Ilmu Padi

July 31, 2006

Koq ngga bosan2nya menipu

Filed under: Catatan

Dari +622130139674

Selamat !! Anda
men-dpt hadiah
Rp.21 juta dari
"GEBYAR 11thn"
PT.TELKOMSEL,
Hub/Call Center:
021-68628679
021-68651839
Pengirim:
222 

 
Dikirim 31-07-2006 Jam 12.44

 

Aku post di blog aja sekalian. Sangat menjengkelkan sekali. Tuh kan aturan register pra bayar memang tidak berguna. Buang2 waktu aja. Depkominfo memang kurang kerjaan. Yang namanya penipu jelas lebih pintar lah.

Alhamdulillah

Filed under: Catatan

Semakin nampak di mataku….
bahwa engkau lah yang terbaik
Alhamdulillah…
Segala puji memang untuk Allah

The Power of Doa

Filed under: Catatan

Jangan meremehkan doa. Karena doa itu mengandung kekuatan yang tak seorang pun dapat membendung.

Seorang teman tadi pagi curhat, mengeluhkan doa-doanya yang sering tidak terkabul. Padahal dia mengaku rajin sholat 5 waktu, sholat sunnah dan puasa. Cukup lama juga mendengarkan keluhannya. Lalu kutanya pernahkah mendoakan orang lain. Dia langsung menjawab, boro-boro mendoakan orang lain, wong doaku sediri jarang terkabul koq. Setelah ia dia kemudian kukatakan, Justru itulah pola pikir yang harus diubah. Jangan sampai kita egois dan enggan mendoakan orang lain. Menurut sebuah hadits, jika kita mendoakan orang lain, maka Allah SWT akan menganugerahkan ni’mat yang sama dengan orang yang kita doakan.

Tapi… namanya manusia, ada sifat pelit mendoakan orang lain. Disuruh mendoakan aja pelit, Apalagi kalau disuruh berzakat dan bersedekah. 

July 30, 2006

[Resensi Buku] The Name of The Rose (Umberto Eco)

Filed under: Buku

Judul : The Name of The Rose
Pengarang : Umberto Eco
Penerbit : Jalasutra
Cetakan : II, 2004
Tebal : xiiv+731

 

Di Usia senjanya, Adso dari Melk mengenang satu minggu bersejarah di bulan November, tahun 1327. Bersama William dari Baskerville ia tiba di sebuah biara pada suatu tempat di tengah pegunungan Apenina. Misi William adalah menjadi penengah antara delegasi Paus Yohanes XXII dan Michael dari Cesena, yang direncanakan akan bertemu di sana. Tujuan pertemuan ini adalah untuk memastikan jalan yang aman bagi Michael menuju dan kembali dari istana Paus di Avignon, tempat di mana ia berharap bisa memperoleh persetujuan atas berbagai reformasi gereja.

 

Ketika tiba di biara tersebut, William menerima pula tugas kedua yaitu menyelidiki kematian misterius Adelmo, yang jasadnya baru ditemukan di luar tembok biara. Sang Kepala Biara, Abo, ingin mengetahui bagaimana dan kenapa Adelmo mati, bukan hanya karena ia kuatir akan keselamatan para biarawan di sana, namun juga karena ia tidak ingin delegasi Paus, yang dipimpin oleh inkuisitor Kardinal Bertrand del Pogetto dan Bernard Gui, memanfaatkan dugaan pembunuhan sebagai alasan untuk menyelidiki biara tersebut.

 

Meski berbagai upaya dilakukan William, misteri kematian itu masih belum terpecahkan ketika para delegasi dari pertemuan tersebut tiba. Bahkan, misterinya menjadi semakin membingungkan. Dua orang biarawan lagi mati: Venantius ditemukan dengan kepala terendam dalam tong darah babi, dan Berengar tenggelam dalam bak mandi. Kemudian Severinus, tabib yang pernah mengobati William, terbunuh di pagi hari ketika pertemuan tersebut dimulai, dan Malachi mati tak lama kemudian.

 

Seperti yang ditakutkan Kepala Biara, kedua inkuisitor Paus itu memanfaatkan kejadian-kejadian ini untuk kemudian mendapati bahwa Abo telah menyembunyikan biarawan-biarawan yang pernah menjadi pengikut Fra Dolcino, seorang terpidana bidah. Bernard Gui yakin bahwa Salvatore dan Remigio, keduanya bekas pengikut Dolcinian, masih tetap melakukan bidah dan bertanggung jawab atas pembunuhan-pembunuhan tersebut. Pada saat berlangsung pengadilan singkat atas kasus itu, ia pun menegaskan bahwa Michael dari Cesena tak akan dapat memperoleh dukungan atas pandangan-pandangan reformisnya, dan Gereja tak butuh para reformis yang menantang hegemoninya.

 

Maka misi pertama William, yakni untuk menjamin keselamatan Michael jika ia mengunjungi Paus, telah gagal, dan Abo memecatnya pula dari misi keduanya. Karena para inkuisitor telah memperoleh temuan-temuannya, ia kuatir apa pun yang ditemukan William hanya akan merusak reputasi biara itu lebih jauh lagi dan konsekuensinya adalah kedudukannya sendiri. Tak mempedulikan perintah Abo, William melanjutkan penyelidikannya, terdorong kecintaannya akan pengetahuan dan mungkin juga karena gengsi intelektual tertentu. Beberapa jam setelah Abo memecatnya dari kasus tersebut, William berhasil memecahkan misterinya.

 

Ketika muda, Jorge dari Burgos meninggalkan biara dan pulang ke kampung halamannya di Spanyol guna mendapatkan kitab-kitab untuk disimpan di perpustakaan biara. Di antara kitab-kitab yang dibawanya kembali terdapat satu-satunya salinan kitab kedua dari karya Aristoteles Poetics, yang membahas tentang komedi, sementara kitab pertamanya membahas tentang tragedi. Menganggap tertawa sebagai bidah yang paling berbahaya, Jorge mengunci kitab tersebut jauh dalam bagian yang paling tak terjangkau dari perpustakaan biara yang berlabirin, tempat kitab tersebut tersimpan selama puluhan tahun.

 

Namun, Berengar, pembantu penjaga perpustakaan, menemukan kitab tersebut dan membujuk Adelmo untuk memuaskan syahwatnya sebagai bayaran atas kesempatan untuk mempelajari karya langka tersebut. Terdorong perasaan bersalah atas dosa perzinaannya, Adelmo bunuh diri dengan melompat dari atas tembok biara. Venantius dan Berengar juga telah membunuh diri mereka sendiri, dapat dikatakan demikian, karena Jorge telah membubuhkan racun pada lembaran-lembaran halaman kitab tersebut demi menjamin kelangsungan rahasianya. Ketika orang yang membaca menjilat jarinya agar lebih mudah membalik lembaran halaman yang agak lembab, ia terkena racunnya. Karena Berengar membawa kitab tersebut bersamanya ketika ia berlari ke pemandian di dekat herbarium untuk mencari ramuan penawar racunnya, Malachi, kaki-tangan Jorge, harus membunuh Severinus untuk memperoleh kembali kitab tersebut. Lantas, dikuasai rasa ingin tahunya, Malachi pun tewas di tangan lembaran-lembaran maut itu.

 

Meskipun William menemukan kitab tersebut dan dengan tepat menelusuri aksi-aksi pembunuhan yang melibatkan Jorge dan beberapa orang lainnya, kemenangannya hanyalah sementara. Ketimbang membiarkan orang lain membaca karya Aristoteles itu, Jorge menelan halaman-halaman beracun itu. Selanjutnya pergumulan terjadi di dalam perpustakaan, Jorge memukul jatuh lentera Adso, dan segenap biara tersebut akhirnya musnah tertelan api.

July 23, 2006

YM yang durhaka 3

Filed under: Catatan

Siang, jam 13.00 Aduh…. lagi2 status I’m on SMS dan ada fotonya emoticon

 

327 ID yang OL cuma 13 ekoR

Filed under: Catatan

Jam 12.02
Huehehehehe.. emoticon

YM Hari ini

Filed under: Catatan

Ym hari ini sedang jadi anak durhaka. Dari pagi gak bisa login. Baru bisa login jam 11:30 siang

Ini adalah hantu2 YM yang berhasil Onlen jam 11.30

 

 

Yang aneh, tidak ada seorangpun yang statusnya I’m on SMS :D

Aku

Filed under: Buku

Oleh : Chairil Anwar 

Kalau sampai waktuku
‘Ku mau tak seorang kan merayu
Tidak juga kau

Tak perlu sedu sedan itu

Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang

Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang

Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih peri

Dan aku akan lebih tidak perduli

Aku mau hidup seribu tahun lagi

Maret 1943

July 20, 2006

YM yang durhaka 2

Filed under: Catatan

Jam 13:45 Giliran nap******** status I’m on SMS dan ada fotonya

 

ryzzz4 (7/20/2006 1:45:07 PM):
ryzzz4 (7/20/2006 1:45:19 PM): sekarang giliran naps yg ada fotonya

—– Teman tidak merespon —–

 

Sekitar Jam 16.00, Ir******* dan nap******** status I’m on SMS dan ada fotonya

 

 

Ada apa dengan YM-ku ya emoticon 

July 19, 2006

YM yang durhaka

Filed under: Catatan

Hari ini YM aneh banget. Statusnya Ir*******, I’m on SMS tapi koq ada fotonya ya

 

ryzzz4 (7/19/2006 4:27:05 PM): ir*** on sms koq ada fotonya ya
teman (7/19/2006 4:27:27 PM): gak kok
ryzzz4 (7/19/2006 4:27:41 PM):
ryzzz4 (7/19/2006 4:27:45 PM): iyah
teman (7/19/2006 4:28:05 PM): gakkkkkkkk
ryzzz4 (7/19/2006 4:28:09 PM): iyaaaaaaaaaaaaaa
teman (7/19/2006 4:28:40 PM): yey, disini mah nggak kok
ryzzz4 (7/19/2006 4:30:57 PM):
ryzzz4 (7/19/2006 4:31:01 PM): masa’ sih
ryzzz4 (7/19/2006 4:31:08 PM): coba capturin
teman (7/19/2006 4:31:54 PM):
teman (7/19/2006 4:31:59 PM): masa gak percaya sech …
ryzzz4 (7/19/2006 4:32:07 PM): aku capturin deh
teman (7/19/2006 4:34:22 PM): oke
teman (7/19/2006 4:34:54 PM):
teman (7/19/2006 4:34:57 PM): ir*** jelex
ryzzz4 (7/19/2006 4:35:06 PM):
ryzzz4 (7/19/2006 4:35:51 PM): gimana
ryzzz4 (7/19/2006 4:35:59 PM): aneh kan?
teman (7/19/2006 4:36:47 PM): iya yach …
teman (7/19/2006 4:36:59 PM): coba log out
teman (7/19/2006 4:37:01 PM): trus masuk lagi
ryzzz4 (7/19/2006 4:37:05 PM): ga mauuuuu
ryzzz4 (7/19/2006 4:37:16 PM): tar susah login
teman (7/19/2006 4:37:51 PM): why
ryzzz4 (7/19/2006 4:44:37 PM): fotonya ir*** akhirnya ilang
ryzzz4 (7/19/2006 4:44:45 PM):
ryzzz4 (7/19/2006 4:45:24 PM): tadi lucu banget
teman (7/19/2006 4:49:43 PM):
ryzzz4 (7/19/2006 4:50:05 PM):

<<<<< >>>>>> Next

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Ian Main