Ilmu Padi

March 21, 2006

Bunda Tercinta 210353 - 210306

Filed under: Catatan

Satu janji yang sampai saat ini belum bisa kutepati diusianya ke 53, yaitu segera menemukan sang pendamping hidup. 23 tahun 7 bulan 2 hari, engkau selalu bersamaku dan menyayangiku. Semua pengorbanan hanya bisa kubalas dengan doa. Happy Milad bunda. u r the best mother in the world. I love u.

Mother

By Sami Yusuf 

Blessed is your face,
Blessed is your name,
My beloved,

Blessed is your smile,
Which makes my soul wants to fly,
My beloved,

All the nights and all the time you cared for me,
But now I never realized that forgive me,
Now I’m alone filled with so much shame
For all the years I’ve caused you pain.
If only I could sleep in your arms again,
Mother, I’m lost without you.

You were the sun that brightens my day,
Now who’s gonna wipe my tears away?
If only I knew what I know today,
Mother, I’m lost without you.

أماه.. أمّاه.. يا أمي
واشوقاه.. إلى لقياك يا أمي
أمك أمك.. أمك أمك
قول رسولك
في قلبي ..
في حلمي.. أنت معي يا أمي
رحتي
واا .. تركتيني
يا نور عينيّ
يا أنسَ ليلي يا ..
روحتي وتركتيني
من سواك .. يحضنني؟
من سواك.. يسترني؟
من سواك.. يحرسني؟ عفوك أمي.. سامحيني
 

March 20, 2006

Belanja Buku Bulan Maret part 3

Filed under: Catatan, Buku

Ini Sebenarnya daftar belanja bulan buku tanggal 16 Maret. Tapi baru dipost sekarang. Ini dia daftarnya

  • Dyah Pitaloka
  • Narnia 1
  • Narnia 2
  • Narnia 3
  • Narnia 4
  • Narnia 5
  • Narnia 6
  • Narnia 7
  • The Lone Samurai
  • The Zahir
Yah nambah lagi deh… kapan bacanya???????????????

March 19, 2006

Komik-komik Lama

Filed under: Catatan, Buku

Tadi siang iseng-iseng bongkar gudang dan menemukan beberapa komik (manga) lama yang lolos dari tukang loak Berikut ini daftar komik yang aku temukan di gudang

  • Bidadari Merah 2, 3, 4
  • Bayang-bayang jingga 1, 2
  • Sejuta Pelangi 2, 3, 5, 6, 7, 8, 9, 10
  • Silver Toe shoes 1, 2, 3
  • School 1, 2
  • Doraemon 10
  • Gold Fish 1, 2, 3, 4, 5
  • Miracle Girls 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9
  • Little New York 1, 2
  • Sabbath Cafe 1, 2
  • Pop Corn 2, 3, 5, 6, 7, 11, 12
  • Pepermint Age 6
  • Asari Chan 3, 4, 5
  • Pank Ponk 4
  • Dragon Ball 22
  • Chystal Dragon 1, 2, 3, 5, 6, 7
  • Candy-candy 1, 2, 4, 5, 6, 7, 8, 9
  • Rai Thunder Jet
  • Ranma 1/2 (belum didata serinya)
  • —- Dan lain2 (nanti didata dulu deh) —-
Ternyata masih banyak ya komikku. Hihihihi…..

March 18, 2006

Belanja Buku Maret lagi

Filed under: Catatan, Buku

Dari pada Blog ngga diisi. hihihihi… Sebenarnya belanja bukunya pada tanggal 2 Maret 2006. Berikut ini daftar bukunya

  • Fateless
  • Mandy (Misteri bunga Magnolia)
  • Kisah Klan Otori 1
  • Kisah Klan Otori 2
Hehehehe… kapan bacanya ya. Nambah daftar dosa aja

 

March 17, 2006

Siwak

Filed under: Religi, Beauty

Dalam istilah fiqih siwak ialah menggosok gigi atau bersikat gigi ketika hendak mengambil air shalat (wudhu). Hukum bersiwak itu sendiri adalah sunnah.

Bersiwak termasuk fitrah karena dengan bersiwak (menggosok gigi) mulut menjadi bersih.

Sangat disukai (mustahabb) bersiwak ketika berwudlu dan shalat apa saja. Begitu pula ketika bangun tidur. Karena Rasulullah saw bersabda yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra:

"Sekiranya tidak akan menyusahkan (memberatkan) atas umatku, pasti aku perintahkan mereka bersiwak setiap hendak melakukan shalat" (HR. Jamaah)

Dan menurut riwayat lain: "setiap berwudlu" (HR Malik, Al Baihaqi, dan Al-Hakim)

March 16, 2006

Nyamuk dan Petualangannya

Filed under: Religi
Nyamuk dan Petualangannya

HARUN YAHYA

 

Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu. (QS. 2:26)

Sementara manusia diperintahkan untuk merenungkan dirinya sendiri sebagai ciptaan Allah, Al-Quran seringkali juga mengajak manusia untuk menginvestigasi alam dan melihat bukti dan tanda Kekuasaan Allah padanya. Seluruh alam semesta dengan semua elemen baik hidup maupun non-hidup terdiri dari tanda-tanda yang mengungkapkan bahwa mereka semua itu ‘diciptakan’. Dan semuanya itu ada untuuk menunjukkan Kekuatan, Ilmu dan Seni dari ‘Penciptanya’. Dan manusia bertanggungjawab untuk mengenal tanda-tanda ini dan mengakui Sang Maha Pencipat, Allah SWT. Semua makhluk hidup memiliki tanda-tanda ini, namun terdapat beberapa hewan yang secara spesifik telah disebutkan dalam Al-Quran. Nyamuk adalah salah satunya. Ini disebutkan dalam ayat Al-Quran berikut ini:

Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu. Adapun orang-orang yang beriman, maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka,tetapi mereka yang kafir mengatakan:"Apakah maksud Allah menjadikan ini untuk perumpamaan?". Dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan oleh Allah, dan dengan perumpamaan itu (pula) banyak orang yang diberinya petunjuk. Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik, (QS. 2:26)

Ketika kita mengamati kehidupan nyamuk, kita dapat mengatakan bahwa nyamuk memiliki petualangan yang luar biasa. Apa yang secara umum diketahui tentang nyamuk adalah adalah bahwa mereka menyerap dan makan darah. Namun ini tidak seluruhnya benar. Karena tidak semua nyamuk, namun hanyalah nyamuk yang betina sajalah yang menyedot darah. Dan kebutuhannya akan darah tidak ada kaitannya dengan makan sama sekali. Sebenarnya kedua nyamuk jantan dan betina makan cairan nektar bunga. ??Satu-satunya alasan mengapa nyamuk betina, tidak seperti yang jantan, menyedot darah adalah untuk telurnya.yang memerlukannya untuk berkembang dengan protein yang ada dalam darah. Dengan kata lain, nyamuk betina menyedot darah hanyalah untuk memastikan kelangsungan hidup generasi barunya.

Point yang ditekankan di sini adalah bahwa ayat Al-Quran menunjukkan hanya nyamuk ‘betina’. Sebagaimana disebutkan terdahulu, hanyalah nyamuk betina yang mempunyai kemempuan superior yang akan dijelaskan detail di sini. Jadi, kita dapati begitu ekspresif bahwa nyamuk betinanyalah yang ditekankan dalam Al-Quran. Selain itu, ini merupakan fakta yang luar biasa kita membuktikan bahwa pada saat turunnya wahyu Al-Quran, pengetahuan ini sama sekali belum diketahui umat manusia.

Fase dan proses pertumbuhan nyamuk merupakan salah satu aspek yang paling mengagumkan. Nyamuk berubah dari suatu larva menjadi nyamuk setelah melewati fase yang sama sekali berbeda-beda. Marilah kita melihat kisah petualangan nyamuk secara singkat.

Telur nyamuk yang diberimakan dengan darah diletakkan pada daun lembab atau kolam yang kering untuk proses pendewasaan oleh nyamuk betina selama musim panas atau musim gugur. Namun sebelum ini, induk nyamuk pertama kali menguji tanah secara keseluruhan dengan menggunakan reseptor yang ada di bawah perutnya, yang berfungsi sebagai sensor suhu dan kelembaban. Dia mancari tempat yang nyaman bagi telur-telurnya. Ketika area yang sesuai ditemukannya, ia mulai mengeluarkan telurnya. Telur-telur ini yang memiliki kepanjangan kurang dari 1 mm, disusun secara bergaris baik dalam kelompok maupun satu-persatu. Beberapa spesies meletakkan telur-telurnya saling menggabung membentuk suatu rakit yang mana bisa terdiri dari 300 telur.

Telur putih yang sudah diletakkan secara hati-hati ini segera mulai merubah warnanya. Ini hanya membutuhkan waktu beberapa jama saja setelah diletakkan dan mereka menjadi hitam pekat warnanya. Dengan perubahan ini, telur-telur ini memelihara proteksi yang bagus dari burung dan serangga. Warna gelapnya tak dapat dikenali oleh organisme ini.

Telur membutuhkan periode inkubasi untuk sempurna pada musim dingin. Karena telur nyamuk ini diciptakan dengan struktur yang dapat bertahan selama musim dingin yang lama dan dingin, mereka bertahan hidup hingga musim semi ketika masa inkubasinya selesai. Ketika periode inkubasi telah sempurna, larva mulai keluar dari telurnya semua hampir dalam waktu yang sama. Telur pertama langsung diikuti oleh yang lain. Segera setelah menetas dari telurnya, mereka langsung berenang di air. Sekarang masa hari-hari di air mulai bagi nyamuk.

Larva yang terus diberi makan tumbuh dengan cepat sekali. Segera kulit yang membungkus tubuhnya menjadi terlalu kecil baginya untuk tumbuh lebih lanjut. Inilah pertama kali bagi pergantian kulit mereka. Kulit yang keras namun rapuh dapat mudah pecah. Sampai siklus pertumbuhan ini selesai secara keseluruhan, larva nyamuk akan merubah kulitnya dua kali lagi.

Karena awal kehidupan nyamuk mulai di air, maka sistim yang didisain untuk memberi makan larva begitu mengesankan. Larva menguatkan pusaran air dengan pemanjang sayap yang terletak di dua sisi mulutnya yang mengarahkan bakteria dan mikro-organisme lain untuk makanannya. Dan suatu solusi juga terdapat untuk pernapasannya: setiap larva mempunyai peralatan menyelam di dalam. Mereka bernapas via pipa pernapasan di belakang punggungnya sementara berdiri terbalik di dalam air. Sistim ini mungkin mirip ’snorkel’ yang dipakai oleh penyelam. Selema memakai metode ini, larva mengeluarkan cairan yang lekat dari tubuhnya untuk menghindari air bocor masuk ke dalam tubuhnya, melalui pintu keluar pernapasan.

Dalam waktu dekat, larva nyamuk hidup dengan bantuan harmoni tergabung dari semua keseimbangan alam yang lembut ini. Jika ia tidak mempunya pipa pernapasan, maka ia tidak akan bertahan hidup; jika tidak mempunyai sekresi lekatnya, pipa pernapasannya akan tersumbat.

Sementara waktu berlalu, sebagian besar larva merubah kulitnya sekali lagi. Perubahan kulit terakhir kali ini agak berbeda dari sebelumnya. Dengan perubahan akhir ini, larva melewati fase akhir pendewasaannya, ‘fase pupa’ dan mereka siap menjadi nyamuk sungguhan pada akhirnya. Jadi waktu telah tiba bai pupa dewasa unutk keluar dari kelopak yang meliputi tubuhnya.

Namun, makhluk hidup yang kelaur dari sarungnya ini begitu berbeda dari fase-fase awal, nampak tak dapat dipercaya bagi mereka hanya lewat dua fase pertumbuhan dari makhluk yang sama. Dan metamorfosis ini begitu rumit dan lembut untuk didisain oleh larva itu sendiri ataupun oleh induknya atau oleh hewan yang lain.

Selama periode transisi yang terakhir ini, terdapat ancaman bagi nyamuk, karena pintu pernapasan di atas air mungkin menjadi tertutup dengan kebocoran air di dalam. Hal ini secara alami berarti bahwa pupa akan kehabisan napas dan mati. Namun kemudian, pernapasan tidak dilakukan via lubang-lubang ini. Di sana muncul dua pipa baru di kepala pupa. Oleh karenanya, sebelum pupa siap untuk perubahan kulit yang terakhir kali, pertama kali dua pipa ini muncul ke atas air. Ini adalah metode pernapasan barunya. Selama 3 hingga 4 hari fase pupa, tidak ada zat makanan bagi nyamuk akan jadi.

Sekarang nyamuk dalam kepompong pupa cukup dewasa dan siap terbang dengan semua organnya seperti antenna, belalai, kaki, dada, sayap, perut dan mata yang besar yang menutupi sebagian besar kepalanya. Lalu kepompong pupa disobek di atas. Tingkat di mana nyamuk yang telah lengkap muncul ini adalah tingkat yang paling membahayakan. Resiko terbesari adalah kebocoran air ke dalam kepompong. Namun bagian atas yang sobek ditutupi oleh cairan yang lekat untuk menghindari kepala dari kontak air. Nyamuk harus keluar dari air tanpa kontak langsung dengan air, sehingga hanya kakinyalah menyentuk permukaan air. Kecepatan ini sangatlah penting, meskipun angin tipispun dapat menyebabkan kematiannya. Akhirnya, nyamuk tinggal landas untuk penerbangan perdananya setelah istirahat sekitar setengah jam.

Harus kita perhatikan sekali lagi bahwa nyamuk telah keluar dari air tanpa menyentuh sama sekali… Pada point ini, pertanyaan yang muncul di pikiran adalah bagaimana nyamuk pertama memperoleh ‘kemampuan’ seperti ini? Mungkinkan suatu larva memutuskan diri untuk berubah menjadi nyamuk setelah merubah kulitnya tiga kali? Sesungguhnya ini sangat tidak mungkin. Binatang yang sangat kecil yang dijadikan Allah sebagai contoh ini telah secara khusus diciptakan sebagaimana adanya. Hal ini mengantarkan umat Islam untuk memikirkan ciptaan Allah dan berpikir bahwa Allah tidak menciptakan semua ini sia-sia saja, namun agar supaya mereka taqwa kepada Allah dan bertindak sesuai dengan kehendak-Nya.

(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata):"Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka. (QS. 3:191)

 

DITERJEMAHKAN DARI "FOR MEN OF UNDERSTANDING"
BY HARUN YAHYA, TA-HA PUBLISHER, UK, 1999

March 15, 2006

Belanja Buku Bulan Maret

Filed under: Catatan, Buku

Tadi siang belanja buku di TogaMas DTC. Berikut ini adalah daftarnya

  • The Amber Room
  • The Crystal Garden
  • Norwegian Wood
  • Liu Hulan
  • Mechanical Cat
  • Kantor Detektif Wanita no. 1
  •  Lajja
  • Jatuhnya sang Imam
  • Aku Musa Engkau Firaun
  • Harafisy
  • Pilar
  • Jeritan Lirih
Huaa…. buanyakkkk…. kapan bacanya ya

March 14, 2006

Bagaimana Memahami Ayat Allah di Alam

Filed under: Religi
Bagaimana Memahami Ayat Allah di Alam
 
HARUN YAHYA
 
Dalam Alqur’an dinyatakan bahwa orang yang tidak beriman adalah mereka yang tidak mengenali atau tidak menaruh kepedulian akan ayat atau tanda-tanda kebesaran dan kekuasaan Allah di alam semesta ciptaan-Nya.
Sebaliknya, ciri menonjol pada orang yang beriman adalah kemampuan memahami tanda-tanda dan bukti-bukti kekuasaan sang Pencipta tersebut. Ia mengetahui bahwa semua ini diciptakan tidak dengan sia-sia, dan ia mampu memahami kekuasaan dan kesempurnaan ciptaan Allah di segala penjuru manapun. Pemahaman ini pada akhirnya menghantarkannya pada penyerahan diri, ketundukan dan rasa takut kepada-Nya. Ia adalah termasuk golongan yang berakal, yaitu "…orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka." (QS. Aali ‘Imraan, 3:190-191)
Di banyak ayat dalam Alqur’an, pernyataan seperti, "Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?", "terdapat tanda-tanda (ayat) bagi orang-orang yang berakal," memberikan penegasan tentang pentingnya memikirkan secara mendalam tentang tanda-tanda kekuasaan Allah. Allah telah menciptakan beragam ciptaan yang tak terhitung jumlahnya untuk direnungkan. Segala sesuatu yang kita saksikan dan rasakan di langit, di bumi dan segala sesuatu di antara keduanya adalah perwujudan dari kesempurnaan penciptaan oleh Allah, dan oleh karenanya menjadi bahan yang patut untuk direnungkan. Satu ayat berikut memberikan contoh akan nikmat Allah ini:
"Dia menumbuhkan bagi kamu dengan air hujan itu tanam-tanaman; zaitun, korma, anggur dan segala macam buah-buahan. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memikirkan." (QS. An-Nahl, 16:11)
Marilah kita berpikir sejenak tentang satu saja dari beberapa ciptaan Allah yang disebutkan dalam ayat di atas, yakni kurma. Sebagaimana diketahui, pohon kurma tumbuh dari sebutir biji di dalam tanah. Berawal dari biji mungil ini, yang berukuran kurang dari satu sentimeter kubik, muncul sebuah pohon besar berukuran panjang 4-5 meter dengan berat ratusan kilogram. Satu-satunya sumber bahan baku yang dapat digunakan oleh biji ini ketika tumbuh dan berkembang membentuk wujud pohon besar ini adalah tanah tempat biji tersebut berada.
Bagaimanakah sebutir biji mengetahui cara membentuk sebatang pohon? Bagaimana ia dapat berpikir untuk menguraikan dan memanfaatkan zat-zat di dalam tanah yang diperlukan untuk pembentukan kayu? Bagaimana ia dapat memperkirakan bentuk dan struktur yang diperlukan dalam membentuk pohon? Pertanyaan yang terakhir ini sangatlah penting, sebab pohon yang pada akhirnya muncul dari biji tersebut bukanlah sekedar kayu gelondongan. Ia adalah makhluk hidup yang kompleks yang memiliki akar untuk menyerap zat-zat dari dalam tanah. Akar ini memiliki pembuluh yang mengangkut zat-zat ini dan yang memiliki cabang-cabang yang tersusun rapi sempurna. Seorang manusia akan mengalami kesulitan hanya untuk sekedar menggambar sebatang pohon. Sebaliknya sebutir biji yang tampak sederhana ini mampu membuat wujud yang sungguh sangat kompleks hanya dengan menggunakan zat-zat yang ada di dalam tanah.
Pengkajian ini menyimpulkan bahwa sebutir biji ternyata sangatlah cerdas dan pintar, bahkan lebih jenius daripada kita. Atau untuk lebih tepatnya, terdapat kecerdasan mengagumkan dalam apa yang dilakukan oleh biji. Namun, apakah sumber kecerdasan tersebut? Mungkinkah sebutir biji memiliki kecerdasan dan daya ingat yang luar biasa?
Tak diragukan lagi, pertanyaan ini memiliki satu jawaban: biji tersebut telah diciptakan oleh Dzat yang memiliki kemampuan membuat sebatang pohon. Dengan kata lain biji tersebut telah diprogram sejak awal keberadaannya. Semua biji-bijian di muka bumi ini ada dalam pengetahuan Allah dan tumbuh berkembang karena Ilmu-Nya yang tak terbatas. Dalam sebuah ayat disebutkan:
Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daunpun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir bijipun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkah tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz). (QS. Al-An’aam, 6:59).
Dialah Allah yang menciptakan biji-bijian dan menumbuhkannya sebagai tumbuh-tumbuhan baru. Dalam ayat lain Allah menyatakan:
Sesungguhnya Allah menumbuhkan butir tumbuh-tumbuhan dan biji buah-buahan. Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup. (Yang memiliki sifat-sifat) demikian ialah Allah, maka mengapa kamu masih berpaling? (QS. Al-An’aam, 6:95)
Biji hanyalah satu dari banyak tanda-tanda kekuasaan Allah yang diciptakan-Nya di alam semesta. Ketika manusia mulai berpikir tidak hanya menggunakan akal, akan tetapi juga dengan hati mereka, dan kemudian bertanya pada diri mereka sendiri pertanyaan "mengapa" dan "bagaimana", maka mereka akan sampai pada pemahaman bahwa seluruh alam semesta ini adalah bukti keberadaan dan kekuasaan Allah SWT.
 
 Sumber : HarunYahya

March 13, 2006

Masalah Gambar dan Lukisan 2

Filed under: Religi

Kedua: Apabila lukisan itu tidak berbentuk jasad, seperti gambar di atas sesuatu. Jenis ini bisa dibagi menjadi beberapa macam:

1. Apabila gambar atau lukisan tersebut digantung dengan tujuan untuk diagungkan dan dibesar-besarkan seperti digantungkannya gambar para raja, pemimpin, pejabat, ulama, para tokoh orang tua, dan lain-lain sebagainya. Maka jelas ini termasuk haram karena di dalamnya mengandung unsur ghuluw (berlebih-lebihan) terhadap makhluk dan menyerupai para penyembah patung dan berhala, ditambah lagi ia dapat menjerumuskan ke dalam kemusrikan.

2. Apabila gambar atau lukisan yang digantung itu untuk dijadikan sebagai kenang-kenangan, seperti orang yang menggantung gambar sahabat-sahabat dan teman mereka dalam kamar mereka maka ini juga haram hukumnya. Hal ini didasari dua hal:
Karena hal ini dapat menyebabkan ketergantungan hati pada mereka dalam bentuk suatu ketergantungan yang sulit dilepaskan dan mempengaruhi kecintaanya kepada Allah, Rasul-Nya dan kepada syari’ah. Serta menyebabkan terbaginya cinta antara sahabat-sahabat tersebut dengan hal-hal yang semestinya dicintai secara syar’i. Sehingga setiap kali ia masuk ke dalam kamar seolah-olah ada yang mengetuk pintu hatinya dan berkata, Perhatikan temanmu. Padahal telah dikatakan bahwa, Cintailah kasihmu secukupnya karena bisa jadi ia akan menjadi musuhmu suatu hari.
Telah diriwayatkan dalam Shahih Bukhari dari hadits Abu Thalhah radhiyallahu ‘anhu ia berkata, Aku telah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Malaikat tidak akan masuk ke dalam rumah yang didalamnya terdapat anjing dan gambar’. Ini merupakan hukuman dan tidak ada hukuman yang dijatuhkan kecuali atas perbuatan yang diharamkan.

3. Apabila gambar tersebut digantung dengan tujuan memperindah dan menghias ruangan, hal ini juga termasuk yang dilarang berdasarkan hadits Aisyah radhiyallahu ‘anha ia berkata, Suatu ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tiba dari suatu perjalanan sementara aku telah menutupi rak tempat barangku dengan sehelai kain tipis bergambar. Maka tatkala Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melihatnya, beliau merobeknya dan berkata, ‘Manusia yang paling berat adzabnya pada hari kiamat adalah orang-orang yang menyaingi ciptaan Allah’. Aisyah berkata, Maka akupun menjadikannya sebagai satu atau dua buah bantal.
Dari Aisyah juga diriwayatkan bahwa ia telah membeli sebuah bantal kecil yang bergambar, maka ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melihatnya, beliau tetap berdiri di depan pintu dan tidak masuk. Maka aku (Aisyah) pun segera mengetahui ketidaksenangannya dari wajahnya, maka akupun berkata, Aku bertaubat kepada Allah, apakah kesalahanku? Rasulullah berkata, Bantal apa ini? Aku berkata, Untuk kau duduki atau tiduri. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata, Sesungguhnya para pemilik gambar ini akan disiksa pada hari kiamat dan dikatakan kepada mereka, ‘Hidupkan apa yang telah kalian ciptakan!’ dan sesungguhnya para malaikat tidak masuk ke dalam rumah yang didalamnya terdapat gambar. (Diriwayatkan Bukhari).

4. Apabila gambar tersebut digunakan sebagai barang yang hina dan remeh seperti gambar yang terapat di atas tikar atau bantal, atau bejana dan alat-alat makan (seperti taplak meja), An Nawawi telah menukil ijma’ jumhur ulama dari sahabat dan tabi’in tentang bolehnya hal tersebut. Ia berkata, Dan ini adalah juga pendapat Ats Tsauri, Malik, Abu Hanifah, Asy Syafi’i dan madzhab Hambali.

Ibnu Hajar juga menukil dalam Fathul Bari kesimpulan dari apa yang dijelaskan tentang masalah ini dari Ibnul Arabi, Kesimpulan hukum dari penggunaan gambar atau lukisan adalah, apabila ia mempunyai jasad (patung) maka haram secara ijma’ dan apabila tidak berjasad maka terdapat empat pendapat dalam hal ini:Bolehnya secara mutlak didasari oleh makna lahiriah hadits Kecuali tertulis/tergambar di atas baju.

Tidak boleh secara mutlak meskipun tergambar di atas sesuatu. Apabila gambar itu memiliki bentuk yang tetap dan tegas bentuknya maka haram hukumnya, namun apabila kepalanya dihilangkan atau bagian-bagiannya dipisah-pisahkan maka hukumnya boleh. Jika ia digunakan sebagai barang yang remeh maka boleh digunakan, jika ia digantungkan maka tidak dibolehkan.

5. Apabila penggunaan gambar itu sudah sedemikian menyebar dan mewabah sehingga sulit untuk berlepas diri darinya seperti yang terdapat pada majalah, surat kabar dan beberapa buku bacaan, sementara sang pemakainya tidak pernah bermaksud sedikitpun untuk mengoleksi gambar-gambar itu atau bahkan ia sangat membencinya, hanya saja ia sudah begitu sulit untuk berlepas diri dari hal tersebut, atau seperti gambar-gambar yang terdapat pada lembaran uang berupa gambar raja, presiden atau pemimpin, maka dalam hal-hal seperti ini menurut saya tidaklah berdosa orang yang menggunakannya jika ia menggunakannya bukan demi gambar-gambarnya. Karena sesungguhnya Allah tidak menjadikan kesulitan dan kesempitan dalam agama, dan Ia tiak pernah membebani hamba-hamba-Nya dengan hal-hal yang tidak sanggup mereka kerjakan kecuali dengan kesulitan yang begitu besar atau hancurnya harta benda.

Adapun tentang gambar yang menampakkan wajah atau bagian atas tubuh maka hadits Abu Hurairah yang telah kami sebutkan menunjukkan bahwa kepala itu harus dipotong dan dipisahkan dari bagian tubuh lainnya. Apabila gambar kepala itu digabungkan dengan dada maka tidak boleh dari gambar seorang pria yang duduk, berbeda jika kepala itu benar-benar dipisahkan secara sempurna dari gambar bagian tubuh yang lain.

Karenanya Imam Ahmad mengatakan, Hakikat gambar itu adalah kepala.

Dan beliau sendiri bila ingin menghilangkan sebuah gambar maka beliau memisahkan kepalanya. Dan diriwayatkan dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma beliau berkata, Hakikat gambar itu adalah kepala, jika kepala itu dipotong maka bukanlah termasuk gambar lagi. Sehingga sikap meremehkan yang muncul dari sebagian orang adalah merupakan suatu hal yang harus diwaspadai.

Sehingga kita sekalian selalu mendapatkan keselamatan dan kekuatan dari Allah Ta’ala Yang Maha Pemurah dan Maha Mulia.

Wallahu a’lamu bish shawwab.

Sumber : Fatawa Al Mar-atul Muslimah, oleh Abu Muhammad Asyraf bin Abdil Maqshud.

March 12, 2006

Masalah Gambar dan Lukisan

Filed under: Religi
Masalah Gambar dan Lukisan
Oleh Abu Muhammad Asyraf bin Abdil Maqshud

Dalam masalah ini maka melukis atau menggambar terbagi menjadi dua macam:

1. Melukis dengan tangan

2. Melukis dengan alat

Adapun melukis dengan tangan hukumnya adalah haram, bahkan termasuk dosa besar, karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melaknat pelakunya. Tidak ada perbedaan dalah hal ini antara lukisan yang memiliki bayangan atau sekedar gambar.

Sedangkan melukis dengan alat (kamera) dimana gambar terbentuk tanpa adanya perbuatan fotografer yang berupa menarik garis gambar dan membentuknya, maka hal ini termasuk masalah yang diperselisihkan oleh para ulama mutaakhirin. Di antara mereka ada yang melarangnya dan ada pula yang membolehkannya.

Ulama yang melihat lafazh hadits (yang melarang) berpendapat bahwa hal ini dilarang, karena mengambil gambar dengan alat termasuk dalam tashwir (melukis). Seandainya tidak didukung oleh perbuatan manusia dalam menggerakkan, menyusun dan mencuci gambar tersebut maka gambar itu tidak akan muncul.

Sedangkan ulama yang melihat kepada makna dan illah mereka membolehkannya, karena pelarangan dalam hal ini adalah menyaingi penciptaan Allah, sementara pengambilan gambar dengan alat tidaklah termasuk menyaingi Allah dalam penciptaan, bahka perbuatan ini tidak lebih dari sekedar memindahkan gambar benda yang diciptakan Allah tanpa mengubahnya. Mereka juga menambahkan bahwa hal ini semakin jelas apabila seseorang mengikuti bentuk tulisan seseorang maka yang terjadi adalah bahwa tulisan yang pertama bukanlah tulisan orang kedua, karena keduanya hanya memiliki kemiripan. Namun apabila tulisan orang pertama itu dipindahkan melalui alat fotografi maka yang muncul adalah gambar dari tulisan orang pertama itu sendiri. Demikian pula dengan pemindahan gambar menggunakan alat fotografi (kamera), gambar yang muncul adalah ciptaan Allah yang dipindahkan dengan menggunakan alat fotografi.

Namun yang paling utama tentu saja adalah apabila kita meninggalkannya, karena hal ini termasuk dalam perkara yang musytabihat (samar-samar), dan barangsiapa meninggalkan perkara yang samar-samar maka ia telah menyelamatkan agama dan harga dirinya. Namun apabila ia membutuhkan hal tersebut untuk keperluan tertentu seperti untuk menjelaskan identitas diri maka tidaklah mengapa karena al hajah (kebutuhan) tersebut dapat mengangkat syubhat dan karena mafsadah belum terwujud dalam syubhah tersebut maka al hajah itupun mengangkat hukum syubhat tersebut.

Adapun hukum memakai dan menyimpan (mengkoleksi) lukisan atau gambar terbagi menjadi dua:

Pertama: Apabila gambar atau lukisan itu mempunyai bentuk jasad (patung) maka hukum menyimpannya adalah haram. Ibnul Arabi telah menukil ijma’ dalam masalah ini sebagaimana dinyatakan dalam Fathul Bari, ia mengatakan, Dan ijma’ ini tempatnya adalah pada selain permainan anak-anak perempuan. Dan di dalam kitab tersebut juga disebutkann sebuah hadits Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata:

Dahulu aku bermain-main dengan boneka anak perempuan di sisi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan aku mempunyai beberapa teman yang selau bermain bersamaku. Maka apabila Rasulullah masuk, merekapun berlarian, lalu beliau menarik mereka kepadaku hingga mereka bermain denganku.

Ibnu Hajar mengatakan dalam penjelasannya, Dan hadits ini dijadikan sebagai dalil terhadap bolehnya menggunakan gambar untuk digunakan sebagai permainan bagi anak-anak wanita. Hal ini merupakan suatu kekhususan dari keumuman dalil yang melarang menggunakan gambar dan hal ini ditegaskan oleh Iyadh sebagaimana ia juga telah menukil ini dari jumhur ulama. Ia berkata., Sebagian ulama berpendapat bahwa hal ini telah di mansukh dan sebagian lagi mengkhususkannya untuk anak-anak kecil.

Dan merupakan hal yang sangat disayangkan bahwa sebagian kaum kita saat ini mulai menggunakan gambar-gambar berjasad (patung) ini dan meletakkannya dalam majelis-majelis mereka atau pintu masuk rumah mereka, hingga disamping mereka telah menurunkan derajatnya ke derajat anak-anak, mereka juga telah melakukan perbuatan dosa dan maksiat. Semoga Allah memberikan hidayah-Nya kepada kita.

============ Bersambung +++++++++++++

Previous<<<<< >>>>>> Next

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Ian Main