Ilmu Padi

May 13, 2006

Wanita Gila Larikan 23 Gerbong KA

Filed under: Artikel

Hari ini Baca berita yang lucu banget di Jawa Pos emoticon

Sabtu, 13 Mei 2006,
Wanita Gila Larikan 23 Gerbong KA

SURABAYA - Ada peristiwa langka Kamis malam lalu yang sempat membuat panik petugas PT KAI (Kereta Api Indonesia) Daop 8. Kereta barang yang mengangkut 23 gerbong berisi bahan bakar minyak (BBM) dan akan menuju ke Malang dari Surabaya, tiba-tiba melaju tanpa masinis.

Karena tak bisa dikendalikan, petugas terpaksa menghentikan laju kereta itu dengan cara membelokkan rel secara mendadak, hingga gerbong-gerbongnya keluar jalur dan terguling. Ternyata, kereta api itu disusupi orang gila. Dan, orang gila inilah yang menjalankan kereta tersebut secara mundur, dari Bangil, kembali lagi ke Surabaya, melewati sembilan stasiun dan lebih dari 100 pintu palang kereta terbuka (tanpa ada penjaga).

Bagaimana peristiwa ini bisa terjadi?
Kepala Humas PT KAI Daerah Operasi (Daop) 8 Sudarsono menceritakan, kereta api barang bernomor lokomotif CC 20179 itu berangkat dari Stasiun Benteng Tanjung Perak sekitar pukul 20.30 Kamis lalu. Kereta dengan nomor perjalanan 3015 ini mengangkut 30 ribu ton solar dan bensin, serta 1.012 ton tonase. "Kereta ini akan mengirim supply BBM ke Stasiun Kota Lama Malang," papar Sudarsono.

Sekitar pukul 23.15, kereta yang dimasinisi Tri Iswitoyo itu tiba di Stasiun Bangil. Sesuai dengan prosedur perjalanan, sebelum melanjutkan ke Malang, 23 gerbong yang dibawa harus dipisah menjadi lima bagian. Langkah ini dilakukan untuk membagi beban yang sangat berat. "Itu disebabkan jalur dari Bangil ke Malang menanjak," ujarnya.

Saat berhenti di Stasiun Bangil, masinis Tri Iswitoyo dan pembantu masinis Abdurrahman ingin beristirahat sejenak, sambil menunggu proses pemisahan gerbong. Mereka meninggalkan lokomotif dalam keadaan mesin hidup. Sesuatu yang mengejutkan terjadi. Sekitar pukul 23.44, kereta itu tiba-tiba melaju. Tri dan Abdurrahman, serta beberapa petugas di Stasiun Bangil pun terkejut dan panik.

"Memang, sebelumnya kita harus menunggu juga dua kereta lain yang akan lewat di Stasiun Bangil," sambungnya. Yakni, kereta tangki kosong dari Malang pukul 23.20 dan KA Mutiara tujuan Surabaya pukul 23.28. Saat itu, belum diketahui siapa yang menjalankan kereta api tersebut.

Setelah keluar dari Stasiun Bangil dan melewati kira-kira dua-tiga stasiun, kereta api itu berjalan mundur. Ini bisa dimaklumi karena kereta tak mampu menahan beban berat. Apalagi, jalur menuju ke Malang menanjak. Saat berjalan mundur itu, laju kereta semakin cepat. Bahkan, lebih cepat dari kecepatan kereta biasanya. Jika kereta biasa normalnya menempuh perjalanan dari Bangil ke Surabaya sekitar dua jam. Kereta itu sekitar 90 menit.

Petugas pun panik. Saat itulah dirancang sebuah skenario untuk menyetop laju kereta tersebut. Caranya, rel yang akan dilalui kereta itu di Sidoyoso, dibelokkan secara mendadak. Sehingga, begitu melintas, kereta keluar jalur, kemudian gerbong-gerbongnya terguling di kawasan Sidotopo, Surabaya Timur. Tepatnya di jalur 13 Stasiun Sidotopo. Kereta tiba di Sidotopo sekitar pukul 01.00. Masih untung, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

Dari 23 Gerbong yang ada, tiga di antaranya anjlok. Akibatnya, bensin dan solar di dalamnya tumpah. Sementara itu, sembilan gerbong lain terguling. Tapi, isinya masih bisa diselamatkan. "Sepuluh gerbong lain selamat," jelas Sudarsono. Dari informasi yang didapat di lapangan, ada sekitar tujuh gerbong selamat yang terlepas lebih dulu di kawasan Tenggumung, Semampir.

Karena tergelincirnya kereta, rel sepanjang sekitar 10 meter di Stasiun Sidotopo rusak parah dan bengkok ke atas. Untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran, aparat juga mendatangkan dua unit mobil pemadam kebakaran dari Pasar Turi.

Saat itulah diketahui bahwa yang diduga mengendalikan kereta api adalah seorang wanita tak waras yang mengaku bernama Milla Rosa. Dia keluar dari gerbong loko dalam keadaan terus tertawa. Dia mengenakan tank top putih.

Gadis muda berkulit hitam itu kira-kira berumur 25 tahun. Saat ditanya alamat rumahnya, Milla dengan tegas menjawab Desa Karangploso, Batu, Malang.

Kasatreskrim Polresta Surabaya Timur AKP Khoirul Anam yang menginterogasi Milla, lalu menanyakan apakah dia sudah menikah dan punya anak? Pertanyaan itu dijawab dengan enteng. "Anakku 15 (orang, Red)," jawab Milla sekenanya. Tentang suaminya dia hanya menjawab, "Wedus (Kambing, Red)."

Tak berhenti di situ, sejumlah wartawan kemudian menanyakan cara Milla bisa menjalankan kereta api. Mendengar pertanyaan tersebut, perempuan yang langsung diborgol ketika keluar dari lokomotif itu menjelaskan bahwa dirinya belajar menjadi masinis sejak masih kecil.

"Aku belajar nyetir sepur mulai cilik (Saya sudah belajar mengendarai KA sejak kecil, Red)," tandasnya dan membuat wartawan tertawa.

Milla bahkan menantang Khoirul Anam untuk bertaruh. "Kalau sampeyan bisa nyetir sepur aku berani bayar Rp 1 miliar. Sampeyan mesti gak iso," tantangnya.

Sementara itu, hingga tadi malam, masinis Tri Iswotoyo masih diperiksa oleh internal PT KAI. Untuk mengevaluasi terjadinya kecelakaan itu, pimpinan PT KAI bersama jajarannya langsung menggelar rapat kemarin malam. Pertemuan digelar di ruang pertemuan Daops 8 Depo Lokomotif Sidotopo.

Ditemui terpisah, Kapolresta Surabaya Timur AKBP Juansih mengatakan akan memeriksa masinis KA tersebut. Menurut dia, dalam kecelakaan ini, ada kemungkinan keteledoran masinis. Artinya, masinis bisa dijerat dengan pasal melakukan kelalaian sehingga mengakibatkan kerugian pihak lain. (cak/san)

Sumber : Jawa Pos 

Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://oryza.blogsome.com/2006/05/13/wanita-gila-larikan-23-gerbong-ka/trackback/

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>


<<<<< >>>>>>

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Ian Main