Aku Musa, Engkau Fir’aun
Judul : Aku Musa Engkau Fir’aun (Aulad Haratina episode Jabal)
Pengarang : Najib Mahfouz
Penerbit : Tarawang
Cetakan : I, September 2000
Tebal : viii+192 halaman
Beli buku ini karena beberapa alasan. Yang pertama adalah karena pengarangnya yaitu Naguib (Najib) Mahfouz, merupakan salah satu penulis favoritku. Dan alasan yang kedua adalah karena tertarik dengan review pada sampul belakangnya, yang mengatakan bahwa novel ini sempat dilarang penerbitannya oleh Universitas Al-Azhar Kairo-Mesir.
Novel ini akhirnya diterbitkan oleh Daarul-Adab di Beirut dan dalam setahun (yaitu pada tahun 1985) mengalami cetak ulang sebanyak lima kali. Aulad Haratina sempat dicekal karena jalinan ceritanya yang mirip dengan kisah para Nabi.
Aku musa, Engkau Fir’aun adalah episode ke dua dari Novel panjang Aulad Haratina. Aulad Haratina diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh Philip Steward dengan judul The Children of Our Quarter pada tahun 1981. Ada 5 judul dalam novel panjang ini, yaitu Adham, Jabal, Irfah, Rifa’ah dan Qasim.
Meski tidak membaca kisah ini dari awal (Adham), tapi tidak terlalu susah mengikuti jalan ceritanya.
Membaca novel ini, mengingatkan aku pada kisah Nabi Musa. Sangat mirip. Dengan tokoh utama yang bernama Jabal, seorang pemuda dari suku Hamdan yang miskin dan terpinggir. Jabal diasuh oleh keluarga Al-Afandi yang kaya raya.
Meskipun hidup dalam kemewahan, tetapi Jabal tidak melupakan asal usulnya. Ia tidak tahan dengan perlakuan Al-Afandi yang sewenang-wenang terhadap Hamdan. Ia pun akhirnya meninggalkan rumah karena merasa batinnya terusik melihat Klan Hamdan "diinjak-injak" oleh Al-Afandi.
Jabal memutuskan tinggal bersama klan Hamdan. Tetapi suatu hari, secara tidak sengaja Jabal membunuh orang karena ingin menyelamatkan seorang pemuda. Atas persetujuan Hamdan, akhirnya Jabal pun pergi meninggalkan desa.
Jabal pun menggembara dan bertemu dengan Al-Balqity seorang pawang ular. Ia menikah dengan putri kedua Al-Balqity. Tetapi kenangan akan klan Hamdan yang tertindas membuat hati Jabal tidak tenang. Ia lalu memutuskan kembali ke desanya untuk menuntut keadilan.
Menurutku, novel ini sangat bagus. Terjemahannya pun enak dibaca. Sekarang jadi penasaran dengan kelanjutan kisah Aulad Haratina. Naguib Mahfouz memang pengarang yang top deh. Two thumbs for him.

ya karena dituduh menjiplak kisah nabi Musa, maka dari itu novel ini sempat dilarang. tapi, yang namanya sastra, aku rasa jiplak-menjiplak pun ada batasannya. meski mirip sama kisah Musa, tapi novelnya Naguib yang ini..masih banyak bedanya. setuju banget kalo dapat two thumbs up for him.
Comment by elsa — January 26, 2008 @ 3:30 pm