Ilmu Padi

February 14, 2006

Tempat yang paling disuka

Filed under: Religi

23 January 2004 - 16:17
Tempat yang paling disuka
Hal-hal luar biasa (22)
Tempat yang paling disuka
***
Dari Abu Huroiroh ra,
dari Nabi saw, beliau berabda:
“Tempat yang paling disukai
oleh Allah adalah masjid,
dan tempat yang paling dibenci
oleh Allah adalah pasar.”
*
(HR Muslim)

Tengara Hikmah
Masjid adalah tempat sujud (sholat). Hadis di atas merupakan penguatan dan pembenaran atas ayat: “Tidak diciptakan jin dan manusia kecuali beribadah kepada-KU”.
Lebih dari itu Allah juga lebih suka melihat hamba-Nya menyepi daripada larut dalam keramaian. Ini pun paralel dengan keutamaan sholat tahajud.
Meski demikian perlu diingat, masjid yang makmur dengan banyak jamaah adalah syiar Islam karena merupakan wujud nyata dari terbinanya silaturahmi dan ukhuwah islamiyah. Sedang penyendirian untuk beribadah kepada Allah adalah nilai tambah bagi kaum muslim. Dan jika tiap individu memiliki nilai tambah, maka komunitas muslim yang banyak akan memiliki nilai tambah yang luar biasa pula. Sebab, Allah swt pun menjamin umat Islam bisa menjadi umat yang adil jika mereka bersatu dalam majelis.
Banyak hal yang bisa menjadi keagungan Islam jika umat Islam memakmurkan masjid, sekaligus menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan. Setidaknya, tiap orang akan mudah malu diri jika di dalam masjid melakukan hal yang buruk. Lain hal jika di tempat umum yang lain kebutuhannya, seperti di pasar.
Dari Salman Al Farizi ra - di antara perkatannya: “Jika kamu mampu janganlah sekali-kali kamu merupakan orang pertama yang memasuki pasar dan orang yang terakhir yang keluar darinya [pasar]. Sebab, pasar adalah medan pertemuan setan dan di sana ditegakkan bendera setan.” (HR Muslim).
Sementara itu Al Burqoniy meriwayatkan dalam kitab shohihnya dari Salman yang berkata: “Rosulullah saw pernah bersabda: “Janganlah kamu menjadi orang yang pertama memasuki pasar dan orang yang terakhir yang keluar dari sana, di sanalah setan bertelur dan beranak.”
Dari hadis ini umat Islam diminta untuk memelihara adab yang baik. Ini salah satu sebab para pedagang di Arab Saudi juga menutup daganganya ketika tiba waktu [awal] sholat. Umat Islam diajar oleh Nabi saw untuk berbisnis dengan keseimbangan yang terjaga ibadahnya. Wallahu a’lam bissawab. (Ace)

Sumber : Harian Terbit

<<<<< >>>>>>

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Ian Main