Ilmu Padi

February 22, 2006

The Queen of Expression

Filed under: Artikel

Cosmo’s Guide to be The Queen of Expression

Sindiran pedas berselimut kata-kata semanis madu dari seorang teman membuat hati Anda perih bak diiris sembilu. Tapi yang lebih menyedihkan, Anda tak kuasa mengungkapkan atau membalas keberatan atas kekejaman kata-kata yang keluar dari bibirnya. Lain waktu, Anda kembali “menikmati” kedongkolan yang nyaris sama. Kali ini, oknum penyebab kekesalan adalah si dia yang masih juga tak bisa bersikap tegas kepada wanita-wanita yang berharap cinta darinya. Meski amarah sudah di puncak kepala, lagi-lagi, Anda pilih diam dan menyambutnya dengan pelukan selebar daun pintu. Si dia tak boleh tahu Anda cemburu. Entah marah, cemburu, bahkan rasa takut, Anda selalu menutupi semua perasaan itu dengan sempurna. Anda tak pernah berniat mengungkapkan apa pun yang Anda rasakan di dalam sana, meski dorongan untuk itu besar sekali. Yang jadi pertanyaan, salahkah Anda bersikap demikian?

Menurut Dra. Endang Parahyanti, M.Psi, Psikolog, pilihan seseorang untuk memendam rasa marah, cemburu, atau rasa takut ketimbang mengekspresikannya, biasanya disebabkan pengaruh eksternal yaitu takut menyinggung perasaan orang lain, atau khawatir terlihat lemah di mata orang lain. Ini juga berkaitan erat dengan budaya atau tata cara tempat dia dibesarkan. Pasalnya, di beberapa budaya, rasa marah, cemburu dan takut, pantang diekspresikan agar tak mendapat label negatif. Sebenarnya, memendam perasaan atau emosi tidaklah manusiawi karena pasti ada yang dikorbankan, baik diri sendiri atau orang lain. Tidak menyuarakan perasaan bisa membuat beban semakin lama kian menumpuk. Dan ketika beban itu luber, bisa dipastikan hasilnya akan lebih merugikan.

To the point saja ya, ekpresikan perasaan Anda! Anda bisa kok mengungkapkan semua yang Anda rasa tanpa menyinggung perasaan apalagi melanggar hak orang lain. Misalnya, antrian Anda dipotong tanpa permisi. Daripada ngamuk dan malah dikira orang Anda menderita sakit jiwa, lebih baik ungkapkan keberatan Anda dengan cara sopan dan tegas. Coba simak beberapa tips Cosmo bagaimana cara terbaik mengekspresikan diri. Percaya deh, jika dilakukan dengan cara yang tepat, mengungkapkan perasaan hati akan memperkuat rasa percaya diri dan membuat Anda putus pertemanan dengan depresi.

Cosmo’s way to…

Let Out Your Huff
Tak pernah ada yang bilang bahwa hidup ini mudah. Begitu banyaknya problem membuat Anda kerap sulit menikmatinya. Yang jadi masalah, saat merasa marah, Anda pilih bungkam dan memendamnya. Tanpa disadari, kekesalan yang bertumpuk dan terpendam membuat Anda tertekan dan kelihatan 10 tahun lebih tua! Seringnya, Anda berkhayal asyik juga kalau bisa meng-K.O si Biang masalah dengan tinju ala Rocky. Tapi sayangnya, itu tak menyelesaikan masalah karena rasa dongkol tetap bercokol di dalam hati.

Solve the problem: Emosi meluap yang tak diekspresikan tentu akan memengaruhi diri Anda. Suatu saat, perasaan negatif yang Anda pendam tanpa pelepasan yang sehat pasti akan “tumpah”. Dikhawatirkan, tumpahan ini akan membuat orang lain di sekitar Anda menjadi “basah” alias ikut kena getahnya. Jadi, cobalah mengekspresikan kekesalan atau kekecewaan dengan cara yang sehat. Pikirkan dulu kata-kata yang ingin Anda ucapkan. Gunakan nada suara yang tegas, tapi tak emosional. Jika yang membuat kesal adalah orang di masa lalu Anda, tuliskan saja rasa marah Anda. Setelah itu, bakar. Biarkan amarah Anda lenyap bersama abu.

Cosmo’s way to…

Expose your emotional side
Anda takut menangis karena khawatir dianggap lemah. Mungkin hal itu Anda dapat dari pengajaran orang tua semasa kecil dulu. Akhirnya, Anda tumbuh dengan rasa bangga karena cap sebagai pribadi yang keras kepala, keras hati. Anda enggan menonton komedi romantis karena tak mau meneteskan air mata. Padahal, menurut Endang Parahyanti, sikap seperti itu adalah sikap orang yang tak berani jujur alias pembohong tulen. Anda juga akan jadi pribadi yang tak menyenangkan karena sibuk membungkus diri dalam kepura-puraan.

Lupakan olahraga-olahraga atau kegiatan menantang keberanian lain yang Anda gunakan untuk membuktikan ketangguhan Anda. Karena memang bukan itu ukuran yang layak Anda pakai. Selama Anda tak bisa mengakui kelemahan diri sendiri, memaklumi dan bersikap selayaknya manusia biasa, Anda bukanlah pribadi hebat!

Solve the problem:
Akuilah, Anda adalah seorang manusia, bukan robot. Tak perlu berakting cool jika hati Anda sebenarnya lembut dan mudah tersentuh. Jangan pedulikan orang-orang yang akan menganggap Anda lemah hanya karena Anda punya hati. Asal Anda tahu, mereka yang memiliki kelembutan hati justru orang-orang tangguh yang sejati. Yakinkan hati bahwa si dia bakal berbunga-bunga mendengar Anda kerap merindukannya. Jangan takut ibu tersayang bakal tertawa saat Anda mengucapkan betapa Anda mencintainya. Sepanjang segala bentuk emosi diluapkan dengan terkendali, tak perlu takut bakal menimbulkan masalah.

Sumber : Queen of Expression

Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://oryza.blogsome.com/2006/02/22/the-queen-of-expression/trackback/

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>


<<<<< >>>>>>

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Ian Main