Ilmu Padi

February 28, 2006

Perang Troya

Filed under: Artikel

Asal mulanya adalah perkawinan antara Peleus dan Thetis, seorang dewi laut. Peleus dan Thetis tidak mengundang Eris, dewi perselisihan (goddess of discord), ke pesta perkawinan mereka, sehingga Eris marah. Dalam keadaan marah, Eris datang ke pesta itu dan melemparkan sebutir APEL EMAS, lalu kata Eris, apel tersebut adalah milik “yang tercantik”.

Hera, Athena dan Aphrodite, kemudian memperebutkan apel tersebut.
Lalu Zeus mengatakan, Paris, pangeran dari negeri Troy yang dinyatakan sebagai laki-laki paling tampan di dunia, akan bertindak sebagai jurinya.

Kemudian, Hermes mendatangi Paris dan memberitahukannya keputusan Zeus tersebut. Paris pun setuju.

Lalu, ketiga dewi tadi menjanjikan berbagai hal agar Paris memilih dirinya. Hera menjanjikan Paris akan diberikan kekuatan, sedangkan Athena menjanjikan akan memberikan kekayaan. Aphrodite, si dewi cinta, menjanjikan akan memberikan wanita tercantik di dunia.

Dasar cowok… si Paris itu akhirnya memilih Aphrodite, dan Aphrodite menjanjikan bahwa Helena, istri Menelaus, akan menjadi istri Paris. PAris kemudian bersiap-siap untuk berangkat ke Sparta untuk mendapatkan Helena.

Dua orang peramal kembar, Cassandra dan Helenus mencoba membujuknya untuk membatalkan niatnya, demikian juga dengan ibu Paris, Hecuba. Tapi PAris tidak mau mendengar nasehat mereka.

Di Sparta, Menelaus, suami Helen, menyambut Paris seperti seorang tamu kehormatan. Tetapi, saat Menelaus meninggalkan Sparta untuk menghadiri suatu pemakaman, Paris langsung menculik Helena (yang kemungkinan ikut dengan sukarela.. abis kan Parisnya tertampan di dunia, hihihihi) dan juga melarikan sebagian besar kekayaan Menelaus.

Di Troy, Helena dan Paris menikah.

Menelaus, lalu marah besar waktu tahu bahwa Paris sudah menculik Helen. Lalu Menelaus memanggil semua pelamar2 Helen (sebelum menikah dengan Menelaus, Helen sudah dilamar oleh banyak laki-laki), karena para pelamar tersebut sudah membuat sumpah bahwa mereka akan selalu membantu suami Helen untuk mempertahankan kehormatan Helen.

Banyak dari para ex-pelamar tersebut yang tidak ingin pergi perang. Odysseus berpura-pura jadi gila, tetapi trik nya diketahui oleh Palamedes.
Achilles, walaupun bukan salah seorang ex-pelamar, diajak juga karena peramal Calchas sudah menyatakan bahwa Troy tidak dapat dikalahkan kecuali Achilles ikut berperang.

Salah satu cerita yang paling menarik adalah tentang Cinyras, raja Paphos, di Cyprus, yang merupakan salah seorang ex-pelamar Helen. Dia tidak ingin ikut berperang, tetapi memberikan 50 kapal perang, yangsalah satunya dikomando oleh anaknya. Ternyata, 49 kapal lainnya adalah kapal palsu yang terbuat dari tanah liat dengan boneka pelaut dari tanah liat. Kapal-kapal palsu tersebut langsung hancur waktu tiba di laut.

PAsukan Yunani bergabung, dibawah perintah Agamemmnon, di Aulis. Tetapi ternyata, Agamemmnon membunuh salah seekor rusa keramat milik Diana dan juga bermulut besar, sehingga Diana marah dan menghentikan angin, sehingga armada kapal Yunani tidak bisa berangkat.

Peramal Calchas menyatakan bahwa Iphigenia, anak Agamemnon, harus dikorbankan agar armada tersebut bisa bergerak. Hal ini dilakukan, lalu armada perang Yunani pun berangkat untuk menyerbu Troya.

==== Bersambung ====

Sumber : Kobo-thbb

February 27, 2006

Buku-buku Yang Membunuh

Filed under: Artikel

Buku-buku Yang Membunuh

Sebuah buku bahkan bisa mengilhami lima pembunuhan berantai dan 40 pembantaian.

8 Desember 1980. Malam musim dingin di Manhattan sudah tua. Jarum waktu menunjuk pukul 23.00. Sebuah sedan limusin berhenti di depan Dakota. Itu bukan nama kota, tapi sebuah apartemen luks tempat orangorang berduit tinggal; orang-orang seperti penumpang limusin itu.

Dari dalam mobil mewah keluar pria berusia 40 tahun. Ia berjalan menuju apartemennya. Namun baru beberapa langkah ia meninggalkan mobil, empat tembakan membelah malam.

Pria itu—John Lennon—jatuh mandi darah. Dengan mobil polisi ia sempat dibawa ke Rumah Sakit Roosevelt, namun itu tak berguna. Lennon pergi dan gagal merayakan Natal tahun itu.

Tak jauh dari darah yang menggenang, seorang pria duduk di atas trotoar. Dengan bantuan sinar lampu jalanan, dengan tangan yang bertabur bubuk mesiu, ia mengeluarkan sebuah buku dari tasnya. The Catcher in the Rye, judulnya. J.D. Salinger, pengarangnya.

Buku yang dibelinya dari sebuah toko buku di Fifth Avenue itu sudah mulai lusuh. Bukan karena tua. Baru beberapa hari lalu ia membelinya, setelah yang lama hilang ketika ia berlibur ke Hawaii.

Pria itu, Mark Chapman, amat suka dengan sampulnya yang didominasi merah dan huruf kuning. Menurutnya, warna itu sangat dramatis dan cocok. Tapi ia lebih suka isinya. Begitu sukanya hingga ia baca berkali-kali tanpa bosan.

Chapman yakin buku itu diciptakan untuknya. Ia yakin Holden Caulfield, tokoh utama novel itu, adalah dirinya. Bahkan Chapman sempat ingin mengganti namanya menjadi Holden Caulfield. Untuk menghidupkan fantasinya, pria berkacamata itu juga pernah menapaktilasi jalanan New York yang dilalui Holden pada malam-malam dingin menjelang Natal.

Tak cuma itu, saudara. Chapman juga percaya, kisah hidupnya akan menjadi pelengkap, menjadi bab terakhir The Catcher. Di halaman depan, Chapman menulis: “This is my statement. Holden Caulfield —The Cather in the Rye.”

Malam itu, malam dibunuhnya musisi rock terbesar, novel yang terbit pertama kali pada 1945 itu memang tak ditulis ulang, tapi seorang tengah membacanya perlahan, dengan tekun, seperti sedang merapal kitab suci. Ia yakin, apa yang baru saja dilakukannya adalah sebuah drama yang luput ditulis oleh Salinger.

Salinger—di luar bahasa kasar yang membuat novel itu dilarang selama beberapa tahun—tentu tidak bermaksud mengilhami siapapun untuk membunuh atau berbuat kasar. Hal yang sama juga pasti tidak dilakukan oleh Anthony Fawcett saat menulis One Day At A Time. Tapi toh kedua buku itu menggerakkan Chapman untuk membunuh Lennon.

Chapman seorang psycho? Tentu, banyak yang percaya itu. Pasti ada yang tak beres pada otak seorang yang membunuh karena membaca sebuah novel. Tapi Chapman tak sendiri. Nun ribuan kilometer dari New York, lima belas tahun setelah Lennon terkapar oleh peluru Chapman, sebuah pembunuhan yang lebih keji terjadi. Juga karena sebuah novel.

Di stasiun bawah tanah Tokyo, pada awal musim semi, dua belas orang tewas dan lima ribu orang terluka. Sebuah sekte kiamat bernama Aum Shinrikyo meledakkan gas sarin di sana. Mereka melakukan ini bukan karena ajaran kitab suci yang disalahpahami, seperti halnya Azahari dan kawan-kawan saat meledakkan bom bunuh diri, tapi karena amat terpengaruh oleh serial novel Foundation buah pena Isaac Asimov.

Novel itu menggambarkan alam raya menjelang kehancuran sebuah kekaisaran. Saat itu hanya Foundation, sebuah kelompok rahasia pimpinan Hari Seldon, yang mampu menyelamatkan peradaban sebelum hilang di era kegelapan. Pengikut Seldon, yang merupakan para ilmuwan itu, memeluk agama baru.

Meski cerita Asimov ini berlatar belakang Romawi kuno, anggota Aum Shinrikyo melihat banyak kesamaan antara masyarakat Romawi itu dan masyarakat Jepang modern. Shoko Asahara, sang pemimpin, mengatakan berkali-kali bahwa peradaban akan segera runtuh, dan hanya yang percaya pada ajaran barunya yang selamat. Seperti Seldon, ia juga menggaet sejumlah ilmuwan dari berbagai bidang. Ia berusaha mewujudkan fiksi menjadi nyata.

Dalam sebuah wawancara, Hideo Murai, ketua para ilmuwan sekte itu, mengatakan bahwa tujuan Aum adalah untuk menyelamatkan manusia, seperti yang tecermin dalam Foundation. Aum bahkan menggunakan serial Foundation sebagai cetak biru rencana jangka panjang mereka. Kelompok ini menarik minat para ilmuwan muda yang rajin membaca novel fiksi ilmiah. Asahara yang buta itu menganggap dirinya sebagai Seldon dan Aum adalah Foundation.

Chapman terpengaruh secara emosional, Aum terpengaruh secara ideologi, tapi ada juga yang menjadikan novel sebagai buku panduan. Adalah Timothy McVeigh yang menjalankan dengan tepat aksi teror yang diceritakan dalam The Turner Diaries. McVeigh menggunakan novel itu sebagai pembimbing untuk meledakkan gedung federal di Oklahoma, AS. Seratus enam puluh delapan orang tewas karenanya.

Saat McVeigh ditangkap, polisi menemukan The Turner Diaries di mobilnya. “Aku” dalam novel itu meledakkan kantor pusat FBI dengan truk bom yang berisi amonium nitrat dan bensin. Cara inilah yang dipakai oleh McVeigh untuk meledakkan gedung federal itu. Temanteman McVeigh mengaku diminta olehnya untuk membaca novel karangan pemimpin National Alliance yang, seperti Hitler, mengelu-elukan supremasi kulit putih. Ia menggarisbawahi sejumlah kalimat di buku itu, termasuk, “tujuan dari serangan-serangan kita kini adalah untuk memberi dampak psikologis, bukan pada kerusakan yang serta merta.”

McVeigh bukan satu-satunya pengebom yang terinspirasi oleh novel. Ada juga Theodore John Kaczynski, Ph.D., yang mengirimkan sejumlah bom surat dalam rentang 18 tahun. Tiga orang tewas dan 29 lainnya terluka akibat aksi ini. Ia kemudian tertangkap pada 1996 dan dijatuhi hukuman mati.

Kaczynski mendapatkan ide dan inspirasi untuk melakukan teror ini dari sebuah novel berjudul The Secret Agent, karangan Joseph Conrad. Para agen federal bahkan harus mendatangkan ilmuwan pemerhati karya-karya Conrad untuk dapat mengerti dan mengetahui isi tempurung kepala sang doktor. Ya, maklum saja, Kaczynski telah khatam buku itu puluhan kali.

The Secret Agent adalah novel yang terbit pada 1907, tentang seorang teroris bernama Verloc yang melakukan sejumlah pemboman di London. Verloc adalah seorang provokator dari negara asing. Tak jelas negara mana, tapi kemungkinan Rusia yang dimaksud. Tak terbayangkan, bagaimana sebuah novel mampu mengilhami seorang jenius untuk membunuh selama hampir dua dasawarsa. Luar biasa.

Tapi, sesungguhnya, yang lebih dahsyat adalah novel The Collector karya John Fowles yang terbit untuk pertama kalinya pada 1963. Bayangkan, novel itu sudah menginspirasi, sedikitnya, lima pembunuhan berantai dan 40 pembantaian. Berbeda dengan novel-novel di atas, The Collector memang bercerita tentang pembunuh yang sakit jiwa. Dia adalah Frederick Clegg, seorang pria yang hobinya mengumpulkan kupu-kupu. Clegg jatuh cinta pada Miranda Grey, seorang mahasiswi fakultas seni yang menurutnya sangat cantik.

Singkat cerita, teman kita ini mendapat rezeki nomplok dan membeli rumah di tengah padang. Sendiri dan kesepian, Clegg ingin ditemani Grey. Tapi apa daya, Clegg tak bisa menyatakan cintanya. Seperti layaknya seorang psycho, ia adalah penyendiri yang gagap bermasyarakat. Ia lebih akrab dengan kupu-kupu dibanding wanita. Akhirnya, cara itulah yang ia pakai. Grey diculik dan dijadikan salah satu “koleksinya”.

Grey kemudian meninggal dunia karena pnemonia di lantai bawah tanah yang lembab, tempat orang menyimpan anggur. Karena kematian itu, Clegg awalnya ingin bunuh diri. Namun ia memilih untuk melakukan hal lain yang lebih “cerdas”: menculik gadis lain untuk dijadikan koleksi.

Cerita ini menginspirasi banyak pembunuhan. Yang paling menarik perhatian adalah pembunuhan yang dilakukan oleh dua orang bekas prajurit Angkatan Laut Amerika, Leonard Lake dan Charles Ng. Lake sebenarnya yang paling terinspirasi oleh The Collector, namun mereka melakukan skenario dalam novel itu bersama pada pertengahan 1980-an.

Mereka menyewa kabin di Wilseyville, 150 mil timur San Francisco. Di kabin itu keduanya membuat bunker dengan dua ruang. Ruang luar adalah tempat mereka menyimpan senjata. Ada tulisan “Operation Miranda” pada dindingnya. Miranda yang dimaksud tentunya adalah Miranda Grey dalam novel itu. Ruang dalam adalah ruang tertutup untuk menyekap dan mengubur 25 perempuan yang mereka culik dan bunuh.

Dalam buku harian Lake tertulis begini: “Ah, The Collector. Benarkah sudah hampir 20 tahun aku membawa-bawa fantasi ini? Dan Miranda? Betapa tepat? Sanderaku yang cantik di masa depan. Aku berada di jalanku untuk menjadi ‘pahlawan’, untuk menjadi gila. Aku tak ragu bahwa kami telah mengkompensasi ketidakmampuan yang kami miliki sejak fajar sejarah merekah. Sedih sungguh. Tapi, bagaimana kita bisa mati jika kita tak pernah hidup?”

Paparan di atas tentu saja tidak digelontorkan untuk mengatakan bahwa novel-novel itu “berbahaya”. Ada jutaan pembaca lain yang tidak membunuh setelah membaca novel-novel tersebut. Artinya, ada hal lain di luar teks novel itu yang membuat para pembunuh membantai korbannya.Namun novel memungkinkan pembaca untuk masuk ke dalamnya, menjadi bagian darinya. Hubungan antara novel dan pembacanya lebih karib dari hubungan film dan penontonnya.

Seperti ditulis oleh Goenawan Mohammad, ada imajinasi yang berperan untuk memvisulisasikan novel yang kita baca. Berbeda dengan film yang visualisasinya sudah tersedia, saat membaca novel pembaca sendiri yang menciptakan visual tokoh dan setting kejadian dalam otaknya, dengan bantuan imajinasi. Bisa jadi yang kita bayangkan adalah orang lain, tapi bisa juga diri kita sendiri. Bisa jadi imajinasi pembaca sekadarnya, bisa jadi juga berlebihan. Reaksi pembaca, memang, akhirnya tergantung sejauh mana keterkaitan pembaca dengan apa yang dibacanya. Tapi novel selalu membentangkan jalan bagi kita untuk “menciptakan” dunia sendiri, dunia yang kita khayalkan dengan bantuannya.

”Yang benar-benar meng-KO-ku adalah buku yang, saat kau selesai membacanya, kau berharap pengarang yang menulisnya adalah teman karibmu dan kau dapat meneleponnya kapan pun kau mau. Tapi itu tak sering terjadi.” Demkian Holden dalam The Catcher in the Rye.

Qaris Tajudin dari berbagai sumber

Sumber : Buku-buku yang membunuh thbb

February 26, 2006

Iblis Menyesatkan Manusia Dengan Wanita

Filed under: Religi

Iblis Menyesatkan Manusia Dengan Wanita
Jumat, 24 Februari 06

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
“Dinding penutup antara mata jin dan aurat manusia ketika seseorang masuk jamban adalah kalau ia mengucapkan Bismillaah.” (Hr Ibnu Majah dalam Kitab Thoharoh / 242).

Iblis dan bala tentaranya adalah sosok-sosok yang jiwanya kotor terus-menerus. Mereka selalu mengintip aurat dan kejelekan. Iblis telah mencopot pakaian Adam ’alaihis salam dan isterinya sedangkan keduanya itu di surga. Lalu di dunia ini Iblis, wadya balanya, dan partainya membelejeti pakaian taqwa dari jiwa manusia, dan mencopoti pakaian penutup aurat dari badan. Sehingga keadaan telanjang menjadi pemandangan nyata yang dianggap biasa, sedang menampakkan aurat sudah menjadi hal yang lumrah di kalangan manusia tanpa ada halangannya.

Tetapi kalau memang kita tetap teguh mengikuti syari’at Islam maka tidak akan terjadi yang demikian itu. Iblis tak mampu, sampai di tempat-tempat yang kita harus buka aurat pun, iblis tak mampu melihatnya, (karena ada do’a seperti tersebut di atas). Maka segala puji bagi Allah yang telah menjadikan dzikir dan keutamaan berserah diri kepada-Nya itu sebagai pencegah bagi mata barisan iblis dan partainya. (Lihat Hasan Ahmad Qothomisy, Al-Muwajahah As-Shiro’ ma’as Syaithon wa Hizbihi, Daru Thaibah Ar-Riyadh 1415H/ 1995, cet I, hal 147).

Wanita

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Wanita itu menghadap ke muka dalam bentuk syetan, dan ke belakang dalam bentuk syetan (pula).” (Hr Muslim Juz 10 Kitab Nikah, hal 177).

Mujahid rahimahullah berkata: Ketika perempuan menghadap ke depan (datang) maka syetan duduk di atas kepalanya lalu menghiasinya untuk orang yang melihatnya, dan ketika perempuan itu menghadap ke belakang (pergi) syetan duduk di atas bagian belakangnya lalu ia memperindahnya untuk orang yang melihatnya. (Al-Qurthubi, Al-Jami’ li Ahkaamil Quran juz 12/ 227).

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam juga memperingatkan:
“Sesungguhnya dunia itu manis lagi hijau. Dan sesungguhnya Allah menjadikan kamu sekalian khalifah di dunia, lalu Allah mengawasi bagaimana kamu berbuat. Maka jagalah dirimu tentang dunia dan jagalah dirimu tentang wanita. Maka sesungguhnya bencana/ fitnah Bani Israil adalah dalam hal wanita.” (HR Muslim Juz 17 Kitab Riqoq hal 55).

Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pula:
“Aku tidak meninggalkan fitnah/ bencana yang lebih berbahaya atas kaum lelaki (selain bahaya fitnah) dari perempuan.” ( Al-Fath juz 9 , Hadits 5096, dan Muslim juz 18 hal 54).

Sa’id bin Al-Musayyib rahimahullah berkata, “Jika syetan putus asa mengenai sesuatu maka ia kemudian pasti mendatangi sesuatu itu dari arah perempuan. Sa’id pun berkata lagi, “Tidak ada sesuatu yang lebih aku takuti di sisiku kecuali perempuan.” (Siyaru ‘a’laamin Nubalaa’ Juz 4/ 237).

Kalau syetan putus asa dalam hal tertentu, maka dia akan melancarkan godaan itu dari arah perempuan. Apa yang dikatakan Sa’id bin Al-Musayyib rahimahullah tersebut dalam kenyataan kini tampak nyata. Sudah menjadi rahasia umum, ada proyek-proyek yang dilancarkan pengurusannya pakai umpan wanita. Itulah praktek syetan. Maka Sa’id yang di zaman sahabat tidak ada kebiasaan model syetan seperti sekarang pun, dia paling takut terhadap wanita.

Dan hadits tentang wanita kadang panjang, itu tidak lain karena wanita itu adalah pengikut syetan terkutuk yang paling banyak. Wanita pengikut syetan itu adalah tali-tali dan perantara untuk para pengikut syetan. Bagaimana tidak, sedangkan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam telah mengkhabarkan bahwa wanita itu penghuni neraka yang paling banyak, dan mereka tidak masuk neraka kecuali karena mengikuti iblis dan tentara-tentaranya. Dan tidaklah manusia mengikuti iblis kecuali karena iblis telah menguasai mereka. Dan iblis tidak menguasai kecuali dengan banyaknya maksiat dan dosa. Sedang kekuasaan iblis dan partainya itu dengan cara menganggap indah dan bagus dosa-dosa dan maksiat.

Dalam Hadits disebutkan:
“Wanita itu adalah aurat, maka apabila ia keluar, diincar oleh syetan.” (Hadits Shahih Sunan Tirmidzi no 936, dan Thabrani di Al-Kabier juz 3/ 64, dan lihat Al-Irwaa’ no 273).

Perempuan sebagai salah satu sarana iblis untuk merusak

Iblis menyodorkan fitnah pada wanita guna menyesatkan dan merusak. Al-Qur’an telah mengisahkan contoh-contoh adanya bencana-bencana/ fitnah lewat wanita. Di antara kisah-kisah tersebut adalah:

Godaan Syetan untuk Kaum Tsamud lewat wanita

Ibnu Jarir dan lain-lain dari ulama salaf (generasi Sahabat, Tabi’ien, dan Tabi’ut Tabi’ien) menyebutkan bahwa dua wanita dari kaum Tsamud, salah satunya Shoduq putri Al-Mahya bin Zuhair bin Al-Mukhtar, dia adalah bangsawan dan kaya. Sedang ia di bawah suami yang telah masuk Islam, lalu wanita ini menceraikan suaminya itu. Lalu wanita ini mengundang anak pamannya yang disebut Mashro’ bin Mahraj bin Al-Mahya, dan wanita ini menyodorkan dirinya pada lelaki anak pamannya itu bila ia berani membunuh onta (Nabi Shalih ’alaihis salam).

Wanita lainnya adalah Anbarah binti Ghanim bin Majlaz dijuluki Ummu ‘Utsman. Dia ini tua dan kafir, punya anak 4 wanita dari suaminya, Dzu’ab bin Amru, salah satu kepala kaum. Lalu si perempuan tua ini menyodorkan ke-4 putrinya kepada Qadar ibn Salif bila ia berani membunuh onta, maka ia akan kebagian putrinya mana saja yang ia ingini. Lalu 2 pemuda (Mashro’ dan Qadar) bersegera untuk membunuh onta itu, dan berusaha mencari teman di dalam kaumnya. Maka 7 orang lainnya merespon ajakannya itu, jadi jumlahnya 9 orang. Mereka inilah yang disebutkan dalam firman Allah subhanahu wata’ala:
“Dan adalah di kota itu, sembilan orang laki-laki yang membuat kerusakan di muka bumi, dan mereka tidak berbuat kebaikan.” (QS. 27:48)

Dan mereka berusaha pada sisa kabilah itu dan mempropagandakan untuk membunuh onta, lalu mereka menyambutnya dan sepakat untuk membunuh onta itu. Lalu mereka berangkat mengintai onta. Ketika onta itu muncul dari kawanan yang mendatangi air, lalu Mashro’ bersembunyi untuk menyergapnya, lantas melemparkan panah padanya dan menancaplah di tulang kaki onta. Dan datanglah wanita-wanita membujuk kabilah itu untuk membunuh onta, sedang wanita-wanita itu membuka wajah-wajahnya (dari kerudungnya) untuk menyemangati kabilahnya. Lalu Qadar bin Salif mendahului mereka mengeraskan (hantaman) pedangnya atas onta itu maka putuslah urat di atas tumitnya, lalu jatuh tersungkurlah onta itu ke bumi. (Tafsir At-Thabari juz 12 / 531-534, Al-Bidayah wan Nihayah Ibnu Katsir juz 1/ 127, Al-Kamil fit Taariekh Ibnul Atsier juz 1/ 51-52).

Wanita yang menyemangati Mashro’ adalah isteri pemimpin, sedang yang menyemangati Qadar adalah isteri pejabat juga. Adapun Qadar bin Salif sendiri termasuk pemimpin, jadi mereka itu orang elit semua.

Perempuan pertama telah menyodorkan dirinya kepada Mashro’, sedang perempuan kedua menyodorkan puteri-puterinya kepada Qadar. Dan perempuan-perempuan kabilah itu telah keluar dengan membujuk orang-orang agar membunuh onta dengan cara membuka wajah-wajah mereka. Sungguh telah terjadi fitnah wanita itu sebagai jalan masuknya Iblis kepada para pembesar, dan Iblis bersandar bersama mereka untuk membunuh onta yang menjadi ayat Allah subhanahu wata’ala yang disampaikan kepada nabi-Nya, Shalih ’alaihis salam.

Demikian ini tampak bagi kita, para pembesar (kaum elit) bersepakat semuanya, laki-laki maupun perempuan.

Kepala Nabi Yahya ’alaihis salam Dipenggal untuk Pelacur

Hal itu dikatakan kepada Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu oleh Asma’ binti Abu Bakar radhiyallahu ‘anha di suatu tempat di Masjidil Haram. Demikian itu ketika Ibnu Zubair radhiyallahu ‘anhu disalib, lalu Ibnu Umar menoleh ke Asma’ seraya berkata: “Jasad (anakmu) ini sebenarnya bukan apa-apa, sedang yang di sisi Allah adalah arwahnya. Maka bertaqwalah kamu kepada Allah subhanahu wata’ala dan bersabarlah.”

Lalu Asma’ menjawab, “Apa yang menghalangiku (untuk bersabar), sedangkan kepala Yahya bin Zakaria ’alaihis salam (saja) sungguh telah dihadiahkan kepada seorang pelacur dari bani Israel.” (Siyaru A’laamin Nublaa’ juz 2/ 294, Al-Muhalla juz 2/22, ‘Audul Hijaab juz 2/195, dan orang-orangnya terpercaya, khabar itu tetap untuk kisah., Al-Muwajahah hal 80).

Kenyataan dari kisah ini adalah Asma’ radhiyallahu ‘anha menyebutkan dibunuhnya Yahya ’alaihis salam itu karena (permintaan) pelacur. Di sini kita lihat puncak kekuasaan iblis atas orang-orang elit dengan dorongan syahwat seks di mana sampai membunuh seorang nabi Allah yaitu Yahya bin Zakaria ’alaihis salam. Walaupun berbeda-beda kitab-kitab tarikh dalam rincian peristiwa itu hanya saja intinya adalah; Seorang raja masa itu di Damskus ada yang menginginkan kawin dengan sebagian mahramnya atau wanita yang tidak halal baginya untuk dikawini. Lalu Nabi Yahya ’alaihis salam mencegahnya, sedangkan wanita itu menginginkan raja itu, maka ada suatu (ganjalan) yang menetap di dalam jiwa wanita dan raja itu terhadap Nabi Yahya ’alaihis salam. Maka ketika antara wanita dan raja itu terjadi percintaan, wanita itu minta agar diberi darah Yahya, lalu raja akan memberikan padanya. Maka raja mengutus orang untuk mendatangi Nabi Yahya ’alaihis salam dan membunuhnya, dan membawakan kepala Yahya kepada wanita itu!!! (Lihat Tarikh At-Thabari j 1/ 586-592, Al-kamil Ibnu Atsir j 1/ 171, Al-Bidayah wan Nihayah j 1/49).

Demikianlah kondisi orang-orang terlaknat yang tidak menahan diri untuk tidak membunuh nabi-nabi Allah. Bagaimana mereka tidak dilaknat? Sedangkan Nabi-nabi Allah itu penyulut hidayah dan pemegang bendera kebenaran dan Tauhid, sedangkan iblis terlaknat itu pembawa bendera neraka dan panji-panji kekafiran serta syirik.

Isteri Al-Aziz serta Yusuf

Allah subhanahu wata’ala berfirman:
“Dan wanita (Zulaikha) yang Yusuf tinggali di rumahnya menggoda Yusuf untuk menundukkan dirinya (kepadanya) dan dia menutup pintu-pintu, seraya berkata: “marilah ke sini,” Yusuf berkata, “Aku berlindung kepada Allah, sungguh tuanku telah memperlakukan aku dengan baik.” Sesungguhnya orang-orang yang zhalim tidak akan beruntung.

Sesungguhnya wanita itu telah bermaksud (melakukan perbuatan itu) dengan Yusuf, dan Yusuf pun bermaksud (melakukan pula) dengan wanita itu andaikata dia tidak melihat tanda (dari) Tuhannya. Demikianlah, agar Kami memalingkan daripadanya kemungkaran dan kekejian. Sesungguhnya Yusuf itu termasuk hamba-hamba Kami yang terpilih.

Dan keduanya berlomba-lomba menuju pintu dan wanita itu menarik baju gamis Yusuf dari belakang hingga koyak dan kedua-duanya mendapati suami wanita itu di muka pintu. Wanita itu berkata, “Apakah pembalasan terhadap orang yang bermaksud berbuat serong dengan isterimu, selain dipenjarakan atau (dihukum) dengan azab yang pedih?” (QS Yusuf/ 12: 23-25).

Firman Allah subhanahu wata’ala lagi:
“Maka tatkala suami wanita itu melihat baju gamis Yusuf koyak di belakang berkatalah dia: “Sesungguhnya (kejadian) itu adalah di antara tipu daya kamu, sesungguhnya tipu daya kamu (wanita) adalah besar.”

(Hai) Yusuf: “Berpalinglah dari ini, dan (kamu hai isteri) mohon ampunlah atas dosamu itu, karena kamu sesungguhnya termasuk orang-orang yang berbuat salah.” (QS Yusuf/ 12: 28-29).

Sesungguhnya kisah Yusuf ’alaihis salam adalah contoh terbesar yang menjelaskan konsentrasi iblis atas kalangan penguasa, dan iblis menguasai mereka dari segi syahwat seks. Dan barangkali dengan membaca ayat-ayat tentang kisah itu tidak perlu keterangan tambahan. Tetapi di sini tampak bagi kita gambaran dari kalangan papan atas (at-thobaqotur rooqiyyah) di masa jahiliyah ribuan tahun lalu, seakan-akan jahiliyah itu adalah yang ada hari ini pula, dengan leluasa dalam mengarahkan penyelewengan seks, dan kecenderungan untuk menutup-nutupinya dari masyarakat. Dan inilah pentingnya semua kisah itu. (Hartono)

Dipetik dari Al-Muwajahah as-Shiro’ ma’as Syaithon wa Hizbihi oleh Hasan Ahmad Qothomisy, Darut Thaibah Ar-Riyadh cet I, 1415H/ 1995.

Sumber : alsofwah

February 25, 2006

Janji Allah Bagi Orang Yang Akan Menikah

Filed under: Religi

Ketika seorang muslim baik pria atau wanita akan menikah, biasanya akan timbul perasaan yang bermacam-macam. Ada rasa gundah, resah, risau, bimbang, termasuk juga tidak sabar menunggu datangnya sang pendamping, dll. Bahkan ketika dalam proses taaruf sekalipun masih ada juga perasaan keraguan.

Berikut ini sekelumit apa yang bisa saya hadirkan kepada pembaca agar dapat meredam perasaan negatif dan semoga mendatangkan optimisme dalam mencari teman hidup. Semoga bermanfaat buat saya pribadi dan kaum muslimin semuanya. Saya memohon kepada Allah semoga usaha saya ini mendatangkan pahala yang tiada putus bagi saya.

Inilah kabar gembira berupa janji Allah bagi orang yang akan menikah. Bergembiralah wahai saudaraku…

1. “Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)”. (An Nuur : 26)
Bila ingin mendapatkan jodoh yang baik, maka perbaikilah diri. Hiduplah sesuai ajaran Islam dan Sunnah Nabi-Nya. Jadilah laki-laki yang sholeh, jadilah wanita yang sholehah. Semoga Allah memberikan hanya yang baik buat kita. Amin.

2. “Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (Pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui”. (An Nuur: 32)

Sebagian para pemuda ada yang merasa bingung dan bimbang ketika akan menikah. Salah satu sebabnya adalah karena belum punya pekerjaan. Dan anehnya ketika para pemuda telah mempunyai pekerjaan pun tetap ada perasaan bimbang juga. Sebagian mereka tetap ragu dengan besaran rupiah yang mereka dapatkan dari gajinya. Dalam pikiran mereka terbesit, “apa cukup untuk berkeluarga dengan gaji sekian?”.

Ayat tersebut merupakan jawaban buat mereka yang ragu untuk melangkah ke jenjang pernikahan karena alasan ekonomi. Yang perlu ditekankan kepada para pemuda dalam masalah ini adalah kesanggupan untuk memberi nafkah, dan terus bekerja mencari nafkah memenuhi kebutuhan keluarga. Bukan besaran rupiah yang sekarang mereka dapatkan. Nantinya Allah akan menolong mereka yang menikah. Allah Maha Adil, bila tanggung jawab para pemuda bertambah – dengan kewajiban menafkahi istri-istri dan anak-anaknya, maka Allah akan memberikan rejeki yang lebih. Tidakkah kita lihat kenyataan di masyarakat, banyak mereka yang semula miskin tidak punya apa-apa ketika menikah, kemudian Allah memberinya rejeki yang berlimpah dan mencukupkan kebutuhannya?

3. “Ada tiga golongan manusia yang berhak Allah tolong mereka, yaitu seorang mujahid fi sabilillah, seorang hamba yang menebus dirinya supaya merdeka dan seorang yang menikah karena ingin memelihara kehormatannya”. (HR. Ahmad 2: 251, Nasaiy, Tirmidzi, Ibnu Majah hadits no. 2518, dan Hakim 2: 160) [1]

Bagi siapa saja yang menikah dengan niat menjaga kesucian dirinya, maka berhak mendapatkan pertolongan dari Allah berdasarkan penegasan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits ini. Dan pertolongan Allah itu pasti datang.

4. “Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir”. (Ar Ruum : 21)

5. “Dan Tuhanmu berfirman : ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina’ ”. (Al Mu’min : 60)

Ini juga janji Allah ‘Azza wa Jalla, bila kita berdoa kepada Allah niscaya akan diperkenankan-Nya. Termasuk di dalamnya ketika kita berdoa memohon diberikan pendamping hidup yang agamanya baik, cantik, penurut, dan seterusnya.

Dalam berdoa perhatikan adab dan sebab terkabulnya doa. Diantaranya adalah ikhlash, bersungguh-sungguh, merendahkan diri, menghadap kiblat, mengangkat kedua tangan, dll. [2]

Perhatikan juga waktu-waktu yang mustajab dalam berdoa. Diantaranya adalah berdoa pada waktu sepertiga malam yang terakhir dimana Allah ‘Azza wa Jalla turun ke langit dunia [3], pada waktu antara adzan dan iqamah, pada waktu turun hujan, dll. [4]

Perhatikan juga penghalang terkabulnya doa. Diantaranya adalah makan dan minum dari yang haram, juga makan, minum dan berpakaian dari usaha yang haram, melakukan apa yang diharamkan Allah, dan lain-lain. [5]

Manfaat lain dari berdoa berarti kita meyakini keberadaan Allah, mengakui bahwa Allah itu tempat meminta, mengakui bahwa Allah Maha Kaya, mengakui bahwa Allah Maha Mendengar, dst.

Sebagian orang ketika jodohnya tidak kunjung datang maka mereka pergi ke dukun-dukun berharap agar jodohnya lancar. Sebagian orang ada juga yang menggunakan guna-guna. Cara-cara seperti ini jelas dilarang oleh Islam. Perhatikan hadits-hadits berikut yang merupakan peringatan keras dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

“Barang siapa yang mendatangi peramal / dukun, lalu ia menanyakan sesuatu kepadanya, maka tidak diterima shalatnya selama empat puluh malam”. (Hadits shahih riwayat Muslim (7/37) dan Ahmad). [6]

Telah bersabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Maka janganlah kamu mendatangi dukun-dukun itu.” (Shahih riwayat Muslim juz 7 hal. 35). [7]

Telah bersabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Sesungguhnya jampi-jampi (mantera) dan jimat-jimat dan guna-guna (pelet) itu adalah (hukumnya) syirik.” (Hadits shahih riwayat Abu Dawud (no. 3883), Ibnu Majah (no. 3530), Ahmad dan Hakim). [8]

6. ”Mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat”. (Al Baqarah : 153)
Mintalah tolong kepada Allah dengan sabar dan shalat. Tentunya agar datang pertolongan Allah, maka kita juga harus bersabar sesuai dengan Sunnah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Juga harus shalat sesuai Sunnahnya dan terbebas dari bid’ah-bid’ah.

7. “Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan”. (Alam Nasyrah : 5 – 6)
Ini juga janji Allah. Mungkin terasa bagi kita jodoh yang dinanti tidak kunjung datang. Segalanya terasa sulit. Tetapi kita harus tetap berbaik sangka kepada Allah dan yakinlah bahwa sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Allah sendiri yang menegaskan dua kali dalam Surat Alam Nasyrah.

8. “Hai orang-orang yang beriman jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu”. (Muhammad : 7)
Agar Allah Tabaraka wa Ta’ala menolong kita, maka kita tolong agama Allah. Baik dengan berinfak di jalan-Nya, membantu penyebaran dakwah Islam dengan penyebaran buletin atau buku-buku Islam, membantu penyelenggaraan pengajian, dll. Dengan itu semoga Allah menolong kita.

9. “Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa”. (Al Hajj : 40)

10. “Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat”. (Al Baqarah : 214)

Itulah janji Allah. Dan Allah tidak akan menyalahi janjinya. Kalaupun Allah tidak / belum mengabulkan doa kita, tentu ada hikmah dan kasih sayang Allah yang lebih besar buat kita. Kita harus berbaik sangka kepada Allah. Inilah keyakinan yang harus ada pada setiap muslim.

Jadi, kenapa ragu dengan janji Allah?

Chandraleka
hchandraleka(at)telkom.net

Footnote:
[1] Lihat Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Konsep Perkawinan dalam Islam, Pustaka Istiqomah, Cet. II, 1995, hal. 12
[2] Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Adab & Sebab Terkabulnya Do’a, Pustaka Imam Asy-Syafi’i, Cet. I, Des 2004, hal. 1 – 2
[3] Allah turun ke langit dunia setiap malam pada sepertiga malam terakhir. Allah lalu berfirman, “Siapa yang berdoa kepada-Ku niscaya Aku kabulkan! Siapa yang meminta kepada-Ku niscaya Aku beri! Siapa yang meminta ampun kepada-Ku tentu Aku ampuni.” Demikianlah keadaannya hingga fajar terbit. (HR. Bukhari 145, Muslim 758) (lihat Tahajjud Nabi, Sa’id bin ‘Ali bin Wahf Al Qahthani, Media Hidayah, Sept. 2003, hal. 27).
[4] Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Adab & Sebab Terkabulnya Do’a, Pustaka Imam Asy-Syafi’i, Cet. I, Des 2004, hal. 8 – 14
[5] Idem, hal. 15 – 22
[6] Abdul Hakim bin Amir Abdat, Al – Masaa-il Jilid 3, Penerbit Darul Qalam, Jakarta, Cet. II, 2004 M, hal. 103
[7] Idem, hal. 105
[8] Idem, hal. 101

——————————————————————————–
Referensi: Referensi : Footnote: [1] Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Konsep Perkawinan dalam Islam, Pustaka Istiqomah, Cet. II, 1995 [2] Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Adab & Sebab Terkabulnya Do’a, Pustaka Imam Asy-Syafi’i, Cet. I, Des 2004 [3] Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Adab & Sebab Terkabulnya Do’a, Pustaka Imam Asy-Syafi’i, Cet. I, Des 2004 [4] Abdul Hakim bin Amir Abdat, Al – Masaa-il Jilid 3, Penerbit Darul Qalam, Jakarta, Cet. II, 2004 M

[Kontributor : Chandraleka, 25 Juni 2005 ]

sumber : Perpustakaan Islam

February 24, 2006

KATA-KATA HIKMAH DARI ORANG-ORANG SOLEH

Filed under: Religi

KATA-KATA HIKMAH DARI ORANG-ORANG SOLEH

SAYIDINA ABU BAKAR :

  1. Sesungguhnya seorang hamba itu bila merasa ujub karena suatu perhiasan dunia, niscaya Allah akan murka kepadanya hingga dia melepaskan perhiasan itu.
  2. Semoga aku menjadi pohon yang ditebang kemudian digunakan.
  3. Dia berkata kepada para sahabat,"Sesungguhnya aku telah mengatur urusan kamu, tetapi aku bukanlah orang yang paling baik di kalangan kamu maka berilah pertolongan kepadaku. Kalau aku bertindak lurus maka ikutilah aku tetapi kalau aku menyeleweng maka betulkan aku!"

SAYIDINA UMAR BIN KHATTAB :

  1. Jika tidak karena takut dihisab, sesungguhnya aku akan perintahkan membawa seekor kambing, kemudian dipanggang untuk kami di depan pembakar roti.
  2. Barangsiapa takut kepada Allah SWT niscaya tidak akan dapat dilihat kemarahannya. Dan barangsiapa takut pada Allah, tidak sia-sia apa yang dia kehendaki.
  3. Wahai Tuhan, janganlah Engkau jadikan kebinasaan umat Muhammad SAW di atas tanganku. Wahai Tuhanku, umurku telah lanjut dan kekuatanku telah lemah. Maka genggamkan (matikan) aku untukMu bukan untuk manusia.

SAYIDINA ALI KARAMALLAHU WAJHAH :

  1. Cukuplah bila aku merasa mulia karena Engkau sebagai Tuhan bagiku dan cukuplah bila aku bangga bahwa aku menjadi hamba bagiMu. Engkau bagiku sebagaimana yang aku cintai, maka berilah aku taufik sebagaimana yang Engkau cintai.
  2. Hendaklah kamu lebih memperhatikan tentang bagaimana amalan itu diterima daripada banyak beramal, karena sesungguhnya terlalu sedikit amalan yang disertai takwa. Bagaimanakah amalan itu hendak diterima?
    Janganlah seseorang hamba itu mengharap selain kepada Tuhannya dan janganlah dia takut selain kepada dosanya.
  3. Tidak ada kebaikan ibadah yang tidak ada ilmunya dan tidak ada kebaikan ilmu yang tidak difahami dan tidak ada kebaikan bacaan kalau tidak ada perhatian untuknya.

UMAR BIN AZIZ :

  1. Orang yang bertakwa itu dikekang.
  2. Sesungguhnya syubhat itu pada yang halal.
  3. Kemaafan yang utama itu adalah ketika berkuasa.

SUFFIAN AS THAURI :

  1. Tidak ada ketaatan bagi kedua ibu-bapak pada perkara syubhat.
  2. Sesungguhnya seorang lelaki itu berharta bila dia zuhud di dunia, dan sesungguhnya seorang itu adalah fakir bila dia gemar pada dunia.
  3. Menuntut ilmu lebih utama daripada shalat sunat.

IMAM AS SYAFIE :

  1. Barangsiapa menghendaki akhirat wajib baginya ikhlas pada ilmu.
  2. Tidak ada sesuatu yang lebih indah pada ulama kecuali dengan kefakiran dan mencukupi dengan apa yang ada serta redha dengan keduanya.
  3. Hendaklah kamu berilmu pengetahuan sebelum kamu menjadi ketua, sebab sesudah kamu menjadi ketua, tidak ada jalan lagi bagimu untuk mencari pengetahuan.
    Orang yang berakal itu adalah orang yang akalnya dapat mengawal segala sifat-sifat mazmumah (sifat keji).
    Barangsiapa yang menyukai bila Allah menutupinya dengan kebaikan maka hendaklah dia bersangka baik terhadap manusia.

IMAM MALIK :

  1. Ilmu itu bukanlah dengan membanyakkan riwayat tetapi ilmu itu adalah cahaya yang Allah letakkan dalam hati.
  2. Apabila seseorang itu memuji dirinya maka hilanglah cahayanya.
  3. Wajib bagi orang yang menuntut ilmu untuk memiliki kebesaran, ketenangan dan ketakutan.

IMAM ABU HANIFAH :

  1. Tidak sekalipun aku shalat kecuali aku doakan untuk guruku Hammad dan juga mereka yang pernah mengajarku serta mereka yang pernah aku ajar. (murid-muridnya).
  2. Aku telah 50 tahun bergaul dengan manusia. Tidak kudapati seorangpun yang mengampunkan kesalahanku. Tidak ada yang menghubungi aku ketika aku memutuskan hubungan dengannya. Tidak ada yang menutup keaibanku dan aku tidak akan merasa aman darinya bila dia murka kepadaku. Maka yang lebih mereka bimbangkan adalah perkara yang besar-besar.
  3. Telah sampai berita kepadaku, bahwa tidak ada yang lebih mulia daripada seorang alim yang warak.

IMAM AHMAD :

Jangan kamu mengambil ilmu dari orang yang mengambil benda dunia di atas ilmunya.

SUFFIAN BIN UYAINAH :

  1. Dua perkara yang susah sekali untuk mengobatinya yaitu meninggalkan loba (tamak) untuk manusia dan mengikhlaskan amal untuk Allah.
  2. Siapa yang ditambah akalnya maka kuranglah rezekinya.
  3. Zuhud di dunia itu adalah sabar dan menunggu-nunggu kedatangan mati.
  4. Ilmu itu jika tidak memberi manfaat padamu maka akan memberi mudarat padamu.
  5. Orang yang menuntut ilmu tidak akan dianggap sebagai orang yang berakal hingga dia melihat dirinya lebih hina dari sekalian manusia.

Surat dari ibu Aisyah r.a untuk Khalifah Muawiyah berbunyi sebagai berikut :

"Aku dengar Rasulullah SAW bersabda, "Siapa yang mengusahakan keredhaan Allah sampai manusia kesal kepadanya, ia akan dibantu Allah dalam menghadapi manusia. Dan siapa yang tidak menghiraukan Allah agar disenangi manusia nasibnya akan diserahkan Allah pada manusia."
Oleh itu tetaplah hati tuan dalam takut pada Allah karena bila tuan takut pada Allah, Dia akan membantumu terhadap manusia. Tetapi kalau tuan takut pada manusia mereka tidak akan dapat menolongmu terhadap Allah sedikit pun."

Khalifah Umar Ibnu Aziz menasehati gubernur-gubernur di daerah pemerintahannya dengan perkataan sebagai berikut :

"Kekuasaan yang ada di tangan saudara-saudara telah memungkinkan kalian untuk menzalimi rakyat. Bila terasa di hati kalian untuk menzalimi seseorang, ingatlah segera betapa besarnya kekuasaan Allah atas diri saudara-saudara."
"Ketahuilah bahwa satu kejahatan yang anda timpakan pada rakyat lambat laun akan hilang bekasnya dari mereka tetapi bekasnya akan tetap untuk saudara-saudara dalam daftar dosa. Ketahuilah pula bahwa Allah SWT membela orang teraniaya terhadap yang menzaliminya."

Luqmanul Hakim menasehati anaknya :

"Wahai anakku, dampingilah selalu para ulama dan jangan engkau banyak berdebat dengan mereka agar jangan dibenci oleh mereka."
"Ambillah dari dunia sekedar keperluan dan biayakan (belanjakan) kelebihan hasil usahamu untuk Akhirat. Dunia jangan ditolak semua agar engkau tidak menjadi ‘parasit’ (orang yang menumpang hidup pada orang lain tanpa membalas apa-apa) yang menyusahkan manusia (orang) lain."

"Berpuasalah selalu untuk menundukkan nafsumu, tetapi jangan sampai meletihkan badan sehingga merusak shalatmu karena shalat lebih utama dari puasa."
"Janganlah engkau duduk berteman dengan orang yang bodoh, sombong dan jangan didekati orang yang bermuka dua."

Pernah Allah SWT bertanya kepada Nabi Yaakub a.s. :

"Tahukah kamu kenapa Kupisahkan engkau dengan puteramu Yusuf?"
"Tidak, ya Tuhanku," jawab Nabi Yaakub a.s.
"Yaitu karena kata-katamu yang mengatakan, "Aku takut karena dia akan dimakan serigala waktu kamu (saudara-saudara Yusuf) lalai bermain-main", Kenapa engkau bimbang pada serigala tetapi tidak menyatakan harapan pada-Ku? Engkau hanya memandang kelalaian saudara-saudaranya saja tapi engkau tidak memandang perlindungan-Ku terhadapnya (Yusuf)."
Kemudian Allah bertanya lagi pada Nabi Yaakub a.s.,
"Tahukah kamu kenapa Yusuf Aku kembalikan padamu?"
"Tidak, ya Tuhanku," jawab Nabi Yaakub a.s.
"Juga karena kata-katamu, "Semoga Allah akan mengembalikan semua padaku". Dan karena kata-katamu, "Pergilah untuk mencari Yusuf dan adiknya dan janganlah kamu berputus asa."

Kata Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda:

"Yang paling awal diseru di hari kiamat adalah orang yang hafal Al Quran dan seorang yang syahid dalam peperangan serta seorang yang kaya."

Maka firman Allah kepada yang hafal Al Quran,
"Apakah Aku tidak mengajarmu? Mengajar Al Quran yang Aku turunkan kepada Rasul-Ku?"
Jawab orang itu, "Tentu saja ya Tuhanku."

Dan firman Allah, "Digunakan untuk apa ilmu yang kau miliki itu?"
Jawabnya, "Aku amalkan dan aku kaji siang dan malam."

Firman Tuhan, "Kamu dusta!"
Demikian pula para malaikat berkata, "Kamu dusta."

Firman Tuhan, "Sebenarnya Kamu hanya ingin menjadi seorang qari maka cukuplah pujian orang-orang itu sebagai ganjaranmu. Itulah bagianmu."
Sekarang giliran orang yang mati di dalam peperangan dihadapkan kepada Tuhan yang Maha Esa dan Tuhan berfirman,
"Apakah yang engkau telah lakukan di dunia?"
Jawabnya, "Saya diperintahkan ikut perang sabil, kemudian perintah itu saya jalankan sampai saya mati dalam peperangan itu."

Firman Allah: "Kamu dusta!"
Demikian pula para malaikat berkata, "Kamu dusta."

Firman Allah, "Sebetulnya kamu ingin dipuji sebagai seorang yang berani (pahlawan). Cukuplah pujian itu sebagai bagianmu."
Kemudian tibalah giliran orang kaya dihadapkan ke hadirat Allah SWT. Firman Allah,
"Apakah engkau tidak diberi kekayaan oleh-Ku? Sehingga engkau tidak memberikan kepada sesiapapun?"
Jawab orang kaya, "Tentu saja ya Tuhan, hamba telah diberi kekayaan olehMu."

Firman Tuhan,"Dipergunakan untuk apa kekayaan yang Aku berikan padamu itu?"
Jawabnya, "Saya pergunakan untuk bersilaturrahim dan bersedekah."

Firman Tuhan, "Kamu berdusta!"
Demikian pula para malaikat berkata, "Kamu berdusta."

Firman Tuhan, "Sebetulnya kamu ingin dipuji sebagai seorang yang pemurah. Pujian orang-orang itulah sebagai bagian untukmu."
"Kemudian Rasulullah menepuk lututku," kata Abu Hurairah dan Rasulullah bersabda, "Ya Abu Hurairah untuk merekalah Api Neraka pertama kali akan dinyalakan."

Dari Muaz, Rasulullah SAW bersabda :

"Puji syukur ke hadrat Allah SWT yang menghendaki agar makhluk-Nya menurut kehendak-Nya, wahai Muaz!"
Jawabku, "Ya, Sayidil Mursalin."

Sabda Rasulullah SAW, "Sekarang aku akan menceritakan sesuatu kepadamu yang apabila engkau hafalkan (diambil perhatian) olehmu akan berguna tetapi kalau engkau lupakan (tidak dipedulikan) olehmu maka kamu tidak akan mempunyai alasan di hadapan Allah kelak."

"Hai Muaz, Allah itu menciptakan tujuh malaikat sebelum Dia menciptakan langit dari bumi. Setiap langit ada satu malaikat yang menjaga pintu langit dan tiap-tiap pintu langit dijaga oleh malaikat penjaga pintu menurut ukuran pintu dan keagungannya."

"Maka malaikat yang memelihara amalan si hamba (malaikat hafazah) akan naik ke langit membawa amal itu ke langit pertama. Penjaga langit pertama akan berkata kepada malaikat Hafazah,"Saya penjaga tukang mengumpat. Lemparkan kembali amalan itu ke muka pemiliknya karena saya diperintahkan untuk tidak menerima amalan tukang mengumpat".

"Esoknya, naik lagi malaikat Hafazah membawa amalan si hamba. Di langit kedua penjaga pintunya berkata,"Lemparkan kembali amalan itu ke muka pemiliknya sebab dia beramal karena mengharapkan keduniaan. Allah memerintahkan supaya amalan itu ditahan jangan sampai lepas ke langit yang lain."

"Kemudian naik lagi malaikat Hafazah ke langit ketiga membawa amalan yang sungguh indah. Penjaga langit ketiga berkata, "Lemparkan kembali amalan itu ke muka pemiliknya karena dia seorang yang sombong."

Rasulullah SAW meneruskan sabdanya,
"Berikutnya malaikat Hafazah membawa lagi amalan si hamba ke langit keempat. Lalu penjaga langit itu berkata,"Lemparkan kembali amalan itu ke muka pemiliknya. Dia seorang yang ujub. Allah memerintahkan aku menahan amalan si ujub."

Seterusnya amalan si hamba yang lulus ke langit kelima dalam keadaan bercahaya-cahaya dengan jihad, haji, umrah dan lain-lain. Tetapi di pintu langit penjaganya berkata,"Itu adalah amalan tukang hasad. Dia sangat benci pada nikmat yang Allah berikan pada hamba-Nya. Dia tidak redha dengan kehendak Allah. Sebab itu Allah perintahkan amalannya dilemparkan kembali ke mukanya. Allah tidak terima amalan pendengki dan hasad."

Di langit keenam, penjaga pintu akan berkata,"Saya penjaga rahmat. Saya diperintahkan untuk melemparkan kembali amalan yang indah itu ke muka pemiliknya karena dia tidak pernah mengasihi orang lain. Kalau orang dapat musibah dia merasa senang. Sebab itu amalan itu jangan melintasi langit ini."

Malaikat Hafazah naik lagi membawa amalan si hamba yang dapat lepas hingga ke langit ketujuh. Cahayanya bagaikan kilat, suaranya bergemuruh. Di antara amalan itu ialah shalat, puasa, sedekah, jihad, warak dan lain-lain.

Tetapi penjaga pintu langit berkata,"Saya ini penjaga sum’ah (ingin kemasyhuran). Sesungguhnya si hamba ini ingin termasyhur dalam kelompoknya dan selalu ingin tinggi di saat berkumpul dengan kawan-kawan yang sebaya dan ingin mendapat pengaruh dari para pemimpin. Allah memerintahkan padaku agar amalan itu jangan melintasiku. Tiap-tiap amalan yang tidak bersih karena Allah maka itulah riya’. Allah tidak akan menerima dan mengabulkan orang-orang yang riya’."

Kemudian malaikat Hafazah itu naik lagi dengan membawa amal hamba yakni shalat, puasa, zakat, haji, umrah, akhlak yang baik dan mulia serta zikir pada Allah. Amalan itu diiringi malaikat ke langit ketujuh hingga melintasi hijab-hijab dan sampailah ke hadirat Allah SWT.
Semua malaikat berdiri di hadapan Allah dan semua menyaksikan amalan itu sebagai amalan soleh yang betul-betul ikhlas untuk Allah.

Tetapi firman Tuhan,"Hafazah sekalian, pencatat amal hamba-Ku, Aku adalah pemilik hatinya dan Aku lebih mengetahui apa yang dimaksudkan oleh hamba-Ku ini dengan amalannya. Dia tidak ikhlas pada-Ku dengan amalannya. Dia menipu orang lain, menipu kamu (malaikat Hafazah) tetapi tidak bisa menipu Aku. Aku adalah Maha Mengetahui."

"Aku melihat segala isi hati dan tidak akan terlindung bagi-Ku apa saja yang terlindung. Pengetahuan-Ku atas apa yang telah terjadi adalah sama dengan pengetahuan-Ku atas apa yang bakal terjadi."

"Pengetahuan-Ku atas orang yang terdahulu adalah sama dengan Pengetahuan-Ku atas orang-orang yang datang kemudian. Kalau begitu bagaimana hamba-Ku ini menipu Aku dengan amalannya ini?"

"Laknat-Ku tetap padanya."

Dan ketujuh-tujuh malaikat beserta 3000 malaikat yang mengiringinya pun berkata:

"Ya Tuhan, dengan demikian tetaplah laknat-Mu dan laknat kami sekalian bagi mereka."
Dan semua yang di langit turut berkata,"Tetaplah laknat Allah kepadanya dan laknat orang yang melaknat."

Sayidina Muaz (yang meriwayatkan hadist ini) kemudian menangis terisak-isak dan berkata, "Ya Rasulullah, bagaimana aku dapat selamat dari apa yang diceritakan ini?"
Sabda Rasulullah SAW, "Hai Muaz, ikutilah Nabimu dalam soal keyakinan."

Muaz bertanya kembali,"Ya, tuan ini Rasulullah sedangkan saya ini hanyalah si Muaz bin Jabal, bagaimana saya dapat selamat dan bisa lepas dari bahaya tersebut?"
Bersabda Rasulullah, "Ya begitulah, kalau dalam amalanmu ada kelalaian maka tahanlah lidahmu jangan sampai memburukkan orang lain. Ingatlah dirimu sendiri pun penuh dengan aib maka janganlah mengangkat diri dan menekan orang lain."

"Jangan riya’ dengan amal supaya amal itu diketahui orang. Jangan termasuk orang yang mementingkan dunia dengan melupakan akhirat. Kamu jangan berbisik berdua ketika disebelahmu ada orang lain yang tidak diajak berbisik. Jangan takabur pada orang lain nanti luput amalanmu dunia dan akhirat dan jangan berkata kasar dalam suatu majlis dengan maksud supaya orang takut padamu, jangan mengungkit-ungkit apabila membuat kebaikan, jangan mengoyak perasaan orang lain dengan mulutmu, karena kelak engkau akan dikoyak-koyak oleh anjing-anjing neraka jahanam."

Sebagaimana firman Allah yang bermaksud,"Di neraka itu ada anjing-anjing yang mengoyak badan manusia."

Muaz berkata, "Ya Rasulullah, siapa yang tahan menanggung penderitaan semacam itu?"
Jawab Rasulullah SAW, "Muaz, yang kami ceritakan itu akan mudah bagi mereka yang dimudahkan oleh Allah SWT. Cukuplah untuk menghindari semua itu, kamu menyayangi orang lain sebagaimana kamu mengasihi dirimu sendiri dan benci bila sesuatu yang dibenci olehmu terjadi pada orang lain. Kalau begitu kamu akan selamat dan dirimu pasti akan terhindar dari api neraka."

Nabi SAW bersabda :

Allah SWT berfirman,"Sekurang-kurangnya tindakan-Ku terhadap seorang hamba yang lebih mengutamakan nafsunya dari berbuat taat kepada-Ku tidak Kuberi padanya kebahagiaan bermunajat kepada-Ku."


Sayidina Ali r.a. berkata :

"Dasar kekafiran itu dikelilingi oleh empat tiang yaitu kasar hati, buta fikiran, lalai dan prasangka. Orang berhati kasar akan menghina kebenaran, menunjukan kejahatan dan mengutuk orang-orang pandai."
"Buta hati, lupa zikrullah dan lalai akan menjauhkan diri dari ketetapan Allah, dan orang yang syak wasangka akan tertipu oleh angan-angan. Sampai akhirnya ia ditimpa kecewa dan sesal yang tidak berujung karena diperlihatkan oleh Allah hal-hal yang selama ini tidak difikirkannya."

Nabi SAW bersabda:

"Sekurang-kurangnya (hati) mu mesti berisi keyakinan dan keteguhan dalam bersabar. Siapa yang mendapatkan kedua hal itu, tidak mengapa baginya bila kadang-kadang lalai dalam mengerjakan shalat sunat di malam hari dan puasa sunat di siang hari."

"Orang-orang sabar dalam keadaan itu lebih disukai. Aku khawatir sepeninggalku dunia akan terbuka luas di depanmu, lalu masing-masing bersifat nafsi-nafsi, engkau-engkau, aku-aku dan kamu tidak kenal lagi penduduk langit. Di waktu itu siapa yang sabar dan ikhlas akan memenangkan pahala yang selengkapnya."

Firman Allah : Terjemahannya : Apa yang ada pada kamu akan habis dan apa yang di sisi Allah akan kekal dan akan Kami beri tambahan pahala pada orang-orang yang sabar dalam apa yang mereka lakukan. (An Nahl: 96)

Dalam atsar dari Ibnu Abbas menceritakan ketika Nabi masuk ke suatu perkumpulan kaum Ansar baginda bertanya :

"Apakah saudara-saudara telah betul-betul Mukmin?"
Umar lalu menjawab, "Benar ya Rasulullah."
Baginda bertanya lagi, "Apakah ciri-ciri iman, saudara-saudara?"
Hadirin menjawab, "Kami bersyukur atas kesenangan, bersabar atas cobaan dan redha menerima ketentuan Tuhan." Lalu Nabi bersabda, "Memang anda semua Mukmin sejati, demi Tuhan Kaabah."

Termaktub dalam sepucuk surat Khalifah Umar kepada Abu Musa Al Ashaari,

"Hadapilah sifat sabar dan ketahuilah bahwa sifat sabar itu dua macam, di mana yang satu lebih afdol dari yang lain. Sabar dalam musibah adalah sifat baik namun lebih afdal lagi sabar dalam menghindar larangan Allah SWT.

Ketahuilah bahwa sabar itu berhubungan dengan iman karena kebajikan yang paling utama adalah takwa dan takwa hanya dapat dicapai dengan sabar."

Nabi Sulaiman a.s. pernah dihukum Allah selama 40 hari

Semasa baginda dihukum, banyak orang berbuat kasar dengannya. Sebab itu saat Nabi Sulaiman a.s. bebas dan menjadi raja kembali, ada seorang umatnya datang meminta maaf pada Nabi Sulaiman a.s. Nabi Allah itu menjawab,"Aku tidak mengumpat tentang apa yang telah kamu lakukan dan tidak lupa pula memuji sikapmu sekarang. Sesungguhnya semua yang telah terjadi itu adalah perintah dari langit yang mesti terjadi."

13. Seorang ulama salaf berkata

"Setiap seorang hamba berbuat dosa, bumi tempat ia berdiri meminta keizinan Tuhan untuk membenamkannya dan langit yang di atas kepalanya memohon izin untuk gugur menimpanya."Tetapi Tuhan berfirman pada langit dan bumi itu,

"Tahanlah bahaya untuk hamba-Ku itu dan beri dia waktu. Mungkin dia bertaubat pada-Ku lalu Aku ampunkan dan mungkin saja dia menggantikan kerja buruknya dengan amalan yang baik lalu Aku gantikan dosanya dengan pahala."

Itulah yang dimaksudkan dengan firman Allah :
Terjemahannya : Sesungguhnya Allah menahan langit dan bumi dari terjatuh dan kalau keduanya terjatuh tiada seorang pun yang akan bisa menahan selain Dia. (Faathir : 41)

Rasulullah SAW bersabda :

"Ya Tuhanku, karuniakanlah aku dua mata yang berlinang meneteskan air mata sebelum datang saat di mana mata menetiskan darah dan gigi menjadi bara."

Ummul Mukminin Sayidatina Aisyah bertanya kepada Nabi SAW :

Wahai Rasulullah, "Apakah ada umatmu yang nanti dapat masuk syurga tanpa hisab?"
Jawab baginda,"Ada, yaitu orang yang mengenang dosanya lalu dia menangis."

Yahaya bin Muaz r.a berkata,

"Malang sekali nasib keturunan Nabi Adam a.s. Kalau mereka mencemaskan Neraka seperti mencemaskan kemiskinan tentulah dia akan masuk Syurga."

Diriwayatkan :

Seorang Nabi mengeluh kepada Allah bahwa dia telah menderita lapar dan kekurangan pakaian selama bertahun-tahun dan pakaiannya hanyalah jubah bulu yang kasar. Lalu Allah mewahyukan kepadanya,"Wahai hamba-Ku, tidakkah engkau senang hati karena hatimu telah Aku lindungi dari sikap kafir terhadap-Ku hingga engkau minta pula diberi keduniaan?"

Sebahagian ulama’ salaf bermunajat seperti ini :

"Ya Allah, generasi mana yang tidak membuat kedurhakaan padaMu namun Engkau tetap memberi rezeki kepada mereka. Sesungguhnya Maha Suci Engkau dan Maha Penyantun. Demi kemuliaanMu, Engkau didurhakai manusia namun Engkau tetap melimpahkan pemberian dan rezeki, bagaikan Engkau tidak pandai marah pada mereka, wahai Tuhan kami

 

 Sumber : gagakmas.org

February 23, 2006

Surat Terbuka Untuk Ukhti Muslimah

Filed under: Religi

Surat Terbuka Untuk Ukhti Muslimah
Artikel Muslimah - Tuesday, 07 February 2006

“Apabila datang kepadamu seorang laki-laki (untuk meminang) yang engkau ridha terhadap agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah dia. Bila tidak engkau lakukan, maka akan terjadi fitnah dan akan timbul kerusakan yang merata di muka bumi.”
(HR. Tirmidzi dan Ahmad).
***

Kafemuslimah.comSaudariku, siapkan dirimu untuk memasuki gerbang pernikahan. Saat engkau sudah lulus SMU, engkau harus siap jika ada seorang ikhwan mengajakmu menikah. Jika lelaki itu shalih, janganlah engkau menolak lamarannya. Jika tidak, maka kelak akan terjadi fitnah pada dirimu.

Aku pernah mendengar sebuah kisah yang kudengar dari istriku. Ini mengenai sahabatnya yang sudah berusia 37 tahun namun belum juga menikah. Dia pernah menceritakan kepada istriku, bahwa dulu pernah ada seorang ikhwan shalih yang datang melamarnya, namun ia tolak lantaran kesibukannya bekerja. Beberapa tahun kemudian ikhwan itu menikah dengan perempuan yang lain. Ikhwan itu kini dikenal sebagai tokoh dakwah di daerahnya. Dirinya sendiri belum menikah hingga kini, padahal ia sangat mengharapkan sekali. Dilihat dari segi fisiknya, ia tergolong cantik.

Sahabat istriku itu kini kerap merasa iri hati bila ada temannya yang menikah. Puncaknya, dia tidak ikut pengajian lagi. Dia sudah menjauhi dakwah dan da’inya. Dia salah satu orang yang telah “berguguran di jalan dakwah”. Sebagai seorang muslim, kita berlindung diri dari kejadian ini. Semoga kejadian ini tidak menimpa diri kita.

Apa yang menghimpit dada saudara-saudara kita sehingga mereka hanya sanggup meneteskan airmata, awalnya adalah karena mereka menunda apa yang seharusnya disegerakan, mempersulit apa yang seharusnya dimudahkan. Padahal Rasulullah Saw. telah berpesan, “Wahai Ali, ada tiga perkara yang jangan kau tunda-tunda; shalat apabila telah tiba waktunya, jenazah apabila telah siap penguburannya, dan perempuan apabila telah datang laki-laki yang sepadan meminangnya.” (HR. Ahmad).

Lemahnya keyakinan kita bahwa Allah pasti akan memberi rezeki, atau bisa jadi merupakan cerminan dari tidak adanya sifat qana’ah (mencukupkan diri dengan yang ada). Alih-alih ingin hidup bahagia, kita tunda pernikahan karena menunggu kemapanan. Alih-alih mempertimbangkan pendidikan anak-anak kelak, kita tolak pinangan sampai ia mantap dalam pekerjaan, sehingga akad nikah itu tak kunjung datang.

Suatu ketika ada yang datang menemui al-Hasan, cucu Rasulullah Saw., ia ingin bertanya, sebaiknya dengan siapa putrinya menikah. Maka al-Hasan berkata, “Kawinkanlah dia dengan orang yang bertakwa kepada Allah. Sebab jika laki-laki itu mencintainya, ia pasti memuliakannya; dan jika ia tidak mencintainya, ia tidak akan berbuat zalim kepadanya.”

Nasihat al-Hasan ini menuntun kita untuk membenahi pikiran. Bila engkau merindukan suami yang mencintaimu setulus hati, jangan salah menata hati. Orang yang memberi perhatian hangat sebelum engkau akad, belum tentu dapat menjadi tempat buat curhat di saat engkau punya beban jiwa yang berat. Kadang kita dengan mudah jadi mabuk kepayang hanya karena ia bilang sayang, padahal cintanya lekas hilang dan perhatiannya cepat melayang. Tetapi jika kita menikah dengan orang yang bertakwa, cinta yang semula tak ada meski cuma benihnya, dapat bersemi indah karena komitmen yang memenuhi jiwa.

Sumber : Chandra Kurniawan
http://penulis-muda.blogdrive.com

February 22, 2006

The Queen of Expression

Filed under: Artikel

Cosmo’s Guide to be The Queen of Expression

Sindiran pedas berselimut kata-kata semanis madu dari seorang teman membuat hati Anda perih bak diiris sembilu. Tapi yang lebih menyedihkan, Anda tak kuasa mengungkapkan atau membalas keberatan atas kekejaman kata-kata yang keluar dari bibirnya. Lain waktu, Anda kembali “menikmati” kedongkolan yang nyaris sama. Kali ini, oknum penyebab kekesalan adalah si dia yang masih juga tak bisa bersikap tegas kepada wanita-wanita yang berharap cinta darinya. Meski amarah sudah di puncak kepala, lagi-lagi, Anda pilih diam dan menyambutnya dengan pelukan selebar daun pintu. Si dia tak boleh tahu Anda cemburu. Entah marah, cemburu, bahkan rasa takut, Anda selalu menutupi semua perasaan itu dengan sempurna. Anda tak pernah berniat mengungkapkan apa pun yang Anda rasakan di dalam sana, meski dorongan untuk itu besar sekali. Yang jadi pertanyaan, salahkah Anda bersikap demikian?

Menurut Dra. Endang Parahyanti, M.Psi, Psikolog, pilihan seseorang untuk memendam rasa marah, cemburu, atau rasa takut ketimbang mengekspresikannya, biasanya disebabkan pengaruh eksternal yaitu takut menyinggung perasaan orang lain, atau khawatir terlihat lemah di mata orang lain. Ini juga berkaitan erat dengan budaya atau tata cara tempat dia dibesarkan. Pasalnya, di beberapa budaya, rasa marah, cemburu dan takut, pantang diekspresikan agar tak mendapat label negatif. Sebenarnya, memendam perasaan atau emosi tidaklah manusiawi karena pasti ada yang dikorbankan, baik diri sendiri atau orang lain. Tidak menyuarakan perasaan bisa membuat beban semakin lama kian menumpuk. Dan ketika beban itu luber, bisa dipastikan hasilnya akan lebih merugikan.

To the point saja ya, ekpresikan perasaan Anda! Anda bisa kok mengungkapkan semua yang Anda rasa tanpa menyinggung perasaan apalagi melanggar hak orang lain. Misalnya, antrian Anda dipotong tanpa permisi. Daripada ngamuk dan malah dikira orang Anda menderita sakit jiwa, lebih baik ungkapkan keberatan Anda dengan cara sopan dan tegas. Coba simak beberapa tips Cosmo bagaimana cara terbaik mengekspresikan diri. Percaya deh, jika dilakukan dengan cara yang tepat, mengungkapkan perasaan hati akan memperkuat rasa percaya diri dan membuat Anda putus pertemanan dengan depresi.

Cosmo’s way to…

Let Out Your Huff
Tak pernah ada yang bilang bahwa hidup ini mudah. Begitu banyaknya problem membuat Anda kerap sulit menikmatinya. Yang jadi masalah, saat merasa marah, Anda pilih bungkam dan memendamnya. Tanpa disadari, kekesalan yang bertumpuk dan terpendam membuat Anda tertekan dan kelihatan 10 tahun lebih tua! Seringnya, Anda berkhayal asyik juga kalau bisa meng-K.O si Biang masalah dengan tinju ala Rocky. Tapi sayangnya, itu tak menyelesaikan masalah karena rasa dongkol tetap bercokol di dalam hati.

Solve the problem: Emosi meluap yang tak diekspresikan tentu akan memengaruhi diri Anda. Suatu saat, perasaan negatif yang Anda pendam tanpa pelepasan yang sehat pasti akan “tumpah”. Dikhawatirkan, tumpahan ini akan membuat orang lain di sekitar Anda menjadi “basah” alias ikut kena getahnya. Jadi, cobalah mengekspresikan kekesalan atau kekecewaan dengan cara yang sehat. Pikirkan dulu kata-kata yang ingin Anda ucapkan. Gunakan nada suara yang tegas, tapi tak emosional. Jika yang membuat kesal adalah orang di masa lalu Anda, tuliskan saja rasa marah Anda. Setelah itu, bakar. Biarkan amarah Anda lenyap bersama abu.

Cosmo’s way to…

Expose your emotional side
Anda takut menangis karena khawatir dianggap lemah. Mungkin hal itu Anda dapat dari pengajaran orang tua semasa kecil dulu. Akhirnya, Anda tumbuh dengan rasa bangga karena cap sebagai pribadi yang keras kepala, keras hati. Anda enggan menonton komedi romantis karena tak mau meneteskan air mata. Padahal, menurut Endang Parahyanti, sikap seperti itu adalah sikap orang yang tak berani jujur alias pembohong tulen. Anda juga akan jadi pribadi yang tak menyenangkan karena sibuk membungkus diri dalam kepura-puraan.

Lupakan olahraga-olahraga atau kegiatan menantang keberanian lain yang Anda gunakan untuk membuktikan ketangguhan Anda. Karena memang bukan itu ukuran yang layak Anda pakai. Selama Anda tak bisa mengakui kelemahan diri sendiri, memaklumi dan bersikap selayaknya manusia biasa, Anda bukanlah pribadi hebat!

Solve the problem:
Akuilah, Anda adalah seorang manusia, bukan robot. Tak perlu berakting cool jika hati Anda sebenarnya lembut dan mudah tersentuh. Jangan pedulikan orang-orang yang akan menganggap Anda lemah hanya karena Anda punya hati. Asal Anda tahu, mereka yang memiliki kelembutan hati justru orang-orang tangguh yang sejati. Yakinkan hati bahwa si dia bakal berbunga-bunga mendengar Anda kerap merindukannya. Jangan takut ibu tersayang bakal tertawa saat Anda mengucapkan betapa Anda mencintainya. Sepanjang segala bentuk emosi diluapkan dengan terkendali, tak perlu takut bakal menimbulkan masalah.

Sumber : Queen of Expression

February 21, 2006

Tujuh golongan

Filed under: Religi

Hadis riwayat Abu Hurairah ra:

Dari Nabi saw., beliau bersabda: Ada tujuh golongan yang bakal dinaungi oleh Allah di bawah naungan-Nya, pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya, yaitu:

1. Pemimpin yang adil.
2. Pemuda yang tumbuh dengan ibadah kepada Allah (selalu beribadah)
3. Seseorang yang hatinya bergantung kepada masjid (selalu melakukan salat jamaah di dalamnya)
4. Dua orang yang saling mengasihi di jalan Allah, keduanya berkumpul dan berpisah karena Allah.
5. Seorang yang diajak perempuan berkedudukan dan cantik (untuk berzina), tapi ia mengatakan: Aku takut kepada Allah.
6. Seseorang yang memberikan sedekah kemudian merahasiakannya sampai tangan kanannya tidak tahu apa yang dikeluarkan tangan kirinya
7. Dan seseorang yang berzikir (mengingat) Allah dalam kesendirian, lalu menitiskan air mata dari kedua matanya

Sumber : Hadith

February 20, 2006

Islam, Simbol, dan Valentine’s Day

Filed under: Artikel

Jakarta, 15 Februari 2006

Islam, Simbol, dan Valentine’s Day

Oleh Anick HT

Adalah seorang Valentine, pastor di zaman Kaisar Claudius II di Roma, abad III. Secara diam-diam, ia menentang sang Kaisar yang dengan otoritasnya menghapuskan sebuah tradisi yang sudah berlangsung sejak zaman Romawi Kuno. Seperti kebanyakan tradisi kuno lainnya, perayaan untuk menghormati Dewa Lupercus itu diawali dengan upacara yang disebut dengan Lupercilia setiap 15 Februari. Upacara ini awalnya diadakan untuk mengusir serigala ganas yang sering muncul di sekitar kota Roma.

Salah satu persembahan mereka adalah mengadakan sebuah festival yang salah satu acaranya adalah tradisi bernama name drawing, terutama diperuntukkan bagi anak-anak muda yang masih lajang.

Festival diawali dengan menulis semua nama gadis di kota Roma pada kertas kecil dan dimasukkan ke dalam wadah kaca besar. Setelah itu, setiap lelaki lajang di Roma mengambil lembaran kertas tersebut secara acak. Nama gadis yang tertera di kertas pilihan mereka otomatis akan menjadi kekasih mereka.

Ketika Kaisar Claudius II memerintah, sang kaisar kesulitan mencari pemuda untuk dijadikan pasukan karena para lelaki di Roma lebih memilih tinggal dan berkumpul bersama orang-orang yang mereka cintai. Karena itu, sang kaisar kemudian melarang pemuda-pemuda Roma untuk menikah atau bertunangan, dan menghapus tradisi name drawing itu.

Pastor Valentine, dengan prinsip cinta kasih yang dianutnya, secara diam-diam tetap menikahkan pasangan-pasangan muda yang ingin menikah. Baginya, kasih sayang antar-manusia harus dilindungi. Cinta harus dirayakan. Baginya, kebijakan Sang Kaisar melarang pernikahan adalah melawan manusia dan kemanusiaan. Apalagi kepentingan Kaisar adalah kepentingan perang yang penuh kebencian dan pertumpahan darah.

Ulahnya itulah yang kemudian menyeretnya ke altar eksekusi mati. Ia mati 14 Februari 269 M dengan meninggalkan sepucuk surat cinta kepada seorang anak sipir penjara. Untaian cinta pada surat itulah yang membuat orang belakangan menahbiskan tanggal matinya sebagai Hari Kasih Sayang (Valentine’s Day).

Belakangan valentine’s day menjadi momentum yang mendunia. Hampir di seluruh negara, hari itu menjadi saat berbagi kasih dengan sesama dirayakan. Di Mesir atau sebagian negara Arab, misalnya, meski sebagian ulama melarangnya, masyarakat merayakan apa yang disebut mereka sebagai ‘id al-hubb dan syamm al-nasim itu.

Islam dan Cinta
Cerita asal muasal valentine’s day ini menarik. Bukan hanya karena ia mengenalkan kita pada satu masa yang bagi kita sekarang ini hanya bisa dibayangkan layaknya dongeng. Bukan hanya karena cerita ini seheroik dan sedramatis Romeo and Juliet. Ia juga menarik karena justru kisah itulah yang kemudian menjadi dasar dan amunisi penyikapan terhadap perayaan Valentine.

Sebagian kalangan Islam dengan tegas mengharamkan umatnya turut merayakan Hari Kasih Sayang itu, karena merayakannya berarti mengamini ajaran Romawi Kuno, sekaligus ajaran Kristen. Merayakannya berarti mengiyakan akidah lain di luar Islam.

Bagi mereka, valentine’s day adalah simbol kekristenan. Dan simbol merepresentasikan substansi. Karena itu merayakannya berarti merayakan kekristenan. Di samping menganggap bahwa valentine’s day adalah bid’ah yang tidak ada dasar legitimasinya dalam Islam, argumen pengharaman ini terutama mendasarkan pada hadis riwayat al-Tirmidzi: “Barangsiapa meniru suatu kaum, maka ia termasuk dari kaum tersebut.” Bagi sebagian ulama lain, hadis larangan meniru atau tasyabbuh ini adalah hadis yang menjustifikasi larangan taqlid (meniru sesuatu tanpa tahu esensinya). Sangat tidak produktif jika kita memakai hadis ini untuk melarang segala hal yang datang dari luar. Padahal juga, Nabi menyuruh kita untuk “mencari ilmu sampai ke China”, yang notabene bukan negara Islam. Bukankah dengan demikian Nabi menyuruh kita untuk “meniru” orang China?

Mereka lupa, Islam tidak lahir di ruang kosong. Islam tidak berawal dari titik nol. Di samping melahirkan orisinalitas dan otentisitasnya sendiri, Islam juga merebut simbol-simbol yang sudah ada sebelumnya, lalu mengisinya dengan esensi Islam, untuk tidak mengatakan “mengislamisasi” simbol-simbol itu.

Mereka lupa bahwa Islam merebut Ka’bah yang tadinya adalah simbol pemujaan berhala. Mereka lupa bahwa menara masjid berasal dari manarah (tempat menyalakan api), simbol pemujaan kaum Majusi. Mereka lupa bahwa sebelum Islam datang, puasa adalah tradisi kekristenan.

Mereka juga lupa bahwa Islam simbolik dan formalis seperti itulah yang justru membuah Muhammad Abduh dengan terpaksa harus berkata: “Saya menemukan Islam di Paris, meski tidak ada orang Islam di sana. Dan saya tidak menemukan Islam di Mesir, meski banyak orang Islam di sini.”

Lebih jauh dari itu, mereka lupa bahwa prinsip cinta, kasih dan sayang (rahman dan rahim) yang menjadi semangat valentine’s day, juga adalah prinsip Islam yang harus selalu diprioritaskan, ketimbang prinsip kebencian dan permusuhan.

Islam sendiri adalah agama kasih dan menjunjung cinta pada sesama. Dalam Islam, cinta demikian dihargai dan menempati posisi sangat terhormat, kudus dan sakral.

Islam memandang cinta kasih sebagai rahmat. Maka seorang mukmin tidak dianggap beriman sebelum dia berhasil mencintai sesamanya laksana dia mencintai dirinya sendiri (HR. Muslim).

Bahkan, “sebaik-baik manusia adalah yang paling berguna buat kehidupan sesamanya”, dan cinta sering kali menjadikan seorang mukmin lebih mendahulukan saudaranya daripada dirinya sendiri, sekalipun mereka berada dalam kesusahan (QS. al-Hasyr: 9).

Di mata Islam, mencinta dan dicinta itu adalah “risalah” suci yang harus ditumbuhsuburkan dalam dada setiap pemeluknya. Dalam konteks ini, tidak ada salahnya merayakan valentine’s day.

Fakta bahwa valentine’s day identik dengan hura-hura dan pergaulan bebas, itu adalah soal lain yang merupakan konstruksi sosial belakangan, yang bagi sebagian kalangan justru mengaburkan esensi sesungguhnya. Ia sama sekali tidak bisa menjadi alasan pengharaman. Justru jika kita mampu menangkap semangat asali valentine’s day, cinta kasih antar sesama, wajib bagi kita untuk menggunakan momentum ini menjadi bagian dari misi sosial Islam.

Rasanya, Islam akan lebih berharga jika semangat mencintai dan berbagi ditebarkan, sementara semangat membenci dan memusuhi dimusnahkan. Rasanya, kemajuan peradaban Islam justru terjadi ketika Islam menjadi korpus terbuka yang siap berkompromi dengan kebaruan. Rasanya, Islam akan mampu mewujudkan misi rahmatan li al-’alamin jika setiap umatnya menjadi bagian dari laskar cinta ala Ahmad Dhani:

Wahai, jiwa-jiwa yang tenang/Berhati-hati lah dirimu/Kepada hati hati yang penuh dengan/Kebencian yang dalam

Karena, sesungguhnya iblis/ada dan bersemayam/Di hati yang penuh dengan benci/di hati yang penuh dengan prasangka.

Laskar Cinta/Sebarkanlah benih-benih cinta/Musnahkanlah virus-virus benci/Virus yang bisa rusakkan hati/Dan busukkan hati

Laskar Cinta/Ajarkanlah ilmu tentang cinta/Karena cinta adalah hakikat/Dan jalan yang terang bagi semua umat manusia

Jika kebencian meracunimu kepada/kaum umat yang lainnya/Maka sesungguhnya iblis/sudah berkuasa atas dirimu

Maka jangan pernah berharap/Aku akan mengasihi menyayangi/Manusia-manusia yang penuh benci/seperti kamu.

Sumber : uin valentine’s day

February 19, 2006

Berproses Meraih Cinta Allah

Filed under: Religi

Berproses Meraih Cinta Allah
Artikel Islam - Wednesday, 26 October 2005

Kafemuslimah.com "Ya Allah, aku sungguh memohon cinta-Mu, cinta orang-orang yang mencintai-Mu, dan mencintai amal yangdapat menghantarkan aku pada cinta-Mu." (HR Tirmidzi)

Saudaraku, seharusnya tidak ada yang harus kita impikan dalam hidup selain meraih cinta dan kasih sayang Allah. Tampaknya, terlalu rendah bila kita sekadar memimpikan kekayaan, jabatan, popularitas, dan aksesoris duniawi lainnya. Tidak berarti semua itu tanpa mendapatkan cinta dan kasih sayang Allah. Dunia hanya sementara, dan kalau tidak hati-hati malah bisa menjerumuskan.

Hakikatnya, semua yang ada mutlak milik Allah. Maka, alangkah bahagianya bila kita dicintai oleh Dzat yang pemilik semua itu. Tidak ada lagi yang harus kita takutkan seandainya Allah sudah mencintai kita. Namun, betapa nestafanya hidup bila kita jauh dari Allah, atau na’udzubillah bila sampai dibenci Allah. Inilah kerugian yang tiada bandingannya.

Ada sebuah hadis dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Sungguh, jika Allah mencintai seorang hamba, Dia akan memanggil Jibril, lalu berfirman: ‘Aku sungguh mencintai si Fulan, cintailah ia!’. Maka ia pun dicintai penghuni langit. Kemudian ia diterima di bumi. Sebaliknya jika Allah membenci seorang hamba, maka Allah akan memanggil Jibril, lalu berfirman: ‘Aku sungguh membenci si Fulan, bencilah ia!’. Maka, Jibril pun membencinya dan berseru kepada penduduk langit, ‘Sungguh, Allah membenci si Fulan, maka bencilah ia’. Lalu ia pun dibenci penghuni langit. Kemudian ia mendapatkan kebencian di bumi" (HR Bukhari, Muslim, dan Tirmidzi).

Pertanyaannya, bagaimana cara kita meraih cinta Allah? Jawabannya sederhana, paksakan untuk selalu melaksanakan amalan-amalan yang disenangi Allah dan rasul-Nya. Allah mencintai kedermawanan, maka jadilah kita hamba yang dermawan; tiada hari tanpa bersedekah. Allah mencintai shalat tepat waktu dan berjamaah, maka jadilah kita hamba yang selalu bersegera menyambut seruan adzan. Dan banyak lagi.

Tidak mudah memang melaksanakan semua amalan tersebut. Perlu ilmu, proses, dan kesungguhan. Namun, itulah kewajiban sekaligus tantangan bagi seorang Muslim.

Ada enam langkah yang dapat kita praktikkan. Pertama, miliki tekad yang kuat untuk menjadi hamba yang dicintai Allah. Tanpa adanya tekad dan kemauan yang kuat mustahil kita bisa meraih keutamaan tersebut. Kedua, buat target. Susunlah amal-amal yang dicintai Allah, lalu targetkan amal mana saja yang dapat kita lakukan (sesuai kemampuan diri). Usahakan target ini dibuat tertulis dan terukur.

Ketiga, siapkan sarana pendukung. Misalnya, menyediakan buku-buku berkualitas dan membangkitkan, memasang kata-kata motivasi di kamar, bergaul dengan ulama, dan lainnya. Keempat, lawan dan kalahkan rasa malas saat hendak beramal. Malas adalah kendaraan syetan. Tiada sedikit pun keberuntungan dengan memperturutkan kemalasan. Kelima, sempurnakan setiap kali beramal. Jangan setengah-setengah.

Dan keenam, mohonlah kepada Allah agar digolongkan menjadi hamba yang dicintai-Nya. Ada sebuah doa yang dicontohkan Rasulullah SAW, Ya Allah, aku sungguh memohon cinta-Mu, cinta orang-orang yang mencintai-Mu, dan mencintai amal yang dapat menghantarkan aku pada cinta-Mu". Wallahu a’lam.

( Abdullah Gymnastiar )-republika

 

 Sumber : Kafe Muslimah

<<<<< >>>>>> Next

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Ian Main