Ilmu Padi

January 14, 2006

Makanan awal ahli syurga

Filed under: Religi

21 January 2004 - 11:57
Makanan awal ahli syurga
Hal-hal luar biasa (21)
Makanan awal ahli syurga

Dari Tsauban, maula Rosulullah saw, katanya:
“Pada suatu waktu, ketika aku sedang berdiri
dekat Rosulullah saw, tiba-tiba datang
seorang pendeta Yahudi, seraya ia mengucapkan salam: “Assalamu ‘alaika ya Muhammad!”
Lalu pendeta itu aku dorong sehingga ia hampir jatuh.
Katanya: “Kenapa engkau dorong aku?”
Jawabku: “Apa keberatanmu
untuk menyebut Ya Rosulullah?!”
Kata Yahudi itu: “Bukankah aku telah memanggilnya
dengan nama yang diberikan keluarganya?”
Kata Rosulullah saw: “Ya, namaku Muhammad!
Dan itulah nama yang diberikan keluargaku kepadaku.”
Kata Yahudi itu: “Aku sengaja datang
hendak bertanya kepada Anda.”
Jawab Rosulullah saw: “Akan adakah gunanya
jika kujawab pertanyaanmu itu?”
Jawab Yahudi: “Akan kudengar
dengan kedua telingaku.”
Rosulullah saw [menggaris-garis tanah
dengan tongkatnya, agaknya beliau sedang berpikir
atau menunggu wahyu, lalu beliau berkata:]
“Silakan bertanya!”
Yahudi: “Di mana manusia berada
ketika pada hari pergantian bumi dan langit
dengan bumi dan langit yang lain [kiamat - Ed].”
Rosulullah saw: “Mereka berada
dalam kegelapan, dekat suatu jembatan.”
Yahudi: “Siapa orang yang pertama-tama
melewati jembatan itu?”
Rosulullah saw: “Kaum muhajirin yang miskin-miskin.”
Yahudi: “Apa yang mereka makan
ketika mula-mula masuk syurga?”
Rosulullah saw: “Ujung hati ikan.”
Yahudi: “Apa yang mereka makan sesudah itu?”
Rosulullah saw: “Disembelihkan untuk mereka
lembu syurga yang digembalakan
di pinggir-pinggir syurga itu.”
Yahudi: “Apa minuman mereka di sana?”
Rasululah saw: “Air mata air yang disebut Salsabila.”
Yahudi: “Jawaban Anda benar belaka!
Kata Yahudi itu selanjutnya: “Aku datang hendak bertanya
kepada Anda sesuatu yang tidak seorang pun
penduduk bumi mengetahuinya,
kecuali seorang Nabi atau satu-dua laki-laki.”
Rosulullah saw: “Akan adakah gunanya
jika pertanyaan itu kujawab?”
Yahudi: “Akan kudengan dengan kedua telingaku.”
Kata Yahudi itu melanjutkan:
“Aku datang hendak menanyakan
[tentang kelahiran] anak.”
Rosulullah saw: “Air mani laki-laki berwarna putih
dan air mani perempuan berwarna kekuning-kuningan.
Apabila keduanya bertemu, maka jika mani laki-laki
yang lebih unggul dari mani perempuan,
akan lahir dari prempuan itu anak laki-laki.
Dan jika mani perempuan yang lebih unggul
dari mani laki-laki akan lahirlah anak perempuan
dengan izin Allah swt.”
Yahudi: “Jawaban Anda benar belaka.
Dan Anda memang sesungguhnya Nabi!”
Kemudian dia pergi.
Maka bersabda Rosulullah saw:
“Sesungguhnya aku pernah ditanya orang
seperti apa yang ditangani Yahudi itu.
Mulanya aku belum tahu apa-apa
mengenai masalah itu, tetapi Allah
mengajarkannya kepadaku.”
***
(HR Muslim)
Tengara Hikmah
Allah mengajarkan ilmu kepada para nabi atau manusia yang dikehendaki, meski ia tidak belajar lewat orang lain (guru). Ilmu itu bahkan bisa melewati zamannya seperti halnya pengetahuan tentang bercampurnya mani lelaki dan perempuan serta kejadiannya menjadi janin. Lewat pengetahuan modern sekarang, pengetahuan Rosulullah Saw yang ummi juga terbukti benar meski sudah 15 abad yang lalu.
Sewajarnyalah jika umat Islam juga berusaha untuk menjadi ilmuwan. Namun soal ilmu akhirat, kita hanya bisa patuh pada Nabi Saw, karena risalahnya tokh mencukupi untuk mengantar kita selamat sampai di Akhirat. Insya Allah. Amin. Wallahu a’lam bissawab. (Ace)

<<<<< >>>>>>

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Ian Main