Ilmu Padi

December 28, 2005

Seno Gumira Tentang Perjuangan Komik Indonesia

Filed under: Milis

Seno Gumira Tentang Perjuangan Komik Indonesia

Jakarta, Kamis 5 Januari 2006

Sastrawan dan budayawan Seno Gumira Ajidarma (47) mengibaratkan
perjuangan komik Indonesia telah sampai pada benteng terakhir.

“Benteng terakhir ini diperjuangkan bukan hanya oleh para ksatria
tapi juga rakyatnya. Kekuatan apa lagi yang lebih kuat daripada
rakyat,” kata peraih gelar doktor bidang ilmu susastra untuk
desertasinya “Tiga Panji Tengkorak: Kebudayaan dalam Perbincangan”
itu dalam diskusi dan peluncuran komik Indonesia terbaru “Gina” di
Jakarta, Rabu malam.

Menurut Seno, ksatria yang ia maksud adalah para komikus yang masih
produktif untuk menciptakan komik-komik Indonesia. Sedangkan rakyat
adalah para penggemar komik yang masih terus setia membeli dan
mengoleksi komik tersebut.

“Cara menyelamatkan komik Indonesia sangat mudah, hanya dengan
membaca dan membeli. Selama masih ada yang membeli, komik Indonesia
akan terus ada,” ujar laki-laki yang kerap memakai busana hitam-
hitam itu.

Sastrawan yang juga membuat novel grafis “Jakarta 2023″ itu
menyatakan dengan tegas bahwa perjuangan komik Indonesia masih
berlangsung dan belum padam.

Apa yang dikatakannya itu memang tampak benar dalam acara peluncuran
komik “Gina” yang merupakan salah satu acara dalam rangkaian
kegiatan peringatan satu tahun website KomikIndonesia.com.

Acara dua hari (Selasa dan Rabu) yang dilangsungkan di lantai dasar
Mal Ambasador, Kuningan, Jakarta Selatan, tersebut mendapat
perhatian yang besar dari para pencinta komik Indonesia dan
pengunjung pusat perbelanjaan.

Baju kaus dan mug yang bergambarkan komik terbaru karya Gerdi WK itu
terjual habis. Komik baru dan komik langka laku keras, dan diskusi
yang dilangsungkan diikuti dengan antusias oleh pengunjung.

Seno malam itu bertindak sebagai moderator dalam diskusi yang
menampilkan pembicara Gerdi WK (pencipta “Gina”) , Sungging (putra
Wid NS, pencipta “Godam”) dan Hasmi (pencipta “Gundala”, sahabat
dekat Wid NS). Melihat antuisme pengunjung, ia berharap acara
semacam itu rutin diselanggarakan.

“Diskusi semacam ini dapat lebih membuka wawasan para komikus dan
penggemar. Komik Indonesia akan lebih maju dan tersosialisasikan,
dan bahkan dapat meraih pasar baru yaitu generasi muda,” ujar Seno
Gumira Ajidarma.

Sumber : Kompas.com/gaya hidup
(http://www.kompas.com/gayahidup/news/0601/06/005233.htm)

<<<<< >>>>>>

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Ian Main