Ilmu Padi

May 24, 2007

Introvert

Filed under: Artikel

Tulisan yang menarik, dan sangat populer, dari Jonathan Rauch, menceritakan pengalaman pribadinya sebagai seorang introvert dan bagaimana itu mempengaruhi kehidupannya. Saya terjemahkan dari artikel Rauch di The Atlantic Monthly, Caring for Your Introvert (tentu tidak sebaik tulisan aslinya).

* * *

aloof9.jpgPernah tahu tentang seseorang yang perlu menyendiri, berjam-jam tiap harinya? Yang gemar mengobrol tentang ide-ide, tentang perasaan? Yang kadang-kadang bisa mempresentasikan sesuatu dengan hebat di hadapan banyak orang, tapi begitu canggung saat berada di kelompok yang lebih kecil? Yang musti ditarik-tarik untuk datang ke pesta, lalu perlu seharian penuh untuk ‘penyegaran kembali’?

Apakah kita menjulukinya ‘orang serius’, atau bertanya kepadanya ‘eh, kamu sakit ya’? Menganggapnya penyendiri, sombong, dan tak sopan? Yang kita musti berjuang keras hanya untuk mengajaknya keluar?

(more…)

January 26, 2007

Narsis atau Sekedar Ekspresif

Filed under: Artikel

Kedekatan ilmu pengetahuan pada kehidupan sehari-hari semakin menggembirakan. Berbagai istilah yang semula hanya digunakan secara eksklusif oleh para ilmuwan, kini menjadi kosa kata yang digunakan sehari-hari. Sebut saja, kata analgesik, saat ini lebih sering digunakan untuk menyebut obat penghilang rasa nyeri. Dan belakangan ini, yang lagi hot digunakan dalam percakapan adalah "narsis", potongan dari istilah narsisme dari bidang ilmu psikologi dan psikiatri.

Perempuan, lelaki, dewasa, atau remaja, kerap menggunakan kata tersebut. Umumnya kata itu digunakan untuk menyebut sebuah perilaku yang condong menunjukkan rasa cinta pada diri sendiri. Seorang remaja yang memotret dirinya, dengan mudah diberi label narsis, oleh teman-temannya. Bahkan seorang perempuan yang membeli sehelai blus relatif mahal untuk diri sendiri, secara ringan berkata; "narsis ya aku!" 

Kata narsis berasal dari mitologi Yunani yang mengisahkan seorang pemuda tampan bernama Narcissus. Ia sangat senang berkaca di danau, mengagumi ketampanannya. Suatu ketika Echo, peri penguasa air melihatnya, dan jatuh cinta. Echo mengungkapkan cinta pada Narcissus, namun ditolak. Narcissus merasa jauh lebih elok dibandingkan sang peri. Echo marah, dan mengutuk Narcissus tak bisa jatuh cinta pada orang lain, kecuali pada bayangan dirinya yang dilihat di atas air danau. Narcissus memang semakin terpukau memandang bayangannya, tapi ia kesepian, dan berubah menjadi setangkai bunga, yang saat ini dikenal dengan nama Narcissus dan sering ditemui tumbuh di tepi danau.

Sigmund Freud, bapak ilmu jiwa menguraikan dalam tulisannya bahwa narsis mengacu pada NPD (Narcissistic Personality Disorder), sebutan untuk mengenali kondisi yang mengarah pada gangguan karakter individu yang menunjukkan kesombongan, egoisme dan kecintaan yang berlebihan pada diri sendiri. Namun, istilah tersebut dapat juga dikenakan pada kelompok sosial tertentu yang mengarah pada sikap membenarkan keburukan anggotanya.

So, masih relakah Anda mengatai diri sendiri narsis? Tak masalah jika Anda memang ingin jujur mengakui kekurangan diri. Namun jika tindakan Anda hanya karena menyayangi diri sendiri atau bersikap ekspresif, sebaiknya tidak dilakukan. Karena setiap kata mengandung kekuatan yang dapat mendorong kita mewujudkannya!

 

Sumber : http://www.conectique.com/get_updated/article.php?article_id=4388

July 3, 2006

Janji

Filed under: Artikel

Istriku berkata kepada aku yang sedang baca Koran, "berapa lama lagi kamu baca koran itu? tolong kamu ke sini dan bantu anak perempuanmu tersayang untuk makan." Aku taruh koran dan melihat anak perempuanku satu-satunya, namanya Sindu tampak ketakutan, air matanya banjir. Di depannya ada semangkuk nasi berisi nasi susu asam/yogurt (nasi khas India /curd rice). Sindu anak yang manis dan termasuk pintar dalam usianya yang baru 8 tahun. Dia sangat tidak suka makan nasi susu ini. Ibu dan istriku masih kuno, mereka percaya sekali kalau makan curd rice ada "cooling effect". Aku mengambil mangkok dan berkata, "Sindu sayang, demi ayah, maukah kamu makan beberapa sendok curd rice ini? Kalau tidak, nanti ibumu akan teriak-teriak sama ayah.”

Aku bisa merasakan istriku cemberut dibelakang punggungku. Tangis Sindu mereda dan ia menghapus air mata dengan tangannya dan berkata, "Boleh ayah. Akan saya makan nasi susu ini tidak hanya beberapa sendok, tapi semuanya akan saya habiskan, tapi saya akan minta…(agak ragu2 sejenak)….akan minta sesuatu sama ayah bila habis semua nasinya."

Apakah ayah mau berjanji memenuhi permintaan saya?" Aku menjawab, "Oh pasti sayang". Sindu tanya sekali lagi, "betul nih ayah?" "Ya, pasti.." sambil menggenggam tangan anakku yang kemerah mudaan dan lembut sebagai tanda setuju.

Sindu juga mendesak ibunya untuk janji hal yang sama, istriku menepuk tangan Sindu yang merengek sambil berkata tanpa emosi, "janji" kata istriku. Aku sedikit khawatir dan berkata: "Sindu jangan minta komputer atau barang2 lain yang mahal yah, karena ayah saat ini tidak punya uang." Sindu menjawab, "jangan khawatir ,Sindu tidak minta barang2 mahal kok."

Kemudian Sindu dengan perlahan-lahan dan kelihatannya sangat menderita, dia bertekad menghabiskan semua nasi susu asam itu. Dalam hatiku aku marah sama istri dan ibuku yang memaksa Sindu untuk makan sesuatu yang tidak disukainya. Setelah Sindu melewati penderitaannya,dia mendekatiku dengan mata penuh harap. Dan semua perhatian (aku ,istriku dan juga ibuku) tertuju kepadanya. Ternyata Sindu mau kepalanya digundulin/dibotakin.

Istriku spontan berkata, "permintaan gila, anak perempuan dibotakin,tidak mungkin!" Juga ibuku menggerutu jangan terjadi dalam keluarga kita, dia terlalu banyak nonton TV. Dan program2 TV itu sudah merusak kebudayaan kita. Aku coba membujuk: "Sindu kenapa kamu tidak minta hal yang lain kami semua akan sedih melihatmu botak." Tapi Sindu tetap dengan pilihannya, "tidak ada ‘yah, tak ada keinginan lain," kata Sindu. Aku coba memohon kepada Sindu, "tolonglah kenapa kamu tidak mencoba untukmengerti perasaan kami." Sindu dengan menangis berkata, "ayah sudah melihat bagaimana Menderitanya saya menghabiskan nasi susu asam itu dan ayah sudah berjanji
Untuk memenuhi permintaan saya kenapa ayah sekarang mau menarik/menjilat ludah sendiri? Bukankah Ayah sudah mengajarkan pelajaran moral, bahwa kita harus memenuhi janji kita terhadap seseorang apapun yang terjadi seperti Raja Harishchandra (raja India jaman dahulu kala )untuk memenuhi janjinya rela memberikan tahta, harta/kekuasaannya, bahkan nyawa anaknya sendiri." Sekarang aku memutuskan untuk memenuhi permintaan anakku, "Janji kita harus ditepati." Secara serentak istri dan ibuku berkata, "apakah aku sudah gila?"

"Tidak," jawabku, "kalau kita menjilat ludah sendiri, dia tidakakan pernah belajar bagaimana menghargai dirinya sendiri." "Sindu permintaanmu akan kami penuhi." Dengan kepala botak, wajah Sindu nampak bundar dan matanya besar dan bagus.

Hari Senin ,aku mengantarnya ke sekolah, sekilas aku melihat Sindu botak berjalan ke kelasnya dan melambaikan tangan kepadaku. Sambil tersenyum aku membalas lambaian tangannya. Tiba2 seorang anak laki2 keluar dari mobil sambil berteriak, "Sindu tolong tunggu saya." Yang mengejutkanku Ternyata kepala anak laki-laki itu botak. Aku berpikir mungkin "botak" model Jaman sekarang. Tanpa memperkenalkan dirinya seorang wanita keluar dari mobil dan berkata, "anak anda, Sindu, benar-benar hebat. Anak laki-laki yang jalan bersama-sama dia sekarang, Harish adalah anak saya, dia menderita kanker leukemia."

Wanita itu berhenti sejenak ,nangis tersedu-sedu, "bulan lalu Harish tidak masuk sekolah,karena pengobatan chemo therapy kepalanya menjadi botak jadi dia tidak mau pergi kesekolah takut diejek/dihina oleh teman-teman sekelasnya.

Nah, Minggu lalu Sindu datang ke rumah dan berjanji kepada anak saya untuk
mengatasi ejekan yang mungkin terjadi. Hanya saya betul2 tidak menyangka kalau Sindu mau mengorbankan rambutnya yang indah untuk anakku Harish.

Tuan dan istri tuan sungguh diberkati Tuhan mempunyai anak perempuan yang berhati mulia." Aku berdiri terpaku dan aku menangis. Malaikat kecilku telah mengajarkanku tentang kasih.

 

Sumber : Era Baru

June 28, 2006

Berteladan dari kisah Aisyah radhiyallahu anha

Filed under: Artikel

Ibunya orang beriman, isteri nabi Muhammad sekaligus putri dari as-sidiq adalah sosok yang pantas diteladani oleh seluruh mu’minah di sepanjang zaman. Ia adalah wanita pemilik kemuliaan yang tak tertandingi Aisyah -lah manusia yang paling berilmu tentang al quran, karena kehidupannya yang selalu bersanding dengan pembawa risalah islam, dan beliau menyaksikan Al quran yang turun di rumah beliau. Paling berilmu, karena paham bagaimana wujud penjabaran Al quran dalam kehidupan sehari-hari, dipraktikkan dalam perkataan, perbuatan, budi pekerti, akhlaq dan adab oleh rasulullah shallallahu alaihi wa sallam.

Beliau pula wanita yang paling berilmu tentang hadits, fikih, pengobatan, syair dan hikmah. Sehingga sangat wajar ketika abu bardah mengatakan : "apabila ada sebuah permasalahan yang tidak diketahui di zaman sahabat , maka kami bertanya kepada aisyah, dan kami memperoleh ilmu dari beliau".

Seorang sahabat yang lain mengatakan "saya tidak mengetahui ada orang yang lebih berilmu tentang al quran, faraidh(ilmu waris) , halal dan haram, syair, sejarah dan nasab kecuali aisyah".

Di kesempatan yang lain kita akan dapatkan bagaimana wujud konkrit tarbiyah di atas manhaj nabawi pada diri aisyah. Umar bin khatab ketika menjelang wafat , berkata kepada abdullah (anaknya). "Pergilah kepada Aisyah, sampaikan salamku padanya, dan mintakan ijin agar aku diperbolehkan dimakamkan di rumahnya bersama Rasulullah dan Abu Bakar. Maka Abdullah pun mendatangi aisyah dan menyampaikan pesan ayahnya. Aisyah mengatakan "baik dan ini adalah sebuah kemuliaan" dan melanjutkan dengan berkata "wahai anakku, sampaikan salamku kepada Umar , dan katakan padanya jangan tinggalkan umat Muhammad tanpa pimpinan, pilihlah khalifah bagi umat dan jangan tinggalkan umat dalam keadaan sia-sia setelahmu, karena aku takut terjadi fitnah atas umat ini."

Wahai wanita mukminah, saksikanlah bagaimana keagungan perjalanan mereka yang ditarbiyah dalam rumah-tangga nabi. Perhatikan bagaimanakah nasehat dan pandangan aisyah untuk mengangkat khalifah setelah Umar, karena khawatir terjadinya fitnah. Seakan aisyah menyaksikan hal-hal yang akan berlangsung di masa mendatang, padahal tidaklah ia tahu tentang hal yang ghaib, namun ini adalah firasat seorang mukmin yang beriman kepada Allah dan RasulNya. Beliau tak hanya sebatas melihat tentang dekatnya kematian umar dan tentang masalah di mana Umar akan dimakamkan, namun beliau melihat bagaimana kehidupan umat Islam setelah Umar meninggal. Dari sini terlihat keluasan pandangan, jauhnya pemikiran ke depan dan sekaligus perhatian yang sangat besar tentang urusan umat Islam. Inilah yang semestinya diteladani oleh wanita mukminah di zaman ini.

Sosok seorang Aisyah rhadiyallahu anha, memberikan ibrah yang berharga bagi para mukminah. Kedalaman ilmu, kecerdasan dan perhatiannya terhadap umat adalah warisan yang berharga yang terus bisa diwarisi sampai hari ini. Terbukti dengan kedudukan beliau yang tercakup dalam tujuh orang di kalangan shabat yang banyak menghafal fatwa-fatwa dari para sahabat.

Panji Islam di sepanjang sejarah akan selalu tegak dengan para penyandangnya. Dan Aisyah adalah salah satu penegak panji Islam di awal terbitnya cahaya Islam. Sebuah bukti bahwa wanita pun memiliki peran yang sangat besar dalam memperjuangkan Islam. Tidak hanya untuk membuang waktu untuk berbagai pekerjaan yang sia-sia, sebagaimana yang dilakukan oleh mayoritas muslimah di zaman ini.

Panji Islam memang akan tetap tegak dengan para pejuangnya sepanjang masa. Namun apakah kita para wanita mukminah menjadi bagian dari penyandang dan penegak risalah atau tidak, maka jawabnya ada pada diri kita.

June 21, 2006

Nokia Akan Mengentikan Pembuatan Ponsel CDMA

Filed under: Artikel

Produsen ponsel terbesar di dunia, Nokia, akan menghentikan pembuatan ponsel berteknologi CDMA (Code Division Multiple Access). Produksi ponsel CDMA dihentikan karena prospek pasar untuk ke depannya, menurut Nokia, makin menyusut.

Meski CDMA mampu mencetak sukses di Jepang, Amerika Serikat, Brazil, India dan Cina, tapi di Eropa pasar CDMA kurang diminati. Konsumen di Eropa lebih menyukai teknologi GSM (Global System for Mobile Communication).

Tantangan di pasar CDMA, kata Nokia, makin kompetitif dan menjadi lebih sulit. "Nokia memang kuat di GSM, tapi lemah di CDMA," ujar juru bicara Nokia di Helsinki, Arja Suominen.

Inilah salah satu alasan mengapa Nokia menghentikan produksi ponsel CDMA-nya. Suominen menambahkan, potensi pasar ponsel CDMA diperkirakan akan meningkat, seiring makin banyaknya gebrakan yang dilakukan para pemain yang bergelut di CDMA.

Ponsel CDMA sendiri saat ini dipakai 25-30 persen pelanggan ponsel di dunia. Teknologi CDMA bersaing ketat dengan GSM. Teknologi GSM sendiri sekarang masih memiliki basis pelanggan yang jauh lebih banyak dibanding CDMA. Dari 2 miliar pengguna ponsel dunia, 70 persen diantaranya memakai ponsel berteknologi GSM.

Demikian juga dari sisi pelanggan. Jumlah pelanggan GSM tumbuh lebih cepat karena ponselnya lebih murah ketimbang ponsel CDMA. Ponsel GSM yang termurah saja ada yang berbandrol US$ 30 (US$ 1 = Rp 9.357 Sumber: detikcom).

Restrukturisasi Unit Bisnis

Untuk ke depannya, Nokia berencana menggelontorkan 150 juta euro (1 euro = Rp 11.759 Sumber: detikcom) di kuartal tiga untuk merestrukturisasi unit bisnis CDMA-nya. Restrukturisasi ini diharapkan mampu mendongkrak operating margin Nokia. Demikian dilansir Reuters dan dikutip detikINET, Jumat (23/06/2006).

Nokia juga akan menghentikan kegiatan riset dan pengembangan (R&D) dan produksi ponsel CDMA menjelang April 2007. Nokia juga akan me-review infrastruktur dan aset CDMA. Namun menurut Suominen ponsel CDMA bermerek Nokia, yang dibuat oleh manufaktur kontrak, masih akan tetap ditawarkan di Amerika Utara karena teknologi CDMA populer disana.

Di lain sisi, Head of Mobile Phones Business Unit Nokia Kai Oistamo menambahkan, perusahaan akan tetap pada tujuannya jangka panjangnya yakni menguasai 40% pasar ponsel. "Kami tidak akan merevisi target market share jangka panjang. Ambisi kami masih tetap sama," imbuhnya. (dwn)

 

Sumber : ForumPonsel 

June 19, 2006

Tips Memberi Nasihat

Filed under: Artikel

Kalau anda dipilih oleh seseorang sebagai teman curhat, berbahagialah anda. Itu menandakan anda dipercaya oleh seseorang untuk mengetahui rahasia (dalam hal ini masalah yang sedang menimpanya) dan (yang lebih hebat lagi) dipercaya mampu memberikan masukan yang siapa tahu dapat membantunya. Karena kepercayaan yang besar itulah, ada baiknya anda tidak gegabah dalam memberikan saran/masukan.

Beberapa tips yang perlu diperhatikan dalam menanggapi curhat seseorang :

1.       Pastikan bahwa ia benar-benar membutuhkan nasehat anda
Hal yang paling penting adalah memastikan orang yang sedang berbicara dengan anda memang membutuhkan nasehat anda, jangan-jangan sebenarnya ia hanya ingin agar anda mendengarkannya. Hal yang paling menyebalkan adalah mendengarkan orang lain berbicara pada saat anda ingin ia mendengarkan.

2.       Apa sih sebenarnya tujuan anda memberi nasehat pada seseorang, untuk kebaikannya atau untuk kebaikan anda?

Ini juga salah satu kesalahan yang sering kali tidak disadari oleh seseorang pada saat ia akan memulai petuah, gak sedikit lho orang yang memberi saran hanya supaya orang lain menganggapnya sebagai si bijak. Tujuan anda menyampaikan nasehat adalah untuk kebaikan diri rekan anda di kemudian hari, bukan supaya anda dianggap pahlawan.

3.       Dengarkan setiap cerita yang disampaikan dengan seksama
Ada baiknya sebelum memberikan nasehat pada seseorang, anda terlebih dahulu menyimak kisah sedihnya terlebih dahulu, jangan sampai deh anda sudah menyiapkan jawaban yang manjur sebelum ceritanya selesai. Dengarkan dengan baik, dan renungkan dulu sebelum memberi masukan. Take your time aja deh.

4.       Berhati-hati tanpa menyinggung orang lain
When you give someone an advice, make sure you dont insult someone else (walaupun sebenarnya anda sangat membenci orang tersebut). Mungkin teman anda meminta saran bagaimana cara menghadapi pacarnya yang mata keranjang yang kebetulan tidak anda sukai, namun jangan sekali-kali memberi komentar yang bernada merendahkan orang tersebut (even if he/she deserves it). Mendingan netral aja deh, daripada repot di kemudian hari.

5.       Berikan beberapa alternatif pilihan
Dalam memberikan saran, usahakan sebisa mungkin memberi beberapa alternatif jalan yang bisa ditempuh/diambil. Biarkan sahabat anda yang memutuskan pilihan mana yang akan diambilnya, karena itu adalah hidupnya. Bila anda yang memilih, bisa-bisa nanti dia menyalahkan diri anda seandainya solusi tersebut tidak manjur.

6.       Kalo gak bisa, mending diam

Berhubungan dengan poin ke-3, kalo anda merasa anda tidak mampu memberikan pendapat, mending jangan dipaksain deh. Mungkin saat itu mood anda sendiri sedang jelek atau pikiran lagi buntu. Mendingan anda terus-terang pada teman anda, dia pasti menghargai kejujuran anda kok.

7.       Jangan sakit hati kalau ia tidak menjalankan nasehat anda
Nasehat kan cuma buat jadi pertimbangan aja, selebihnya terserah orang yang menjalankan. Jadi, jangan tersinggung ya kalo dia melakukan hal yang berlawanan dengan nasehat anda. Namanya juga manusia, masing-masing kan punya pemikiran sendiri.
Semoga tips-tips di atas dapat membantu anda menjadi teman curhat yang baik. Isn’t it good to help others in need?

Semoga tips-tips di atas dapat membantu anda menjadi teman curhat yang baik. Isn’t it good to help others in need?

Nasehat bukan serangkaian kata-kata retoris, dia muncul dari jiwa yang kuat berhubungan dengan sang pemilik hati, Allah swt. Sukses dan gagalnya nasehat justeru banyak ditentukan oleh kedalaman hubungan seseorang dengan Allah swt. Mau bukti, ikuti ibrah berikut ini!

Pada suatu hari Ibrahim bin Adham didatangi oleh seorang lelaki yang gemar melakukan maksiat. Lelaki tersebut bernama Jahdar bin Rabi’ah. Ia meminta nasehat kepada Ibrahim agar ia dapat menghentikan perbuatan maksiatnya.

Ia berkata, "Ya Aba Ishak, aku ini seorang yang suka melakukan perbuatan maksiat. Tolong berikan aku cara yang ampuh untuk menghentikannya!"
Setelah merenung sejenak, Ibrahim berkata, "Jika kau mampu melaksanakan lima syarat yang kuajukan, aku tidak keberatan kau berbuat dosa."

Tentu saja dengan penuh rasa ingin tahu yang besar Jahdar balik bertanya, "Apa saja syarat-syarat itu, ya Aba Ishak?"

"Syarat pertama, jika engkau melaksanakan perbuatan maksiat, janganlah kau memakan rezeki Allah," ucap Ibrahim.
Jahdar mengernyitkan dahinya lalu berkata, "Lalu aku makan dari mana? Bukankah segala sesuatu yang berada di bumi ini adalah rezeki Allah?"
"Benar," jawab Ibrahim dengan tegas.
"Bila engkau telah mengetahuinya, masih pantaskah engkau memakan rezeki-Nya, sementara Kau terus-menerus melakukan maksiat dan melanggar perintah-perintahnya?"
"Baiklah," jawab Jahdar tampak menyerah.
"Kemudian apa syarat yang kedua?"
"Kalau kau bermaksiat kepada Allah, janganlah kau tinggal di bumi-Nya," kata Ibrahim lebih tegas lagi.

Syarat kedua membuat Jahdar lebih kaget lagi. "Apa? Syarat ini lebih hebat lagi. Lalu aku harus tinggal di mana? Bukankah bumi dengan segala isinya ini milik Allah?"
"Benar wahai hamba Allah. Karena itu, pikirkanlah baik-baik, apakah kau masih pantas memakan rezeki-Nya dan tinggal di bumi-Nya, sementara kau terus berbuat maksiat?" tanya Ibrahim.
"Kau benar Aba Ishak," ucap Jahdar kemudian.

"Lalu apa syarat ketiga?" tanya Jahdar dengan penasaran.
"Kalau kau masih bermaksiat kepada Allah, tetapi masih ingin memakan rezeki-Nya dan tinggal di bumi-Nya, maka carilah tempar bersembunyi dari-Nya."
Syarat ini membuat lelaki itu terkesima. "Ya Aba Ishak, nasihat macam apa semua ini? Mana mungkin Allah tidak melihat kita?"
"Bagus! Kalau kau yakin Allah selalu melihat kita, tetapi kau masih terus memakan rezeki-Nya, tinggal di bumi-Nya, dan terus melakukan maksiat kepada-Nya, pantaskah kau melakukan semua itu?" tanya Ibrahin kepada Jahdar yang masih tampak bingung dan terkesima. Semua ucapan itu membuat Jahdar bin Rabi’ah tidak berkutik dan membenarkannya.

"Baiklah, ya Aba Ishak, lalu katakan sekarang apa syarat keempat?"
"Jika malaikat maut hendak mencabut nyawamu, katakanlah kepadanya bahwa engkau belum mau mati sebelum bertaubat dan melakukan amal saleh."

Jahdar termenung. Tampaknya ia mulai menyadari semua perbuatan yang dilakukannya selama ini. Ia kemudian berkata, "Tidak mungkin… tidak mungkin semua itu aku lakukan."

"Wahai hamba Allah, bila kau tidak sanggup mengundurkan hari kematianmu, lalu dengan cara apa kau dapat menghindari murka Allah?"
Tanpa banyak komentar lagi, ia bertanya syarat yang kelima, yang merupakan syarat terakhir. Ibrahim bin Adham untuk kesekian kalinya memberi nasihat kepada lelaki itu.

"Yang terakhir, bila malaikat Zabaniyah hendak menggiringmu ke neraka di hari kiamat nanti, janganlah kau bersedia ikut dengannya dan menjauhlah!"
Lelaki itu nampaknya tidak sanggup lagi mendengar nasihatnya. Ia menangis penuh penyesalan. Dengan wajah penuh sesal ia berkata, "Cukup…cukup ya Aba Ishak! Jangan kau teruskan lagi. Aku tidak sanggup lagi mendengarnya. Aku berjanji, mulai saat ini aku akan beristighfar dan bertaubat nasuha kepada Allah."

Jahdar memang menepati janjinya. Sejak pertemuannya dengan Ibrahim bin Adham, ia benar-benar berubah. Ia mulai menjalankan ibadah dan semua perintah-perintah Allah dengan baik dan khusyu’.
Ibrahim bin Adham yang sebenarnya adalah seorang pangeran yang berkuasa di Balakh itu mendengar bahwa di salah satu negeri taklukannya, yaitu negeri Yamamah, telah terjadi pembelotan terhadap dirinya. Kezaliman merajalela. Semua itu terjadi karena ulah gubernur yang dipercayainya untuk memimpin wilayah tersebut.

Selanjutnya, Ibrahim bin Adham memanggil Jahdar bin Rabi’ah untuk menghadap. Setelah ia menghadap, Ibrahim pun berkata, "Wahai Jahdar, kini engkau telah bertaubat. Alangkah mulianya bila taubatmu itu disertai amal kebajikan. Untuk itu, aku ingin memerintahkan engkau untuk memberantas kezaliman yang terjadi di salah satu wilayah kekuasaanku."

Mendengar perkataan Ibrahim bin Adham tersebut Jahdar menjawab, "Wahai Aba Ishak, sungguh suatu anugrah yang amat mulia bagi saya, di mana saya bisa berbuat yang terbaik untuk umat. Dan tugas tersebut akan saya laksanakan dengan segenap kemampuan yang diberikan Allah kepada saya. Kemudian di wilayah manakah gerangan kezaliman itu terjadi?"
Ibrahim bin Adham menjawab, "Kezaliman itu terjadi di Yamamah. Dan jika engkau dapat memberantasnya, maka aku akan mengangkat engkau menjadi gubernur di sana."

Betapa kagetnya Jahdaar mendengar keterangan Ibrahim bin Adham. Kemudian ia berkata, "Ya Allah, ini adalah rahmat-Mu dan sekaligus ujian atas taubatku. Yamamah adalah sebuah wilayah yang dulu sering menjadi sasaran perampokan yang aku lakukan dengan gerombolanku. Dan kini aku datang ke sana untuk menegakkan keadilan. Subhanallah, Maha Suci Allah atas segala rahmat-Nya."

Kemudian, berangkatlah Jahdar bin Rabi’ah ke negeri Yamamah untuk melaksanakan tugas mulia memberantas kezaliman, sekaligus menunaikan amanah menegakkan keadilan. Pada akhirnya ia berhasil menunaikan tugas tersebut, serta menjadi hamba Allah yang taat hingga akhir hayatnya.

 

Sumber : MyQuran.org

May 13, 2006

Wanita Gila Larikan 23 Gerbong KA

Filed under: Artikel

Hari ini Baca berita yang lucu banget di Jawa Pos emoticon

Sabtu, 13 Mei 2006,
Wanita Gila Larikan 23 Gerbong KA

SURABAYA - Ada peristiwa langka Kamis malam lalu yang sempat membuat panik petugas PT KAI (Kereta Api Indonesia) Daop 8. Kereta barang yang mengangkut 23 gerbong berisi bahan bakar minyak (BBM) dan akan menuju ke Malang dari Surabaya, tiba-tiba melaju tanpa masinis.

Karena tak bisa dikendalikan, petugas terpaksa menghentikan laju kereta itu dengan cara membelokkan rel secara mendadak, hingga gerbong-gerbongnya keluar jalur dan terguling. Ternyata, kereta api itu disusupi orang gila. Dan, orang gila inilah yang menjalankan kereta tersebut secara mundur, dari Bangil, kembali lagi ke Surabaya, melewati sembilan stasiun dan lebih dari 100 pintu palang kereta terbuka (tanpa ada penjaga).

Bagaimana peristiwa ini bisa terjadi?
Kepala Humas PT KAI Daerah Operasi (Daop) 8 Sudarsono menceritakan, kereta api barang bernomor lokomotif CC 20179 itu berangkat dari Stasiun Benteng Tanjung Perak sekitar pukul 20.30 Kamis lalu. Kereta dengan nomor perjalanan 3015 ini mengangkut 30 ribu ton solar dan bensin, serta 1.012 ton tonase. "Kereta ini akan mengirim supply BBM ke Stasiun Kota Lama Malang," papar Sudarsono.

Sekitar pukul 23.15, kereta yang dimasinisi Tri Iswitoyo itu tiba di Stasiun Bangil. Sesuai dengan prosedur perjalanan, sebelum melanjutkan ke Malang, 23 gerbong yang dibawa harus dipisah menjadi lima bagian. Langkah ini dilakukan untuk membagi beban yang sangat berat. "Itu disebabkan jalur dari Bangil ke Malang menanjak," ujarnya.

Saat berhenti di Stasiun Bangil, masinis Tri Iswitoyo dan pembantu masinis Abdurrahman ingin beristirahat sejenak, sambil menunggu proses pemisahan gerbong. Mereka meninggalkan lokomotif dalam keadaan mesin hidup. Sesuatu yang mengejutkan terjadi. Sekitar pukul 23.44, kereta itu tiba-tiba melaju. Tri dan Abdurrahman, serta beberapa petugas di Stasiun Bangil pun terkejut dan panik.

"Memang, sebelumnya kita harus menunggu juga dua kereta lain yang akan lewat di Stasiun Bangil," sambungnya. Yakni, kereta tangki kosong dari Malang pukul 23.20 dan KA Mutiara tujuan Surabaya pukul 23.28. Saat itu, belum diketahui siapa yang menjalankan kereta api tersebut.

Setelah keluar dari Stasiun Bangil dan melewati kira-kira dua-tiga stasiun, kereta api itu berjalan mundur. Ini bisa dimaklumi karena kereta tak mampu menahan beban berat. Apalagi, jalur menuju ke Malang menanjak. Saat berjalan mundur itu, laju kereta semakin cepat. Bahkan, lebih cepat dari kecepatan kereta biasanya. Jika kereta biasa normalnya menempuh perjalanan dari Bangil ke Surabaya sekitar dua jam. Kereta itu sekitar 90 menit.

Petugas pun panik. Saat itulah dirancang sebuah skenario untuk menyetop laju kereta tersebut. Caranya, rel yang akan dilalui kereta itu di Sidoyoso, dibelokkan secara mendadak. Sehingga, begitu melintas, kereta keluar jalur, kemudian gerbong-gerbongnya terguling di kawasan Sidotopo, Surabaya Timur. Tepatnya di jalur 13 Stasiun Sidotopo. Kereta tiba di Sidotopo sekitar pukul 01.00. Masih untung, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

Dari 23 Gerbong yang ada, tiga di antaranya anjlok. Akibatnya, bensin dan solar di dalamnya tumpah. Sementara itu, sembilan gerbong lain terguling. Tapi, isinya masih bisa diselamatkan. "Sepuluh gerbong lain selamat," jelas Sudarsono. Dari informasi yang didapat di lapangan, ada sekitar tujuh gerbong selamat yang terlepas lebih dulu di kawasan Tenggumung, Semampir.

Karena tergelincirnya kereta, rel sepanjang sekitar 10 meter di Stasiun Sidotopo rusak parah dan bengkok ke atas. Untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran, aparat juga mendatangkan dua unit mobil pemadam kebakaran dari Pasar Turi.

Saat itulah diketahui bahwa yang diduga mengendalikan kereta api adalah seorang wanita tak waras yang mengaku bernama Milla Rosa. Dia keluar dari gerbong loko dalam keadaan terus tertawa. Dia mengenakan tank top putih.

Gadis muda berkulit hitam itu kira-kira berumur 25 tahun. Saat ditanya alamat rumahnya, Milla dengan tegas menjawab Desa Karangploso, Batu, Malang.

Kasatreskrim Polresta Surabaya Timur AKP Khoirul Anam yang menginterogasi Milla, lalu menanyakan apakah dia sudah menikah dan punya anak? Pertanyaan itu dijawab dengan enteng. "Anakku 15 (orang, Red)," jawab Milla sekenanya. Tentang suaminya dia hanya menjawab, "Wedus (Kambing, Red)."

Tak berhenti di situ, sejumlah wartawan kemudian menanyakan cara Milla bisa menjalankan kereta api. Mendengar pertanyaan tersebut, perempuan yang langsung diborgol ketika keluar dari lokomotif itu menjelaskan bahwa dirinya belajar menjadi masinis sejak masih kecil.

"Aku belajar nyetir sepur mulai cilik (Saya sudah belajar mengendarai KA sejak kecil, Red)," tandasnya dan membuat wartawan tertawa.

Milla bahkan menantang Khoirul Anam untuk bertaruh. "Kalau sampeyan bisa nyetir sepur aku berani bayar Rp 1 miliar. Sampeyan mesti gak iso," tantangnya.

Sementara itu, hingga tadi malam, masinis Tri Iswotoyo masih diperiksa oleh internal PT KAI. Untuk mengevaluasi terjadinya kecelakaan itu, pimpinan PT KAI bersama jajarannya langsung menggelar rapat kemarin malam. Pertemuan digelar di ruang pertemuan Daops 8 Depo Lokomotif Sidotopo.

Ditemui terpisah, Kapolresta Surabaya Timur AKBP Juansih mengatakan akan memeriksa masinis KA tersebut. Menurut dia, dalam kecelakaan ini, ada kemungkinan keteledoran masinis. Artinya, masinis bisa dijerat dengan pasal melakukan kelalaian sehingga mengakibatkan kerugian pihak lain. (cak/san)

Sumber : Jawa Pos 

May 9, 2006

Pasangan Jiwa Benarkah Ada?

Filed under: Artikel
KapanLagi.com - Studi menyebutkan meskipun tak ada teman sejiwa yang benar-benar sempurna orang masih boleh yakin akan menemukan pasangan jiwanya. Pria dan wanita merasakan bila pasangannya tersebut adalah cermin dirinya.

Sebuah studi menyebutkan pemusatan terhadap diri sendiri bisa saja membunuh satu hubungan, tapi ini juga bisa menjadi landasan untuk mendapatkan hubungan yang memuaskan dan romantis, seperti yang dimuat di ‘Journal of Personality and Social Psychology’.

"Membiarkan pasangan berbaur dengan diri kita memberi keintiman perasaan seperti yang mereka temukan sebagai anggota keluarga, seorang yang serupa dengan mereka, serta tahu dan mengerti seperti apa mereka sebenarnya," kata Sandra L. Murray dari University of New York di Buffalo yang melakukan penelitian bersama keempat rekannya.

Dalam kompleksnya dunia hubungan, para peneliti menegaskan sikap egosentris bisa menguntungkan, yakni dengan memberi tanda pada perasaan bahwa ada seseorang yang merupakan pasangan jiwanya.

Untuk mendukung ide ini tim Murray mempelajari 105 paangan yang telah bersama setidaknya dua tahun. Juga 86 remaja yang sedang menjalin hubungan dekat. Partisipan menjawab pertanyaan tentang kualitas, nilai dan perasaan serta persepsi mereka tentang pasangan. Mereka juga menjawab pertanyaan tentang pemahaman dan kepuasan mereka kepada pasangan.

Secara umum partisipan merespon bahwa mereka merasakan beberapa hal yang sama dengan pasangannya. Begitu menikah kelompok egosentris merasa puas dengan hubungannya, begitu juga dengan pasangan mereka. Tak hanya itu para partisipan merasa pasangannya lebih memahami mereka.

Lebih lanjut studi ini mengatakan secara tidak langsung jika kita yakin telah menemukan pasangan jiwa kita, kita akan merasa bahagia, meskipun ada distorsi pada kenyataan yang tak kita ketahui. Terkadang kebahagiaan datang dari penerimaan kita bisa menerima khayalan romantis daripada melihat kenyataan yang murni (tanpa polesan), jadi sedikit kepalsuan atau menipu diri sendiri bukanlah sesuatu yang buruk. Pasangan jiwa itu ada jika kita meyakininya dalam pikiran kita. (newtimes/rit)

 

Sumber : KapanLagi

 

May 8, 2006

Pasangan Jiwa, Adakah?

Filed under: Artikel

….Kadangkala aku berkhayal seorang di ujung sana juga tengah menanti tiba saatnya. Begitu ingin , berbagi batin, mengarungi hari, yang berwarna, dimana dia pasangan jiwaku? ku mengejar bayangan, kian menghilang, penuh berharap… (Katon Bagaskara)

Bait-bait lagu "Pasangan Jiwa" yang cukup melankolis tadi, agaknya cukup disukai para lajang yang belum beruntung menemukan pasangan yang "pas". Dalam batin mereka acap bertanya-tanya: Siapakah seseorang diantara milyaran manusia di bumi ini yang kelak akan hidup bersamanya? Dimanakah seseorang itu berada? Kapankah ia akan menemuinya?

Sayangnya, ketika sudah mendapatkan seseorang pun, para lajang ini terkadang malas membuat komitmen. Alasannya, mereka belum yakin seratus persen bahwa pasangan yang bersamanya saat ini adalah seseorang yang tepat untuknya. Sebagian, bahkan merasakan seolah masih ada seseorang yang lebih tepat untuknya "melayang-layang" di luar sana. Hanya saja ia belum menemukannya. Tapi, sampai kapan..?

Begitukah friends? Benarkah ada yang disebut dengan soul mates, "pasangan jiwa" bagi tiap manusia di muka bumi ini? Apakah Anda percaya dengan apa yang disebut pasangan jiwa? Atau bisakah kita memiliki pasangan jiwa lebih dari satu di dunia ini? (Banyak pertanyaan ya…)

Sejumlah pakar kejiwaan percaya bahwa di dunia memang terdapat hubungan antara dua pasangan jiwa, dua jiwa yang ditakdirkan menyatu dengan kuat satu sama lain sepanjang waktu. Konon, dengan kehadiran pasangan jiwa ini, Anda akan merasakan benar-benar dicintai, benar-benar aman dan benar-benar dipahami.

Lantas bagaimana Anda mengetahuinya? Sejumlah teman mengatakan, "Ya pokoknya terjadi begitu saja, Kita tahu hanya dengan melihatnya. Dengan menggunakan perasaan." Tapi, perasaan macam apa? Psikolog Barbara De Angelis menggambarkan bahwa ketika Anda berjumpa pasangan jiwa Anda, Anda akan merasakan seolah-olah Anda ingin selalu bersamanya, tidak hanya hanya dalam kehidupan di dunia ini, tapi untuk selamanya. (dahsyat ya…).

Pertemuan tersebut, akan begitu saja memadamkan api kerinduan yang lama terkurung dalam hati Anda, sampai Anda berhasil bertemu satu sama lain. Suatu kerinduan istimewa yang tidak akan mampu dipuaskan oleh hubungan yang biasa mana pun juga.

"Untuk setiap saat, setiap menit waktu yang Anda luangkan bersamanya, Anda akan merasakan seolah "pulang ke rumah"" katanya.

Bagaimana kalau Anda tidak merasakannya?

Jawabannya ada pada hasil riset. Penelitian terbaru mengatakan: Andaikan Anda belum menemukan seseorang yang begitu sempurna yang bisa disebut sebagai pasangan jiwa, Anda masih dapat berkeyakinan menemukan seseorang.

Bagaimana caranya? Dengan berusaha tentu saja. Laki-laki dan perempuan, sebaiknya mengembangkan perasaan bahwa pasangan mereka pada dasarnya adalah gambaran diri, hakekat jiwa mereka sendiri, dan lebih memfokuskan hubungan pada kesamaan yang ada ketimbang perbedaan. "Dengan menerima seseorang sebagai diri Anda, seseorang yang akrab dengan Anda. Perasaan bahwa Anda memiliki spirit yang sama, pokoknya seseorang yang mirip dengan Anda-lah, dengan begitu Anda akan mengetahui dan memahami mereka sebagaimana dia adanya," kata Sandra L Muray, peneliti dari the State University of New York .

Tentunya, dengan memahami orang lain seperti Anda memahami diri sendiri, membuat Anda memahami pula segala kekurangannya. Seperti halnya Anda memaklumi kekurangan diri sendiri. Perkawinan-perkawinan abadi seringkali masuk kategori ini. Khususnya perkawinan yang menyisakan rasa damai dan kebahagiaan pada akhir kisahnya.

Dikatakan Barbara, hubungan kasih sayang yang berkaitan dengan pasangan jiwa ini tidak selalu diisi dengan hubungan emosional yang spontan, bergairah, dan mendebarkan sepanjang waktu. Kadang kita tidak menemukan pasangan yang tepat dengan begitu saja. Diperlukan sedikit usaha agar pasangan jiwa ini menuju tingkat saling mencari kecocokan dan memahami satu sama lain, sehingga tercipta hubungan yang kokoh.

Apakah selalu berupa hubungan yang abadi ?

Konon tidak ada satu hal pun di dunia ini yang terjadi secara kebetulan, kadangkala dua orang terseret jauh dalam masalah-masalah kehidupan ini secara bersama-sama. Menurut Barbara, setiap hubungan yang terjadi antar manusia pasti memiliki tujuan tertentu. Maka, bukan kebetulan pula bahwa dua orang tertentu terlibat dalam suatu hubungan kasih sayang.

Masing-masing orang di dunia ini, menurutnya, akan menemukan pasangan jiwanya sendiri-sendiri. Bisa dengan cara yang cukup mudah, namun kadangkala harus melalui peristiwa yang sangat dramatis dan mendebarkan.

Bisa saja seseorang memiliki pasangan jiwa lebih dari satu, sebab tidak selalu hubungan kasih sayang itu berlangsung selamanya. Satu hal yang pasti, apakah hubungan itu hanya berlangsung selama satu minggu, apakah pasangan tersebut hanya hidup bersama selama satu tahun, atau limapuluh tahun? Tujuannya tetap sama mereka menjadi manusia, menjadi pasangan jiwa yang saling menyayangi pada masanya.

Mereka kadang datang sebagai sahabat, sebagai kekasih. Orang yang datang dalam kehidupan Anda tepat ketika Anda membutuhkan kasih sayang. Bisa saja ia hanya mampir sebentar menemui Anda, dan kemudian bergerak terus untuk menemui seseorang yang lebih tepat dan cocok dengannya. Demikian juga Anda. Namun, setiap pasangan yang saling menyayangi –entah itu akan abadi atau tidak- pada dasarnya adalah pasangan jiwa. Bagaimana dengan pasangan jiwa yang abadi?

Beberapa ajaran agama mengatakan bahwa setiap manusia bisa memiliki beberapa pasangan jiwa yang abadi. Sementara ajaran-ajaran lainnya, mengatakan bahwa hanya ada satu pasangan jiwa abadi dalam diri setiap pasangan, selama hidupnya.

Yah, apapun yang mereka katakan, kalau saat ini Anda sudah bertemu pasangan jiwa Anda, sebaiknya Anda tidak usah peduli apakah ada jiwa lainnya yang melayang-layang di alam semesta ini menanti saatnya bertemu. Yang paling penting bagi Anda adalah berikanlah kasih sayang pada pasangan Anda, tanpa syarat. "Kalau engkau begini, maka aku akan menyayangimu," itu bukanlah kasih sayang.

Kasih sayang, menurut penulis Andrew Matthews berarti menerima orang lain apa adanya. Menyayangi dengan mencari kebaikan dalam dirinya. Dan jika Anda bisa melakukannya terus menerus, Anda dijamin akan memperoleh kebahagiaan bersama pasangan Anda. Tanpa perlu repot menghabiskan energi memikirkan diakah pasangan jiwa yang dikirim Tuhan untuk Anda. Begitu kawan..?

Sumber : kompas.com

April 17, 2006

Bercerai dari Suami Akibat Kecanduan Chatting

Filed under: Artikel

Written by ummuraihanah

Wednesday, 03 March 2004
Duh,…siapa yang tidak kenal dengan chatting?? Rasanya hampir sebagian besar umat manusia diatas muka bumi ini mengenal chatting dengan baik,…bahkan amat akrab dalam kehidupan kita sehari-hari.Sarana yang satu ini memang sangat bermanfaat sekali bagi mereka yang jauh dari keluarga,handai taulan,teman atau saudara dan yang lainnya.
Enak mengobrol di sini karena selain murah juga praktis ditambah teknologi sekarang yang bisa memuat suara kita didalamnya sekaligus webcamnya maka jadilah berkomunikasi jarak jauh ini nyaris sempurna.Orang jadi lebih suka memilih teknologi ini dibandingkan dengan komunikasi lewat telpon karena biayanya yang tidak murah selain itu Penelpon tidak bebas ngobrol karena teringat biaya pulsa yang bisa aja membengkak!!Akan tetapi tahukah anda bahwa dibalik itu semua bagi mereka yang tidak pandai menggunakannya bisa terfitnah dengannya,..terfitnah dengan chatting kok bisa?? Ya…bisa bahkan ada salah satu akhwat muslimah tertinah dengan chatting ini,..sampai ia harus bercerai dengan suaminya gara-gara chatting ini,…kisah nyata yang perlu kita baca untuk diambil ibrahnya
Kisah ini terjadi di Lebanon berdasarkan apa yang saya dengar lewat kajian bersama ustadz di majelis ilmu syar’i…ustadz menguraikan kisah ini agar bisa menjadi perhatian bagi muslimah disini (Sydney) agar mereka berhati-hati terhadap chatting ini dan tidak melayani sapaan dari laki-laki yang suka iseng menggoda lewat chatting ini…

Beliau adalah seorang wanita muslimah yang alhamdulillah Allah karuniakan kepadanya seorang suami yang baik akhlak dan budi pekertinya.Dirumah iapun memilki komputer sebagaimana keluarga muslim lainnya dimana komputer bukan lagi merupakan barang mewah di Lebanon.Sang suami pun mengajari bagaimana menggunakan fasilitas ini yang akhirnya beliaupun mahir bermain internet.Yang akhirnya iapun mahir pula chatting dengan kawan-kawanya sesama muslimah.

Awalnya ia hanya chatting dengan rekannya sesama muslimah,…hingga pada suatu hari ia disapa oleh seorang laki-laki yang mengaku sama-sama tinggal dikota beliau.Terkesan dengan gaya tulisannya yang enak dibaca dan terkesan ramah..sang muslimah yang telah bersuami ini akhirnya tergoda pada lelaki tersebut.

Bila sang suami sibuk bekerja untuk mengisi kekosongan waktunya beliau akhirnya menghabiskan waktu bersama dengan lelaki itu lewat chatting ,…sampai sang suami menegurnya setiba dari kerja mengapa ia tetap sibuk diinternet.Sang istripun membalas bahwa ia merasa bosan karena suaminya selalu sibuk bekerja dan ia merasa kesepian,… ia merahasiakan dengan siapa ia chatting ..khawatir bila suaminya tahu maka ia akan dilarang main internet lagi….sungguh ia telah kecanduan berchatting ria dengan lekai tersebut.

Fitnahpun semakin terjadi didalam hatinya,..ia melihat sosok suaminya sungguh jauh berbeda dengan lelaki tersebut, enak diajak berkomunikasi, senang bercanda..dan sejuta keindahan lainnya dimana setan telah mengukir begitu indah didalam lubuk hatinya,..

Duhai fitnah asmara semakin membara,…ketika ia chatting lagi sang laki-laki itupun tambah menggodanya,..ia pun ingin bertemu empat mata dengannya..Gembiralah hatinya,..iapun memenuhi keinginan lelaki tersebut untuk berjumpa.Jadilah mereka berjumpa dalam sebuah restoran,..lewat pembiacaran via darat mereka jadi lebih akrab.Dari pertemuan itu akhirnya dilanjutkan dengan pertemuan berikutnya….

Hingga akhirnya si lelaki tersebut telah berhasil menawan hatinya,..sang suami yang menasehati agar ia tidak lama-lama main internet tidak digubrisnya..Akhirnya suami wanita ini menjual komputer tersebut karena kesal nasehatnya tidak di dengar,…lalu apa yang terjadi ?? Langkah itu (menjual komputer) membuat marah sang istri yang akhirnya iapun meminta cerai dari suaminya.Sungguh ia masih teringat percakapan manis dengan laki-laki terse but yang menyatakan bahwa ia sangatlah mencintai dirinya, dan ia berjanji akan menikahinya apabila ia bercerai dari suaminya.

Sang suami yang sangat mencintai istrinya tersebut tentu saja menolak keputusan cerai itu,..karena terus didesak sang istri akhirnya iapun dengan berat hati menceraikan istrinya.Sungguh betapa hebatnya fitnah lelaki itu.Singkatnya setelah ia selesai cerai dengan suaminya iapun menemui lelaki tersebut dan memberitahukan kabar gembira tentang statusnya sekarang yang telah menjadi janda.Lalu apakah si lelaki itu mau menikahinya sebagaimana janjinya???

Ya,..ukhti muslimah dengarlah penuturan kisah tragis ini,…dengan tegasnya silelaki itu berkata “Tidak!! Aku tidak mau menikahimu! Aku hanya mengujimu sejauh mana engkau mencintai suamimu,ternyata engkau Hanyalah seorang wanita yang tidak setia kepada suami.Dan, aku takut bila aku menikahimu nantinya engkau tidak akan setia Kapadaku! Bukan ,..bukan..wanita sepertimu yang aku cari, aku mendambakan seorang istri yang setia dan taat kepada suaminya..!” Lalu ia pun berdiri meninggalkan wanita ini,..sang wanita dengan isak tangis yang tidak tertahan inipun akhirnya menemui ustadz tadi dan menceritakan Kisahnya….iapun merasa malu untuk meminta rujuk kembali dengan suaminya yang dulu…mengingat betapa buruknya dia melayani suaminya dan telah menjadi istri yang tidak setia.

Sungguh kisah diatas patut untuk direnungkan bersama semoga kita semua ukhti muslimah tidak terfitnah dengan sarana ini (chatting ini),..dan agar lebih waspada serta hati-hati…bila ada yang ingin menggodamu maka acuhkan saja,…selain karena resikonya yang tinggi (kita tidak tahu siapa dia)mungkin ia hanya ingin meluangkan waktu senggangnya dengan menggoda anda…Mudah-mudahan Allah senantiasa melindungi kita.Dan, penulis berdo’a semoga peristiwa diatas tidak menimpa muslimah lainnya.amiin.

jilbab.or.id

<<<<< >>>>>> Next

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Ian Main