.

19. Approach love and cooking with reckless abandon.

Pasangan Dari Tuhan

Filed under: Milis, Religi

Bertahun-tahun yang lalu, saya berdoa kepada Tuhan untuk memberikan saya pasangan, “Engkau tidak memiliki pasangan karena engkau tidak memintanya”, Tuhan menjawab.

Tidak hanya saya meminta kepada Tuhan, saya menjelaskan kriteria pasangan yang saya inginkan. Saya menginginkan pasangan yang baik hati,lembut, mudah mengampuni, hangat, jujur, penuh dengan damai dan sukacita, murah hati, penuh pengertian, pintar, humoris, penuh perhatian. Saya bahkan memberikan kriteria pasangan tersebut secara fisik yang selama ini saya impikan.

Sejalan dengan berlalunya waktu, saya menambahkan daftar kriteria yang saya inginkan dalam pasangan saya. Suatu malam, dalam doa, Tuhan berkata dalam hati saya,” HambaKu, Aku tidak dapat memberikan apa yang engkau inginkan.”

Saya bertanya, “Mengapa Tuhan?” dan Ia menjawab, “Karena Aku adalah Tuhan dan Aku adalah Adil. Aku adalah Kebenaran dan segala yang Aku lakukan adalah benar.”

Aku bertanya lagi, “Tuhan, aku tidak mengerti mengapa aku tidak dapat memperoleh apa yang aku pinta dariMu?”

Jawab Tuhan, “Aku akan menjelaskannya kepadaMu. Adalah suatu ketidakadilan dan ketidak benaran bagiKu untuk memenuhi keinginanmu karena Aku tidak dapat memberikan sesuatu yang bukan seperti engkau. Tidaklah adil bagiKu untuk memberikan seseorang yang penuh dengan cinta dan kasih kepadamu jika terkadang engkau masih kasar, atau memberikan seseorang yang pemurah tetapi engkau masih kejam, atau seseorang yang mudah mengampuni; tetapi engkau sendiri masih suka menyimpan dendam, seseorang yang sensitif, namun engkau sendiri tidak…”

Kemudian Ia berkata kepada saya, “Adalah lebih baik jika Aku memberikan kepadamu seseorang yang Aku tahu dapat menumbuhkan segala kualitas yang engkau cari selama ini daripada membuat engkau membuang waktu mencari seseorang yang sudah mempunyai semuanya itu. Pasanganmu akan berasal dari tulangmu dan dagingmu, dan engkau akan melihat dirimu sendiri di dalam dirinya dan kalian berdua akan menjadi satu.

Pernikahan adalah seperti sekolah, suatu pendidikan jangka panjang. Pernikahan adalah tempat dimana engkau dan pasanganmu akan saling menyesuaikan diri dan tidak hanya bertujuan untuk menyenangkan hati satu sama lain, tetapi untuk menjadikan kalian manusia yang lebih baik, dan membuat suatu kerjasama yang solid. Aku tidak memberikan pasangan yang sempurna karena engkau tidak sempurna. Aku memberikanmu seseorang yang dapat bertumbuh bersamamu.”

Ini untuk: yang baru saja menikah, yang sudah menikah, yang akan menikah, dan yang sedang mencari.

From : FeUbaya

Aturan Sederhana untuk Bahagia

Filed under: Milis

Tidak seorangpun dapat kembali ke awal dan membuat permulaan yang baru tetapi setiap orang dapat memulai dari sekarang dan membuat akhir yang baru…

TUHAN tidak menjanjikan hari hari tanpa sakit tawa tanpa kesedihan, matahari tanpa hujan tetapi IA menjanjikan kekuatan untuk hari itu penghiburan atas air mata dan cahaya dalam perjalanan…

Kekecewaan adalah seperti lubang di jalan yang sedikit memperlambatmu tetapi kemudian engkau menikmati jalan yang mulus Jangan tinggal di lubang terlalu lama Maju terus !!!!

Jika engkau kecewa karena tidak mendapatkan apa yang kau inginkan duduklah tegak dan berbahagialah karena TUHAN sudah memikirkan sesuatu yang lebih baik untuk diberikan padamu

Jika sesuatu terjadi padamu, baik ataupun buruk, pertimbangkan apa artinya Ada tujuan pada setiap kejadian dalam hidup untuk mengajarkanmu bagaimana lebih banyak tertawa atau tidak menangis tersedu sedu

engkau tidak bisa membuat seseorang mencintaimu yang dapat kau lakukan adalah menjadi seseorang yang dapat dicintai selebihnya terserah pada orang itu untuk menyadari apa arti nilaimu…

Adalah lebih baik kehilangan kebanggaan dirimu pada orang yang kau kasihi daripada kehilangan orang yang kau kasihi karena keangkuhan…

Kita menghabiskan terlalu banyak waktu mencari orang yang tepat untuk dikasihi atau menemukan kesalahan orang yang kita kasihi padahal seharusnya kira menyempurnakan kasih yang kita berikan…

Jangan mengabaikan teman lama engkau tidak akan menemukan orang yang dapat menggantikannya ‘Persahabatan’ itu seperti anggur, ‘Semakin tua memakin baik’

Penterjemah: Rainy

A Love Story

Filed under: Milis

Once upon a time, there was an island where all the feelings lived: Happiness, Sadness, Knowledge, and all of the others including Love. One day it was announced to the feelings that the island would sink, so all repaired their boats and left.

Love wanted to persevere until the last possible moment. When the island was almost sinking, Love decided to ask for help. Richness was passing by Love in a grand boat. Love said, “Richness, can you take me with you?” Richness answered, “No, I can’t. There is a lot of gold and silver in my boat. There is no place here for you.”

Love decided to ask Vanity who was also passing by in a beautiful vessel, “Vanity, please help me!” “I can’t help you Love. You are all wet and might damage my boat.” Vanity answered.

Sadness was close by so Love asked for help, “Sadness, let me go with you.” “Oh….Love, I am so sad that I need to be by myself!”

Happiness passed by Love too, but she was so happy that she did not even hear when Love called her!

Suddenly, there was a voice, “Come Love, I will take you.” It was an elder. Love felt so blessed and overjoyed that he even forgot to ask the elder his name. When they arrived at dry land, the elder went his own way.

Love realizing how much he owed the elder and asked Knowledge, another elder, “Who helped me?” “It was Time,” Knowledge answered. “Time?” asked Love. “But why did Time help me?” Knowledge smiled with deep wisdom and answered, “Because, only Time is capable of understanding how great Love is.”

Would You Go Back?

Filed under: Milis

You have this friend since elementary and after college the both of you lost contact with each other. But she is someone really special to you, and you are someone very special to her too. Five years later you receive a phone call from her.

Hi, I’ll visit you” she says.

“Hi, Leah, when?” you ask her.

“Just wait for me” she replies.

It seems weird but you prepare for her coming anyway. One rainy night you hear a knock on the door. And you’re surprised to see that it’s your friend Leah. Losing touch for five years is so long and you start talking about everything.

The both of you even go to your room upstairs. Suddenly there is a power outage, but the two of you continue talking by candle-light. Then the phone rings.

“I’ll just get the phone downstairs,” you say.

“No, don’t get it, we’re in the middle of our talk,” she says.

“It might be important,” you say.

“Okay if you say so, but Promise me you’ll be back,” she says.

You promise her a million times that you’ll be back. Then you run downstairs to answer the phone.

“Hello,” you say.

“Hello,” says the person on the line.

“Yeah?” you say, wondering who it is.

“I’m calling on behalf of Leah’s family. They had an accident and her parents are in the hospital right now,” he says.

“How are they?” you ask.

He continues, “They are injured but stable. But I’m sorry to say that Leah died. We found your name and phone number in Leah’s purse…”

His voice trails off as you look up at the long stairs.

WOULD YOU GO BACK AS YOU HAVE PROMISED?

Does God Exist?

Filed under: Milis, Religi

A man went to the barbershop to have his hair and his beard cut. They
started to have a conversation and talked about many things.Soon, they
touched upon the subject of existence of God.

The barber said: “Look, I don’t believe that God exists.”

“Why do you say so?” - Asked the man.

“Well, one just has to go out in the world and will soon realize that God
does not exist. If God did exist, would there be so many sick people? Would
there be abandoned children? If He did exist, there would be no suffering in
this world. I just can’t think of a God who permits all of these things.”

The man stopped for a moment but did not respond.

The barber finished his job and the man left the salon. As he walked back
home, he saw an elderly person in the street with long hair and untrimmed
beard.

The man went back to the barber shop and said to the barber: “BARBERS DO
NOT EXIST!”

“I am a barber and exist right in front of you.” Replied the barber.

“No!” - exclaimed the client. “Barbers simply don’t exist. If they did
exist, there would be no people with long hair and un-trimmed beard in the
streets.”

The barber replied: “Ah, we barbers do exist. It’s the people who do not
come to us.”

“Exactly!” - affirmed the man. “That’s just the point. God does exist. It’s
the people who don’t go to Him and do not look for Him and as a result we
have all this misery in the world.”

7 Hal

Filed under: Milis

7 HAL YANG TIDAK BISA KITA UBAH DALAM HIDUP

Dalam kehidupan ini kita selalu ingin menjadi yang terbaik sehingga kita
lupa batasan apa saja yang dapat kita tembus atau dengan kata lain sesuatu
yang bagaimana sih yang dapat kita rubah
dan apa saja yang tidak dapat kita rubah….

1. Jenis kelamin Memang ada operasi untuk mengubah kelamin. Tapi tidak
bisa
mengubah roh (spirit) orang yang bersangkutan. Terimalah dirimu,
apakan
engkau wanita ataupun pria. Act like woman / man!!

2. Orang tua Tidak ada yang bisa memilih dilahirkan oleh orang tua
yang
mana. So, you must respect your parents!! Apakah orang tuamu seorang
pemabuk,
penjudi, pelacur sekalipun, you must respect them!! Kalau tidak, itu
akan
terjadi dalam kehidupanmu nanti. Your kids won’t respect you, is it
terrible?

3. Hari kelahiran Sudah ditetapkan oleh Tuhan, sebelum dunia
dijadikan.
Amazing ha? But it’s true. Jangan menyesali, mengapa engkau harus
lahir
kedunia
tapi disia-siakan oleh orang yang kau kasihi. Tuhan punya tujuan
untukmu.

4. Bentuk Fisik Kalau engkau keriting, yah keriting aja. Kalau
hidungmu
pesek, terima itu. Saya banyak melihat orang yang mengubah bentuk
wajahnya,
apakah itu memancungkan hidung, alis matanya dicukur habis, dll, jadi
kelihatan
aneh dan tidak natural.

5. Masa lalu. Ini juga sudah ditetapkan oleh Tuhan. Jangan melihat ke
belakang, karena itu hanya membuat engkau “frozen” - can not do
anything!
Look to
the future and see how good it is.

6. Kedudukan dalam keluarga Apakah engkau anak bungsu, sulung, atau
tengah,
you can not change it. Nikmati sajalah.

7. Suku bangsa / ras Menyesal jadi orang Indonesia yang terus menerus
dilanda kesulitan? Atau
menyesal jadi orang Batak yang kalau menikah perlu upacara adat yang
walahhhh mahal dan lama? Atau jadi orang Cina yang suka ditindas dan
diintimidasi?
hmmm…..

Nah, sekarang ubah cara berpikirmu. Tuhan sudah menetapkan engkau
dibangsa
ini untuk satu tujuan. So, do the best in your job, loyal, jangan
korupsi, itu
sudah menolong untuk memperbaiki bangsa kita ini. Itulah 7 hal yang
tidak
bisa kita ubah. Kalaupun ada yang kita bisa ubah, misalnya: bentuk
fisik, itu
akan membawa kita! ke dalam situasi yang tidak pernah puas. Selalu
ingin
ubah penampilan terus. Capek kan? Terimalah dirimu apa adanya, seperti
Tuhan
menerimamu.
Memang dunia melihat rupa, tapi Tuhan melihat hati. Apa yang kau
lakukan
setiap hari itu lebih penting dari penampilanmu. Bukan berarti kau
bisa
berpenampilan seenaknya, tidak!! Tapi engkau harus menerima apa yang
sudah
Tuhan
berikan padamu. Kulitmu yang hitam (manis), hidungmu yang kurang
mancung,
rambut
yang lurus, kurang tinggi, dll, dsb deh.

Berpikir Positif

Filed under: Milis

SEBUAH KISAH YANG INDAH
Jerry adalah seorang manager restoran di Amerika. Dia selalu dalam semangat yang baik dan selalu punya hal positif untuk dikatakan.Jika seseorang bertanya kepadanya tentang apa yang sedang dia kerjakan, dia akan selalu menjawab, “Jika aku dapat yang lebih baik, aku lebih suka menjadi orang kembar!”

Banyak pelayan di restorannya keluar jika Jerry pindah kerja, sehingga mereka dapat tetap mengikutinya dari satu restoran ke restoran yang lain. Alasan mengapa para pelayan restoran tersebut keluar mengikuti Jerry adalah karena sikapnya.

Jerry adalah seorang motivator alami.jika karyawannya sedang mengalami hari yang buruk, dia selalu ada di sana, memberitahu karyawan tersebut bagaimana melihat sisi positif dari situasi yang tengah dialamai.

Melihat gaya tersebut benar-benar membuat aku penasaran, jadi suatu hari aku temui Jerry dan bertanya padanya,
“Aku tidak mengerti! Tidak mungkin seseorang menjadi orang yang berpikiran positif sepanjang waktu. Bagaimana kamu dapat melakukannya?” Jerry menjawab, “Tiap pagi aku bangun dan berkata pada diriku, aku punya dua pilihan hari ini. Aku dapat memilih untuk ada di dalam suasana yang baik atau memilih dalam suasana yang jelek. Aku selalu memilih dalam suasana yang baik.

Tiap kali sesuatu terjadi, aku dapat memilih untuk menjadi korban atau aku belajar dari kejadian itu. Aku selalu memilih belajar dari hal itu. Setiap ada sesorang menyampaikan keluhan, aku dapat memilih untuk menerima keluhan mereka atau aku dapat mengambil sisi positifnya. Aku selalu memilih sisi positifnya.” “Tetapi tidak selalu semudah itu,” protesku. “Ya, memang begitu,” kata Jerry, ”
Hidup adalah sebuah pilihan. Saat kamu membuang seluruh masalah, setiap keadaan adalah sebuah pilihan.

Kamu memilih bagaimana bereaksi terhadap semua keadaan. Kamu memilih bagaimana orang-orang di sekelilingmu terpengaruh oleh keadaanmu. Kamu memilih untuk ada dalam keadaan yang baik atau buruk. Itu adalah pilihanmu, bagaimana kamu hidup.”

Beberapa tahun kemudian, aku dengar Jerry mengalami musibah yang tak pernah terpikirkan terjadi dalam bisnis restoran : membiarkan pintu belakang tidak terkunci pada suatu pagi dan dirampok oleh tiga orang bersenjata. Saat mencoba membuka brankas, tangannya gemetaran karena gugup dan salah memutar nomor kombinasi. Para perampok panik dan menembaknya. Untungnya, Jerry cepat ditemukan dan segera dibawa ke rumah sakit.

Setelah menjalani operasi selama 18 jam dan seminggu perawatan intensif, Jerry dapat meninggalkan rumah sakit dengan beberapa bagian peluru masih berada di dalam tubuhnya. Aku melihat Jerry enam bulan setelah musibah tersebut. Saat aku tanya Jerry bagaimana keadaannya, dia menjawab, “Jika aku dapat yang lebih baik, aku lebih suka menjadi orang kembar. Mau melihat bekas luka-lukaku?” Aku menunduk untuk melihat luka-lukanya, tetapi aku masih juga bertanya apa yang dia pikirkan saat terjadinya
perampokan.

“Hal pertama yang terlintas dalam pikiranku adalah bahwa aku harus mengunci pintu belakang,” jawab Jerry. “Kemudian setelah mereka menembak dan aku tergeletak di lantai, aku ingat bahwa aku punya dua pilihan:aku dapat memilih untuk hidup atau mati. Aku memilih untuk hidup.” “Apakah kamu tidak takut?” tanyaku. Jerry melanjutkan, “Para ahli medisnya hebat. Mereka terus berkata bahwa aku akan sembuh. Tapi saat mereka mendorongku ke ruang gawat darurat dan melihat ekspresi wajah para dokter dan
suster aku jadi takut. Mata mereka berkata ‘Orang ini akan mati’. Aku tahu aku harus mengambil tindakan.”

“Apa yang kamu lakukan?” tanya saya. “Disana ada suster gemuk yang bertanya padaku,” kata Jerry. “Dia bertanya apakah aku punya alergi. ‘Ya’ jawabku. Para dokter dan suster berhenti bekerja dan mereka menunggu jawabanku. Aku menarik nafas dalam-dalam dan berteriak, ‘Peluru!’ Ditengah tertawa mereka aku katakan, Aku memilih untuk hidup. Tolong aku dioperasi sebagai
orang hidup, bukan orang mati’.”

Jerry dapat hidup karena keahlian para dokter, tetapi juga karena sikapnya hidupnya yang mengagumkan. Aku belajar dari dia bahwa tiap hari kamu dapat memilih apakah kamu akan menikmati hidupmu atau membencinya. Satu hal yang benar-benar milikmu yang tidak bisa dikontrol oleh orang lain adalah sikap hidupmu, sehingga jika kamu bisa mengendalikannya dan segala hal dalam hidup akan jadi lebih mudah.

Kisah Seekor Burung Pipit

Filed under: Milis

Ketika musim kemarau baru saja mulai, seekor Burung Pipit
mulai merasakan tubuhnya kepanasan, lalu mengumpat pada
lingkungan yang dituduhnya tidak bersahabat.

Dia lalu memutuskan untuk meninggalkan tempat yang sejak
dahulu menjadi habitatnya, terbang jauh ke utara yang
konon kabarnya, udaranya selalu dingin dan sejuk.

Benar, pelan pelan dia merasakan kesejukan udara, makin
ke utara makin sejuk, dia semakin bersemangat memacu
terbangnya lebih ke utara lagi.

Terbawa oleh nafsu, dia tak merasakan sayapnya yang mulai
tertempel salju, makin lama makin tebal, dan akhirnya dia
jatuh ke tanah karena tubuhnya terbungkus salju.

Sampai ke tanah, salju yang menempel di sayapnya justru
bertambah tebal. Si Burung pipit tak mampu berbuat apa-
apa, menyangka bahwa riwayatnya telah tamat.

Dia merintih menyesali nasibnya. Mendengar suara rintihan,
seekor Kerbau yang kebetulan lewat datang menghampirinya.
Namun si Burung kecewa mengapa yang datang hanya seekor
Kerbau, dia menghardik si Kerbau agar menjauh dan
mengatakan bahwa makhluk yang tolol tak mungkin mampu
berbuat sesuatu untuk menolongnya.

Si Kerbau tidak banyak bicara, dia hanya berdiri,kemudian
kencing tepat diatas burung tersebut. Si Burung Pipit
semakin marah dan memaki maki si Kerbau. Lagi-lagi
Si kerbau tidak bicara, dia maju satu langkah lagi, dan
mengeluarkan kotoran ke atas tubuh si burung. Seketika
itu si Burung tidak dapat bicara karena tertimbun kotoran
kerbau. Si Burung mengira lagi bahwa mati tak bisa
bernapas.

Namun perlahan lahan, dia merasakan kehangatan,salju yang
membeku pada bulunya pelan pelan meleleh oleh hangatnya
tahi kerbau, dia dapat bernapas lega dan melihat kembali
langit yang cerah. Si Burung Pipit berteriak kegirangan,
bernyanyi keras sepuas puasnya-nya.

Mendengar ada suara burung bernyanyi, seekor anak kucing
menghampiri sumber suara, mengulurkan tangannya, mengais
tubuh si burung dan kemudian menimang nimang, menjilati,
mengelus dan membersihkan sisa - sisa salju yang masih
menempel pada bulu si burung. Begitu bulunya bersih,
Si Burung bernyanyi dan menari kegirangan, dia mengira
telah mendapatkan teman yang ramah dan baik hati.

Namun apa yang terjadi kemudian, seketika itu juga dunia
terasa gelap gulita bagi si Burung, dan tamatlah riwayat
si Burung Pipit ditelan oleh si Kucing.

Dari kisah ini, banyak pesan moral yang dapat dipakai
sebagai pelajaran:

1. Halaman tetangga yang nampak lebih hijau, belum tentu
cocok buat kita.

2. Baik dan buruknya penampilan, jangan dipakai sebagai
satu satunya ukuran.

3. Apa yang pada mulanya terasa pahit dan tidak enak,
kadang kadang bisa berbalik membawa hikmah yang
menyenangkan, dan demikian pula sebaliknya.

4. Ketika kita baru saja mendapatkan kenikmatan, jangan
lupa dan jangan terburu nafsu, agar tidak kebablasan.

5. Waspadalah terhadap Orang yang memberikan janji yang
berlebihan.

-* A Legend of a little sparrow *-

Sumber: Unknown (Tidak Diketahui)

Separuh Harta

Filed under: Milis

Suatu hari ada seorang kaya raya yang sangat menyayangi harta bendanya
itu. Dalam keadaan sekarat ia memanggil istri dan anaknya untuk
memberikan pesan terakhir.
Suami: “Kalian tentu tahu betapa aku sangat mencintai hartaku yang amat
banyak itu, bukan? Karenanya aku berpesan kepada kalian, jika aku mati
nanti, tolong kuburkan separuh dari hartaku itu bersama-sama dengan
jenasahku”
Lalu orang kaya itupun meninggal.
Sang anak berpikir. Separuh dari harta ayahnya itu sangat banyak dan
kalau dikuburkan tentu tidak akan ada gunanya. Sementara jika tidak
dikuburkan, harta itu bisa digunakan untuk memuaskan segala keinginan sang
anak dan ibunya.
Maka pada saat penguburan ayahnya, sang anak mengeluarkan selembar cek
sambil berkata “Ayah, jumlah sebagian harta ayah sudah saya tulis dalam
cek ini. Silahkan nanti ayah cairkan sendiri di surga, ya!”

Previous<<<<< >>>>>> Next

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Ian Main