Sejarah Tahun Baru
Sejarah Tahun Baru
“Selamat tahun baru!” Ucapan seperti itu akan diucapkan dan didengar beberapa minggu di awal pergantian tahun. Tapi saat ini perayaan tahun baru di Amerika tidak hanya tanggal 1 Januari.
Perayaan tahun baru adalah hari libur tertua sepanjang sejarah. Tahun baru pertama dirayakan di Babilonia kuno sekitar 4000 tahun yang lalu. Sekitar tahun 2000 SM, Tahun baru Babilonia dimulai pada bulan baru (tepatnya pada bulan sabit pertama terlihat) setah “Vernal Equinox” (hari pertama musim semi).
Awal musim semi adalah saat yang tepat merayakan tahun baru. Disamping semua itu, saat itu merupakan saatnya “kelahiran kembali”, saat tumbuhnya pepohonan dan tanaman. Tanggal 1 Januari, di lain sisi, tidak memiliki arti astronomi maupun pertanian. Jadi bagi mereka tidaklah masuk akal untuk merayakan tahun baru pada hari itu.
Tahun baru babilonia berlangsung selama 11 hari. Tiap hari memiliki jenis perayaan yang berbeda dan unik.
Setelah bangsa Babilonia, kemudian bangsa Romawi kemudian menetapkan tahun baru pada bulan Maret, tapi kemudia perhitungan kalender mereka tercampur aduk dengan kelender dari kerajaan-kerajaan lain sehingga kemudia kalender tersebut tidak sejalan dengan pergerakan matahari..
Dalam rangka memperbaiki kesalahan perhitungan kalender ini, seorang senator Romawi, pada tahun 153 SM, menetapkan 1 Januari sebagai awal tahun baru. Tapi ketidakmenentuan perhitungan kalender ini belum diperbaiki sampai zaman Julius Caesar, pada tahun 46 SM, dia menetapkan apa yang sampai saat ini dikenal sebagai kalender Julian. dia juga menetapkan 1 Januari sebagai awal tahun baru. Tapi untuk menyesuaikan kalender dengan pergerakan matahari, Caesar mesti menambah jumlah hari pada tahun sebelumnya (47 SM) menjadi 445 hari.
Sejak saat itu, tahun baru mulai dirayakan pada tanggal 1 Januari sampai saat ini, budaya ini menyebar ke seluruh penjuru dunia.
Pada saat jam menunjukan pukul 12 malam waktu setempat, seluruh dunia akan bersorak “SELAMAT TAHUN BARU!!”
Sumber : Sejarah Tahun Baru
