Ilmu Padi

December 20, 2005

Pengertian Filsafat (2)

Filed under: Milis

Beberapa definisi

Karena luasnya lingkungan pembahasan ilmu filsafat, maka tidak mustahil kalau banyak di antara para filsafat memberikan definisinya secara berbeda-beda. Coba perhatikan definisi-definisi ilmu filsafat dari filsuf Barat dan Timur di bawah ini:

a. Plato (427SM - 347SM) seorang filsuf Yunani yang termasyhur murid Socrates dan guru Aristoteles, mengatakan: Filsafat adalah pengetahuan tentang segala yang ada (ilmu pengetahuan yang berminat mencapai kebenaran yang asli).

b. Aristoteles (384 SM - 322SM) mengatakan : Filsafat adalah ilmua pengetahuan yang meliputi kebenaran, yang di dalamnya terkandung ilmu-ilmu metafisika, logika, retorika, etika, ekonomi, politik, dan estetika (filsafat menyelidiki sebab dan asas segala benda).

c. Marcus Tullius Cicero (106 SM - 43SM) politikus dan ahli pidato Romawi, merumuskan: Filsafat adalah pengetahuan tentang sesuatu yang maha agung dan usaha-usaha untuk mencapainya.

d. Al-Farabi (meninggal 950M), filsuf Muslim terbesar sebelum Ibnu Sina, mengatakan : Filsafat adalah ilmu pengetahuan tentang alam maujud dan bertujuan menyelidiki hakikat yang sebenarnya.

e. Immanuel Kant (1724 -1804), yang sering disebut raksasa pikir Barat, mengatakan : Filsafat itu ilmu pokok dan pangkal segala pengetahuan yang mencakup di dalamnya empat persoalan, yaitu:
- apakah yang dapat kita ketahui? (dijawab oleh metafisika)
- apakah yang dapat kita kerjakan? (dijawab oleh etika)
- sampai di manakah pengharapan kita? (dijawab oleh antropologi)

f. Prof. Dr. Fuad Hasan, guru besar psikologi UI, menyimpulkan: Filsafat adalah suatu ikhtiar untuk berpikir radikal, artinya mulai dari radiksnya suatu gejala, dari akarnya suatu hal yang hendak dimasalahkan. Dan dengan jalan penjajakan yang radikal itu filsafat berusaha untuk sampai kepada kesimpulan-kesimpulan yang universal.

g. Drs H. Hasbullah Bakry merumuskan: ilmu filsafat adalah ilmu yang menyelidiki segala sesuatu dengan mendalam mengenai ketuhanan, alam semesta dan manusia, sehingga dapat menghasilkan pengetahuan tentang bagaimana hakikatnya sejauh yang dapat dicapai oleh akal manusia, dan bagaimana sikap manusia itu seharusnya setelah mencapai pengetahuan itu.

Kesimpulan

Setelah mempelajari rumusan-rumusan tersebut di atas dapatlah disimpulkan bahwa:

a. Filsafat adalah ‘ilmu istimewa’ yang mencoba menjawab masalah-masalah yang tidak dapat dijawab oleh ilmu pengetahuan biasa kerana masalah-masalah tersebut di luar jangkauan ilmu pengetahuan biasa.

b. Filsafat adalah hasil daya upaya manusia dengan akal budinya untuk memahami atau mendalami secara radikal dan integral serta sistematis
hakikat sarwa yang ada, yaitu:
- hakikat Tuhan,
- hakikat alam semesta, dan
- hakikat manusia,
serta sikap manusia sebagai konsekuensi dari paham tersebut. Perlu ditambah bahwa definisi-definisi itu sebenarnya tidak bertentangan, hanya penekanannya saja yang berbeda.

Diadaptasi dari :
http://www.geocities.com/CapitolHill/9677/Filsafat.html

28 Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://oryza.blogsome.com/2005/12/20/pengertian-filsafat-2/trackback/

  1. apa sebenarnya kebenaran ilmu filsafat?

    Comment by ahmadi — February 19, 2006 @ 4:37 pm

  2. kalau boleh anda jawab, saya mau bertanya. sebenarnya apa tujuan asal dari filsafat itu sendiri, oleh socrates

    Comment by khaerul umur — September 11, 2006 @ 11:39 am

  3. bolehkah minta apa itu definisi ‘ilmu pendidikan’ beserta tokohnya.kalau ada beserta contohnya masing”.

    Comment by lukman hakim — October 8, 2006 @ 4:07 pm

  4. blh tanya ga?
    apa hubungan filsafat dan psikologi di dlm mengkaji manusia?
    trus watak manusia itu apa? coz sulit kalo di suruh artiin..

    Comment by dyana — November 19, 2006 @ 5:11 pm

  5. sy bertanya bukan karena saya tidak tau tetapi karena tingkat kecerdasan saya berada pada intensitas rendah..
    kalo mau mendalami filsafat mestinya dari mana dulu??

    Comment by iccank — November 27, 2006 @ 9:55 am

  6. apakah ajaran filsafat juga bersifat menjerumuskan kepercayaan agama, karena pada dasaranya, ajaran filsafat itu mencari kebenaran, apakah ada kebenaran di dunia ini?

    Comment by Rizki zulfa nur rochman — June 19, 2007 @ 10:33 am

  7. kalau menurut artikel di atas filsafat itu adalah pemikiran yang radikal, berarti apakah manusia berfikir untuk memahami filsafat itu harus dengan berfikir yang radikal? kalau iya apa alsannya? dan kenapa radikalisme itu harus di tempuh untuk mencapai pemahaman tentang arti dari keutuhan

    Comment by aris yusuf — July 11, 2007 @ 10:41 pm

  8. coba jelaskan perbedaan antara filsafat pendidikan dengan psikologi pendidikan

    Comment by erikson — August 28, 2007 @ 12:08 pm

  9. bagaimanakah ilmu itu dari pandangan umat islam? apakah definisi ilmu menurut islam? apa dia sumber ilmu? apa dia hirarki ilmu? bagaimana pula menyadupadukan ilmu itu?

    Comment by kj — September 2, 2007 @ 9:31 pm

  10. gimana cara ngedapetin kebenaran???

    Comment by zaky — September 9, 2007 @ 4:25 pm

  11. agama untuk doktrin, filsafat untuk akal budi, science untuk empiris
    beda jalan satu tujuan yaitu kebenaran
    bila dipikir-pikir salah satu ada yang tidak menuju kesana ya diganti saja
    (bagus juga nih inspirasi buat post he..he..)

    Comment by temon — September 10, 2007 @ 7:24 am

  12. wah sebelumnya saya minta maaf karena pertanyaanku agak melenceng dari pembahasan.hehe…tapi masih ada kaitannya dengan filsafat sieh.
    hakikat manusia itu apa yah?sekian terima kasih

    Comment by Aliefa — September 10, 2007 @ 6:23 pm

  13. saya mau tanya, filsafat itu menjawab persoalan-persoalan yang tidak dapat diselesaikan oleh ilmu pengetahuan lain, dan filsafat itu adalah berusaha mencari kebenaran, lantas bagaoimana membuktikan bahwa sesuatu itu adalah benar dan apa yang mejadi ukuran itu adalah benar?

    Comment by meri erawati — September 30, 2007 @ 11:21 am

  14. saya adalah yang paling bodoh,
    saya mau tanya,
    kenapa manusia harus belajar filsafat? dan apa kegunaan dari belajar filsafat?

    Comment by deby franika — October 7, 2007 @ 2:38 pm

  15. apa perbedaan dasar filsafat ilmu dan ilmu filsafat

    Comment by Eka Syarif Hidayat — November 10, 2007 @ 7:00 pm

  16. apakah bnar ilmu filsafat adalah ilmu dari segala ilmu?
    bagai mana cara mengetahui arti dari filsafat2 yg dibuat oleh para filsuf?

    Comment by syam finnahary — December 22, 2007 @ 9:59 pm

  17. Apakah “CINTA” merupakan bagian daripada “FILSAFAT”….??? Tolong jelaskan dengan meyebutkan faktor-faktor nya….!!! Terima Kasih…

    Comment by leonardo manik — January 9, 2008 @ 10:42 pm

  18. ass. saya ingin mengetahui beberapa ilmu filsafat, mohon penjelasannya
    pertanyaan nya, tolong jelaskan tentang beberapa aliran tentang filsafat, contoh idealisme,rasionalisme dan yang lainnya terimakasih

    Comment by hana — January 11, 2008 @ 5:02 pm

  19. coba jelaskan perbedaan filsafat pendidikan masa lalu, masa sekarang dan masa akan datang?

    Comment by yuken — January 13, 2008 @ 9:38 pm

  20. sebelumnya maaf ya, saya gak ngerti soal filsafat dan gk terlalu tertarik sama yang namanya ilmu filsafat,tapi entah kenapa tiba-tiba saya ingin belajar tentang filsafat.bisa tidak memberikan saya penjelasan tentang filsafat yang tidak jenuh dan membosankan agar saya semakin tertarik? Terima kasih.

    Comment by fitri nurlaela — March 7, 2008 @ 11:09 am

  21. masih kurang jelas dalam artian gimana filsafat itu di nyatakan benar

    Comment by ULI FUAd — April 7, 2008 @ 5:05 pm

  22. misalnya ada kasus yaitu UAN(Ujian Akhir Nasional) di putuskan oleh hakim yaitu bkn mjd standar kelulusan bagi siswa SMA.
    Hakim menilai pemerintah lalai dalam mejalankan tugasnya di bidang pendidikan.
    Apa pendapat anda ttg kasus di atas kalau dipandang dari segi filsafat?

    Comment by surya — September 3, 2008 @ 10:42 am

  23. Apa hubungannya FILSAFAT dalam kecurangan dalam UAN?

    Comment by Dwi — September 14, 2008 @ 12:52 pm

  24. saya masi bingung….
    bagaimana cara belajar filsafat???
    sementara, ada mengatakan bahwa… semakin tinggi tk kebingungan kita maka semakin mengertilah kita. justru klau kita tidak bingung… beliau menyuruh kita agar bingung.. karena dengan demikian ssemakin tgi pula rasa keingin tahuan kita…

    terimakasih…

    Comment by deeana — December 9, 2008 @ 12:51 pm

  25. sebagai orang yang mulai senang dengan filsafat, saya perlu lebih jelas memaknai filsafat dalam hidup, apakah sama filsafat itu dengan kitab suci sebagi acuan kita dalam hidup

    Comment by irwan nasution — January 25, 2009 @ 12:23 am

  26. Qu bingung…..
    Kta’a org” filsuf tu kya org ling-lung y……bnr g c????
    hal” g ptng d’omngin, dr ujng rmbut mpe ujng ku”…..
    tp….yg Qu tw s’org flsuf tu org” yg mncri k’bnran hki”….Tulll 9 c??!!

    Comment by ayya — April 4, 2009 @ 4:08 pm

  27. filsafat itu asyik kok>>>>>>>>>
    soalnya kita tu mencari kebenaran yang hakiki didunia ini sesuai dengan Al Quran dan Hadist.kalau berfilsafat itu hanya dari pemikiran belaka tanpa ada sumber yang jelas, maka bersiap-siap lah untuk jadiorang yang ling-lung, seperti comment ayya diatas tul G???

    Comment by wira susanti — April 16, 2009 @ 9:18 am

  28. jadilah kamu seperti macan
    jangan jadi kamu seperti kuda

    maknanya apa ya?…
    tolong sih terjemahnya?…

    Comment by yuda — October 10, 2009 @ 7:11 pm

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>


<<<<< >>>>>>

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Ian Main