1 dari 7 wanita
Alkisah menceritakan ; Ada tujuh pangeran dan seorang alim yang mempunyai seorang anak gadis yang sangat cantik jelita yang baik akhlak dan budi pekertinya. Suatu ketika tujuh pangeran mendengar bahwa didaerah tersebut ada seorang alim yang mempunyai seorang anak perempuan yang sangat cantik nan rupawan, maka datanglah satu persatu pangeran tersebut untuk meminang anak seorang alim tersebut. Dan seorang alim tersebut megiiyakan (menerima maksud) setiap pangeran yang datang kepadanya untuk meminang anaknya dikarenakan seorang alim tersebut merasa tidak enak untuk menolak setiap maksud yang di lontarkan oleh ketujuh pangeran tersebut karena takut kalo pangeran tersebut kecewa apabila ia tolak makanya orang alim tersebut menerima setiap permohonan atau maksud setiap pangeran tersebut. Padahal seorang alim tersebut sangat kebingungan bahwa anaknya yang ia miliki cuman satu2nya akan tetapi yang meminta untuk meminangnya ada tujuh orang.
Maka memohonlah seorang alim tersebut kepada Allah S.W.T memohon untuk diberikaqn petunjuk kepadanya.
Maka Allah pun mengabulkan do’anya dan memberi petunjuk kepada orang alim tersebut. Didalam petunjuknya ketika orang alim tersebut melihat kuda,maka kuda tersebut menjadi anaknya dan melihat kucing menjadi anaknya juga, melihat seekor anjing juga sama menjadi anaknya , sampai genaplah tujuh apa yang dilihat seorang alim itu menjadi anaknya semua .
dan ketika waktunya telah sampai untuk dinikahkan kepada ke 7 pangeran, maka pangeran tersebut membawa satu persatu anak dari seorang alim tersebut kenegaranya masing2.
Singkat cerita setelah satu tahun kemudian orang alim tersebut ingin menengok anaknya yanag sangat ia sayangi itu. ketika seorang alim datang ketempat salah satu pangeran, orang alim tsb menanyakan bagaimanakah keadaan istrinya?kepada pangeran tsb, maka pangeran itu menjawab istri saya selalu menendang-nendang kakinya. Maka orang alim itu berpikir dalam hatinya bahwa itu adalah anak saya yang jelmaan dari kuda. :ktawa:
dan terus orang alimitu melanjutkan untuk menegok ke anaknya yang kedua dan mempertanyakan tentang keadaannya.
"wahai pangeran bagaimanakah keadaan istri kamu" maka pangeran itupun menjawab istri saya selalu mencakar2 tubuh saya. dan orang org alim itu pun berfikir lagi dalam hatinya ooohh itu adalah anak saya yang jelmaan dari kucing. :ktawa:
berlanjut ke pangeran yang ketiga orang alim itu menanyakan kabar istrinya juga dan pangeran yang ketiga pun menjawab " … istri saya selalu ber mengendus2 dan menggonggong terus.. dan seorang alimpun tertawa dalam hatinya ohh itu berari anak saya yang sewaktu saya lihat menjelma menjadi anakku. :ktawa: dan terus begitu sampai keenam anaknya yang jelmaan dari binatang dan yang terakhir seorang alim tersebut menanyakan kepada pangeran yang terakhir tentang kabar istrinya dan pangeran itu pun menjawab bahwa istri saya sangat berbakti kepada suami dan selalu menjalankan tugas nya sebagai seorang istri yang shalehah.
maka orang alim itu berfikir lagi dalam hatinya bahwa ini lah anak saya yang asli bukan jelmaan binatang.
dari cerita diatas kita ambil hikmahnya jangan sampai kita salah jalan untuk mencari calon istri/suami.carilah yang benar2 shaleh/shaleha.
