Ilmu Padi

February 28, 2006

Perang Troya

Filed under: Artikel

Asal mulanya adalah perkawinan antara Peleus dan Thetis, seorang dewi laut. Peleus dan Thetis tidak mengundang Eris, dewi perselisihan (goddess of discord), ke pesta perkawinan mereka, sehingga Eris marah. Dalam keadaan marah, Eris datang ke pesta itu dan melemparkan sebutir APEL EMAS, lalu kata Eris, apel tersebut adalah milik “yang tercantik”.

Hera, Athena dan Aphrodite, kemudian memperebutkan apel tersebut.
Lalu Zeus mengatakan, Paris, pangeran dari negeri Troy yang dinyatakan sebagai laki-laki paling tampan di dunia, akan bertindak sebagai jurinya.

Kemudian, Hermes mendatangi Paris dan memberitahukannya keputusan Zeus tersebut. Paris pun setuju.

Lalu, ketiga dewi tadi menjanjikan berbagai hal agar Paris memilih dirinya. Hera menjanjikan Paris akan diberikan kekuatan, sedangkan Athena menjanjikan akan memberikan kekayaan. Aphrodite, si dewi cinta, menjanjikan akan memberikan wanita tercantik di dunia.

Dasar cowok… si Paris itu akhirnya memilih Aphrodite, dan Aphrodite menjanjikan bahwa Helena, istri Menelaus, akan menjadi istri Paris. PAris kemudian bersiap-siap untuk berangkat ke Sparta untuk mendapatkan Helena.

Dua orang peramal kembar, Cassandra dan Helenus mencoba membujuknya untuk membatalkan niatnya, demikian juga dengan ibu Paris, Hecuba. Tapi PAris tidak mau mendengar nasehat mereka.

Di Sparta, Menelaus, suami Helen, menyambut Paris seperti seorang tamu kehormatan. Tetapi, saat Menelaus meninggalkan Sparta untuk menghadiri suatu pemakaman, Paris langsung menculik Helena (yang kemungkinan ikut dengan sukarela.. abis kan Parisnya tertampan di dunia, hihihihi) dan juga melarikan sebagian besar kekayaan Menelaus.

Di Troy, Helena dan Paris menikah.

Menelaus, lalu marah besar waktu tahu bahwa Paris sudah menculik Helen. Lalu Menelaus memanggil semua pelamar2 Helen (sebelum menikah dengan Menelaus, Helen sudah dilamar oleh banyak laki-laki), karena para pelamar tersebut sudah membuat sumpah bahwa mereka akan selalu membantu suami Helen untuk mempertahankan kehormatan Helen.

Banyak dari para ex-pelamar tersebut yang tidak ingin pergi perang. Odysseus berpura-pura jadi gila, tetapi trik nya diketahui oleh Palamedes.
Achilles, walaupun bukan salah seorang ex-pelamar, diajak juga karena peramal Calchas sudah menyatakan bahwa Troy tidak dapat dikalahkan kecuali Achilles ikut berperang.

Salah satu cerita yang paling menarik adalah tentang Cinyras, raja Paphos, di Cyprus, yang merupakan salah seorang ex-pelamar Helen. Dia tidak ingin ikut berperang, tetapi memberikan 50 kapal perang, yangsalah satunya dikomando oleh anaknya. Ternyata, 49 kapal lainnya adalah kapal palsu yang terbuat dari tanah liat dengan boneka pelaut dari tanah liat. Kapal-kapal palsu tersebut langsung hancur waktu tiba di laut.

PAsukan Yunani bergabung, dibawah perintah Agamemmnon, di Aulis. Tetapi ternyata, Agamemmnon membunuh salah seekor rusa keramat milik Diana dan juga bermulut besar, sehingga Diana marah dan menghentikan angin, sehingga armada kapal Yunani tidak bisa berangkat.

Peramal Calchas menyatakan bahwa Iphigenia, anak Agamemnon, harus dikorbankan agar armada tersebut bisa bergerak. Hal ini dilakukan, lalu armada perang Yunani pun berangkat untuk menyerbu Troya.

==== Bersambung ====

Sumber : Kobo-thbb

Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://oryza.blogsome.com/2006/02/28/perang-troya/trackback/

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>


<<<<< >>>>>>

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Ian Main