Jadilah Istriku
Berapa banyak perempuan dalam hidupmu Bang? Berapa yang kau butuhkan?
Berapa banyak perempuan dalam hidupmu Bang?
Dulu kukira hanya aku. Hingga resahmu memecahkan batu kediaman. Pengakuan yang mengagetkan, dan rasanya akan sulit dipercayai siapapun yang mengenalmu.
"Aku… pernah menikah sebelumnya, Tya," ujarmu dengan putus-putus. Tiga hari menjelang pernikahan kita.
Kali ini aku berharap sedang tidur dan bermimpi. Nyatanya tidak. Kepalaku yang menunduk, masih dapat menekuri butiran-butiran tanah merah yang rekah di belakang rumah. Beberapa saat kita hanya berdiam diri, menikmati deburan hati satu sama lain. Kau dengan perasaan bersalahmu, dan aku dengan sebersit rasa kecewa. Ternyata aku bukan yang pertama.
"Tapi itu sebuah kesalahan," lanjutmu berusaha meyakinkan, dan mengusir embun yang memberat di mataku.
"Kami masih muda Tya. Dan ketika itu aku tidak seperti sekarang. Terlalu sering kami berdua hingga melakukan kesalahan itu. Maafkan aku."
