15 Waktu Utama dalam Berdoa
Selain adab berdo’a, dijelaskan pula lima belas waktu yang utama untuk berdo’a, antara lain:
1. Pada akhir malam dan setiap selesai shalat fardlu,
2. Antara adzan dan iqamat,
3. Antara dua khutbah Jum’at,
4. Setelah Ashar sampai terbenam matahari pada hari Jum’at,
5. Ketika sujud,
6. Do’a seseorang yang sedang sakit,
7. Seseorang yang shaum ketika berbuka,
8. Imam yang adil,
9. Orang yang didzalimi,
10. Do’a Ibu / Bapak,
11. Do’a musafir (orang yang bepergian),
12. Satu saat dalam setiap malam,
13. Ketika ditimpa musibah,
14. Ketika turun hujan,
15. Menjelang adzan maghrib.25
Untuk itu perlu diperhatikan beberapa hal dalam melaksanakan ibadah do’a ini agar tidak ragu-ragu lagi kita mengamalkannya setiap saat dan menjadi kebutuhan ruhaniah yang essensi dalam kehidupan kita.
Pertama, Meyakini bahwa do’a adalah ibadah seperti juga ibadah mahdlah lainnya, bahkan dalam sebuah Hadits dijelaskan sabda Rasulullah SAW: “Do’a adalah intinya ibadah.” 26 Dan mereka yang tidak mau berdo’a termasuk orang yang menyombongkan diri dan dimurkai Allah SWT. 27
Setiap do’a yang kita sampaikan pasti didengar oleh Allah SWT dengan memperhatikan ketentuan dan syarat-syarat di atas sebagaimana sabda Rasulullah SAW: “Sesungguhnya Allah akan malu ke-pada hamba-Nya yang menengadahkan tangan berdo’a kepada-Nya, kembali dengan tangan ham-pa.” 28
Kedua, Menerapkan do’a bukan hanya dalam ucapan tetapi diwujudkan dalam perilaku sehari-hari baik dengan menghindari perbuatan dosa dan maksiat ataupun dengan amal shalih dan berserah diri kepada Allah SWT. Firman Allah SWT: “Siapa-kah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang berdo’a kepada Allah, mengerjakan amal shalih dan berkata; “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.” 29
Ketiga, Melaksanakan do’a setiap saat, baik ketika ditimpa kesulitan hidup maupun ketika mendapat kenikmatan. Karena hal ini merupakan salah satu tanda syukur kita atas pemberian Allah SWT yang tidak terhitung banyaknya, disamping juga sebagai pengakuan kita atas kemahakuasaan-Nya, kemaha rahiman-Nya dan Asmaul Husna milik-Nya, firman Allah SWT: “Hanya milik Allah-lah Asmaul Husna (nama-nama yang baik) maka bermohonlah kepadanya dengan menyebut Asmaul Husna.” 30
Serta dengan do’a dan dzikir, kita akan terhindar dari sifat orang yang lalai, sebagaimana firman-Nya; “Dan sebutlah (nama Tuhanmu) dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan de-ngan tidak meninggikan suara, di waktu pagi dan petang dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai.” 31
Sudah saatnya kita mengingat kembali do’a-do’a yang telah kita lupakan dan mengulanginya sebagai sebuah ibadah dan amal shalih yang penuh dengan hikmah dan manfaat.
ALLAHUMMA INNI A’UDZUBIKA MINAL ‘AJZI WAL KASALI WAL BUKHLI WAL HA-RAMI WA ‘ADZABIL QABRI, ALLAHUMMA ATI NAFSI TAQWAHA WA ZAKKIHA ANTA KHAI-RU MAN ZAKKAHA ANTA WALIYYUHA WA MAULAHA.
ALLAHUMMA INNI A’UDZUBIKA MIN ‘IL-MIN LA YANFA’ WAMIN QALBIN LA YAKH-SYA WA MIN NAFSIN LA YASYBA’ WA MIN DA’WATIN LA YUSTAJABA LAHA.
(Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari ke-lemahan dan malas, kikir dan ketuaan serta siksa kubur. Ya Allah, curahkanlah ke dalam hatiku taqwa dan pensucian dari dosa, Engkau sebaik-baiknya yang mensucikan hati, Engkau Pelindung dan Penguasanya. Ya Allah, aku berlindung ke-pada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat dan hati yang tidak khusyu’, dan nafsu yang tidak puas serta dari do’a yang tidak diterima) Amien Ya Rabbal ‘Alamien.
Sumber : Doa
