Ilmu Padi

January 15, 2006

Tiga dosa terbesar

Filed under: Religi

26 January 2004 - 11:38
Tiga dosa terbesar
Hal-hal luar biasa (24)
Tiga dosa terbesar
*
Dari Abu Bakroh Nufai’ bin Al-Harits ra,
ia berkata:
“Rosulullah saw bertanya:
“Tidakkah kalian ingin tahu
tentang tiga dosa terbesar
di antara dosa-dosa besar?”
Kami menjawab: “Tentu,
kami ingin mengetahuinya.”
Rosulullah menjelaskan:
“Yaitu menyekutukan Allah,
dan mendurhakai kedua orangtua.”
Semula Rosulullah bersandar,
lalu duduk tegak seraya meneruskan sabdanya:
“Ingatlah. Juga perkataan yang bohong
dan persaksian yang palsu.”
Rosulullah mengulang-ulang perkataannya
sampai-sampai kami berkata dalam hati:
“Semoga beliau diam.”
*
(HR Bukhori dan Muslim)
Tengara Hikmah
Kecuali Nabi Muhammad saw, setiap orang pasti melakukan dosa, pernah berbuat salah, khilaf, melaklukan sesuatu yang tidak layak/tidak patut, sesuatu hal-hal yang membuat hati sendiri tidak tenang/gelisah, atau hal yang akan membuat diri malu jika orang lain mengetahui. Perasaan itulah yang disebut dosa. Namun dosa itu bertingkat-tingkat.
Fatalnya jika hati mansia sampai toleran terhadap dosa, maka ia akan terjerumus untuk membenarkan dosa itu sebagai sesuatu yang bukan kesalahan atau hal yang memalukan. Kian banyak mentoleransi dosa sebagai hal yang bukan merupakan kesalahan, kian terbudaya pula hati dan pikiran kita untuk menganggap dosa bukan hal yang buruk, menjijikkan, atau menakutkan.
Jika itu berlanjut, maka kelam hati tak terhindarkan sehingga kejahatan, perilaku buruk, bahkan sadis bukan menjadi sesuatu yang salah. Itu sebabnya tiap kesesatan menjadi sulit untuk kembali ke jalan yang benar karena orang itu terkena penyakit hati yang kronis, bahkan mengkristal. Lebih dari itu, orang tersebut juga akan sulit mengenali kebanaran dan kebaikan.
Sebuah keuntungan besar bagi manusia adalah Allah swt akan sangat bersuka cita jika ada orang yang bertobat. Jika orang itu datang bertobat dengan berjalan (pelan-pelan), Allah akan menyongsong sambil ‘berlari’. Maka di sini kita diantar untuk memahami betapa tingginya nilai ingat (sehingga mau berdzikir) kepada Allah karena Allah akan jauh lebih ingat terhadap hambanya yang ingat, dalam keramaian maupun dalam kesunyian, dalam perjalanan, maupun dalam diam. Dan di sisi Allah swt ada kedamaian dan kebahagiaan yang mutlak yang manusia bisa tertetesi nikmat itu. Lewat membersihakan hati atau lewat menjauhi dosa.
Manusia muslim sebetulnya telah dibekali dan diantar untuk menjadi umat yang sangat beradab karena ia menjadi gemar mengingat Kholiq-nya, sopan dan santun dalam membawa diri, dan pandai menghormat orang lain. Semua ini akan enjadi benteng yang kokoh untuk tidak melakukan kejahatan atau keburukan. Perilaku itu namanya Ihsan, kendalinya hati, kuncinya kerelaan menjadi tidak dicipta jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada Allah swt.
Dalam hadis lain diterangkan: “Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al-’Ash ra, dari Nabi saw, beliau bersabda: “Dosa-dosa besar adalah menyekutukan Allah, mendurhakai kedua orangtua, membunuh orang, dan sumpah palsu.” (HR Bukhori)
Wallahu a’lam bissawab. (Ace)

<<<<< >>>>>>

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Ian Main