Ribuan Rakyat AS Minati Al-Qur’an dan Islam
Ribuan Rakyat AS Minati Al-Qur’an dan Islam
Dunia Islam Oleh : Redaksi 13 Jun 2005 - 10:00 pm
Pasca pelecehan di penjara Guantanamo, puluhan ribu warga Amerika Serikat (AS) tertarik mempelajari Al-Qur’an dan Islam. Pasaca 11 September lalu 11 ribu warga Amerika Latin pindah memeluk Islam lebih dari 10.000 warga Amerika Serikat (AS) menunjukkan minatnya untuk mempelajari Al-Qur’an dan Islam.
Perkembangan terbaru ini terjadi menyusul berita reaksi dan pengakuan pihak Pentagon bahwa Al-Qur’an telah dilecehkan para tentera AS di kamp tahanan Guantanamo, demikian tulis CAIR.
Permintaan terhadap Al-Qur’an itu makin besar setelah terjadinya demontrasi besar-besaran di seluruh negeri-negeri berpenduduk muslim saat terjadinya ‘pelecehan Al-Qur’an’ sebagaimana dilansir majalah Newsweek.
Kitab suci umat Islam yang kini didistribusikan itu adalah salinan Al-Qur’an terjemahkan bahasa Inggris oleh Abdullah Yusuf Ali dan diterbitkan oleh Amana Publications.
Pihak yang ikut berjasa menyebarluaskan Al-Qur’an itu tak lain adalah Council on American-Islamic Relations atau CAIR). CAIR adalah kelompok advokasi yang berbasis di Washington. Lembaga ini telah lama dikenal sebagai pembela hak-hak warga Muslim Amerika.
Bersama-sama dengan kiriman Al-Qur’an itu, CAIR juga menyertakan sepucuk surat turut yang menjelaskan bagaimana umat Islam dididik untuk menghormati dan menjaganya.
"Tuduhan palsu dan tidak berdasar ditujukan terhadap Al-Qur’an selama ini. Namun kini, inisiatif untuk meletakkan kitab suci datang secara langsung dari warga AS dan menggalakkan semua orang dari berbagai keyakinan untuk membongkar kebenaran Islam," ujar Direktur CAIR, Nihad Awad.
Semua Kalangan
Pasca 11 September, CAIR melakukan kampanye kepada warga Amerika untuk menjelaskan agama Islam yang sesungguhnya. Bukan sebagaimana yang mereka kenal lewat media-media AS yang kebanyakan didominasi kelompok Yahudi dan kerap mencitrakan negatif tentang Islam.
Kampanye CAIR ke seluruh warga Amerika tentang Islam dan Al-Qur’an, rupanya menarik perhatian rakyat AS dari bebagai kalangan yang akhirnya membuat minat mereka mempelajari Islam.
Mereka, diantaranya termasuk aparat kepolisian, pemimipin umat Kristen dan kalangan , akademik, demikian ujar CAIR.
"Saya ingin membacanya dalam bahasa Inggeris untuk diri sendiri dan melihat apa yang tertulis dan melihat jika saya dapat memahaminya," ujar seorang veteran perang Vietnam, Chuck Roth.
"Ia bukan kitab yang menganjurkan terorisme. Pandangan utama nya adalah kedamaian dalam masyarakat," ujar Arthur Ort, salah seorang warga AS yang telah mendapatkan salinan Al-Qur’an sebagaimana dipetik CAIR.
Hingga hari ini, CAIR telah mendistribusikan lebih dari 5000 salinan Al-Qur’an. Sebelumnya, melalui kampanyenya, CAIR menawarkan Al-Qur’an secara gratis dengan cara memesan lewat website www.explorethequran.org atau panggilan telepon bernomor (800) 78-ISLAM. "Dari hasil poling selama setahun, kesimpulan mengapa mereka curiga Islam karena faktor tidak memahali Islam," ujar salah seorang pejabat CAIR seperti dikutip Religion News Service.
Sejak tahun 2003, CAIR terus melancarkan kampanye iklan dengan tujuan untuk menandingi apa yang mereka lihat sebagai retorika anti-Muslim yang meningkat di Amerika. Kampanye itu, dimaksudkan untuk menghadirkan gambaran Islam secara benar di AS.
Sebelumnya, pasca 11 September, tepatnya 23 Maret 2001 lalu, sebagaimana dikutip News Service, sekitar 15 ribu orang keturunan Amerika Latin telah berpindah memeluk Islam. Nampaknya, makin benci warga AS, makin gandrung pula pada kebenaran Islam. (rns/bh/cha/Hidayatullah.com)
