Ilmu Padi

April 6, 2006

Doa Seorang Suami

Filed under: Artikel

Suatu pagi seorang suami yang merasa kecapaian dalam hidupnya memanjatkan doa kepada Allah. "Ya, Allah kasihanilah aku. Aku bekerja membanting tulang, sementara istriku tinggal di rumah. Aku akan persembahkan apapun, asalkan Kau kabulkan satu permohonanku: ‘tukarlah aku menjadi istriku’. Ia enak-enak dirumah, dan aku ingin memberinya pelajaran betapa beratnya kehidupan seorang laki-laki". Tuhan mendengarkan doa tersebut, dan mengabulkannya.

Esoknya, mulailah ‘perempuan baru’ tersebut menjalankan kehidupan. Ia bangun dipagi buta, menyiapkan sarapan, membangunkan anak-anak, menyiapkan bekal suaminya, memasukkan cucian kotor ke mesin cuci, menyiapkan masakan hari ini, mengantarkan anak-anak. Sepulang dari sekolahanaknya mampir ke pom bensin, mengambil uang, membayar rekening listrik dan telpon, mengambil cucian suaminya di pelayanan laundry, dan cepat-cepat ke pasar untuk belanja.

Dengan cepat hari mencapai pukul 13:00 tengah hari. Ia membereskan tempat tidur, mengambil cucian tadi pagi dan menjemurnya, dan memasukkan sisanya ke mesin cuci, menyapu, mengepel rumah, menanak nasi, sebelum kemudian segera berangkat menjemput anak-anaknya dari sekolah, yang disambut oleh anak-anaknya dengan bersitegang.

Sesampai dirumah ia segera menyiapkan makan anak-anaknya. Dengan tergopoh-gopoh meniriskan kembali cuciannya yang sebenarnya telah kering, karena ternyata hari hujan selama ditinggal kesekolah. Sore hari ia membantu anak-anak mengerjakan PR. Ia sempat-sempatkan mengintip acara teve sambil tangannya menyetrika. Setelah itu ia menyiapkan makan malam keluarga, memandikan anak-anak, dan mengantarkannya tidur.

Pukul 21:00 malam, ia dengan badan lelah pergi tidur. Sudah tentu ada tugas lain, yang entah bagaimana caranya ia laksanakan dengan baik, sebelum benar-benar menikmati tidurnya.

Esok paginya ia berdoa sekali lagi kepada Allah: " Ya Allah,apa yang kubayangkan saat meminta-Mu mengabulkan permohonanku, tak sanggup kutanggungkan lagi. Aku menghiba-Mu, ya. Allah, kembalikan aku menjadi diriku, kumohon, ya, Allah."

Allah kembali mendengarkan doanya. Ia berkata: "Wahai, hambaKU, aku akan kembalikan keadaanmu semula. Tapi, ada hal kecil yang sedikit mengganggu, kau harus menunggu 9 bulan. Ingat, perbuatanmu sendiri telah membuatmu hamil sejak kemarin.

Dicopas dari : Doa Seorang Suami

Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://oryza.blogsome.com/2006/04/06/doa-seorang-suami/trackback/

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>


<<<<< >>>>>>

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Ian Main