Ilmu Padi

November 25, 2006

Candy-candy

Filed under: Catatan, Buku

Masih ingat candy-candy? Candy-candy adalah manga waktu aku masih SD. Animenya juga pernah diputar di tv (RCTI kalo ngga salah). Dulu aku sempat nangis tuh waktu baca candy².

Bahasan tentang candy2 bermula dari conferencenya tim voltus (Ka’ Dear, Om Peter, Om Rofiq, Annis dan aku).
Ka’ Dear >>> voltus merah
Om Peter >>> voltus Black (akhirnya dipanggil Mr. Black)
om Rofiq >>> voltus biru
Annis >>> voltus hijau
aku >>> voltus pink (romantis gitu :p)

Lha koq malah bahas voltus, ok back to candy2. Menurutku candy2 adalah manga remaja terbaik. Aku suka gambarnya yang cantik dan ganteng itu. Hihihi… Terus jalan ceritanya juga mengaduk-aduk emosi. Sampai hapal tuh hingga saat ini.

Candy2 ini ibarat bunga cantik yang selalu dikelilingi kumbang2. Kumbang2nya tentu saja para laki2 :p Ada Pangeran di atas bukit (kayaknya sih Albert deh) Anthony, Terry, Archibolt, …. (lupa namanya), Neil (musuh candy yang akhirnya jatuh cinta :p). Weks.. enak banget ya dicintai banyak cowo gitu :p

Sayangnya kumbang2 ini ngga jelas jadi ama candy atau ngga. Soalnya di seri ke 9, aku rada ngga ngerti maksudnya waktu candy di atas bukit trus ada Albert juga di situ. Candy merentangkan tangan seperti hendak memeluk Albert :p So… candy ama Albert dunk akhirnya? Tauk ah…

Tapi ya namanya fans pengennya sih jalan ceritanya beda ama penulisnya. Waktu jalan-jalan dari situs ke situs, aku menemukan website yang isinya candy jadian ama Terry. Maksa banget ya :D Kalau aku sih maunya Terry jadian aja ama aku :p *Super maksa* Sayangnya orang secakep itu cuma ada di manga :p

October 2, 2006

Belanja Buku Bulan Oktober

Filed under: Buku

hiks…. penyakit Books Shopaholic-ku kambuh lagi emoticon Belum ada sebulan belanja buku, eh hari ini malah beli lagi emoticon Kali ini yang dibeli adalah

1. Tamasya ke Surga
2. Agar Menjadi Wanita Paling Bahagia
3. Noktah-noktah Dosa
4. Roh
5. Bayang-bayang Pohon Delima
6. Tombo Ati : Cerdas Mengobati Hati
7. Huru Hara Hari Kiamat
8. Agar Bidadari Cemburu Padamu
9. Manajemen Kalbu
10. Taman orang-orang Jatuh Cinta
11. Cantik Luar Dalam
12. Shalawat Nabi
13. Terapi Penyakit Hati
14. Metode Pengobatan Nabi
15. Asmaul Husna 

Hehehe…. Sebagian besar buku agama karya Ibnu Qayyim Al - Jauziyyah. Kapan bacanya ya hiks…. emoticon

September 19, 2006

Belanja Buku Bulan September

Filed under: Buku

Duh… Dah berbulan-bulan ngga belanja buku. Akhirnya hari ini iseng-iseng mampir ke toko buku. Ini dia list buku yang berhasil diajak pulang emoticon

1. Personality plus
2. Perpustakaan ajaib
3. Putri sirkus dan lelaki penjual dongeng
4. Flower for algernon
5. Vita brevis
6. Saat duka saat bahagia
7. Tukang sulap itu menghilangkan panciku
8. Rumah kecil di rimba besar
9. Rumah kecil di padang rumput
10. Tafsir mimpi menurut Al Quran dan hadits
11. Penawar hati yang sakit
12. Dan Muhammad adalah utusan Allah
13. Mukhtasar Hadi Al-Arwah (ringkasan tamasya ke surga)

 
Balas dendam setelah berbulan-bulan puasa belanja buku emoticon Duh… Padahal banyak buku yang belum dibaca, nambah lagi deh "daftar dosa" emoticon Maafin aku ya buku-buku tersayang emoticon

July 30, 2006

[Resensi Buku] The Name of The Rose (Umberto Eco)

Filed under: Buku

Judul : The Name of The Rose
Pengarang : Umberto Eco
Penerbit : Jalasutra
Cetakan : II, 2004
Tebal : xiiv+731

 

Di Usia senjanya, Adso dari Melk mengenang satu minggu bersejarah di bulan November, tahun 1327. Bersama William dari Baskerville ia tiba di sebuah biara pada suatu tempat di tengah pegunungan Apenina. Misi William adalah menjadi penengah antara delegasi Paus Yohanes XXII dan Michael dari Cesena, yang direncanakan akan bertemu di sana. Tujuan pertemuan ini adalah untuk memastikan jalan yang aman bagi Michael menuju dan kembali dari istana Paus di Avignon, tempat di mana ia berharap bisa memperoleh persetujuan atas berbagai reformasi gereja.

 

Ketika tiba di biara tersebut, William menerima pula tugas kedua yaitu menyelidiki kematian misterius Adelmo, yang jasadnya baru ditemukan di luar tembok biara. Sang Kepala Biara, Abo, ingin mengetahui bagaimana dan kenapa Adelmo mati, bukan hanya karena ia kuatir akan keselamatan para biarawan di sana, namun juga karena ia tidak ingin delegasi Paus, yang dipimpin oleh inkuisitor Kardinal Bertrand del Pogetto dan Bernard Gui, memanfaatkan dugaan pembunuhan sebagai alasan untuk menyelidiki biara tersebut.

 

Meski berbagai upaya dilakukan William, misteri kematian itu masih belum terpecahkan ketika para delegasi dari pertemuan tersebut tiba. Bahkan, misterinya menjadi semakin membingungkan. Dua orang biarawan lagi mati: Venantius ditemukan dengan kepala terendam dalam tong darah babi, dan Berengar tenggelam dalam bak mandi. Kemudian Severinus, tabib yang pernah mengobati William, terbunuh di pagi hari ketika pertemuan tersebut dimulai, dan Malachi mati tak lama kemudian.

 

Seperti yang ditakutkan Kepala Biara, kedua inkuisitor Paus itu memanfaatkan kejadian-kejadian ini untuk kemudian mendapati bahwa Abo telah menyembunyikan biarawan-biarawan yang pernah menjadi pengikut Fra Dolcino, seorang terpidana bidah. Bernard Gui yakin bahwa Salvatore dan Remigio, keduanya bekas pengikut Dolcinian, masih tetap melakukan bidah dan bertanggung jawab atas pembunuhan-pembunuhan tersebut. Pada saat berlangsung pengadilan singkat atas kasus itu, ia pun menegaskan bahwa Michael dari Cesena tak akan dapat memperoleh dukungan atas pandangan-pandangan reformisnya, dan Gereja tak butuh para reformis yang menantang hegemoninya.

 

Maka misi pertama William, yakni untuk menjamin keselamatan Michael jika ia mengunjungi Paus, telah gagal, dan Abo memecatnya pula dari misi keduanya. Karena para inkuisitor telah memperoleh temuan-temuannya, ia kuatir apa pun yang ditemukan William hanya akan merusak reputasi biara itu lebih jauh lagi dan konsekuensinya adalah kedudukannya sendiri. Tak mempedulikan perintah Abo, William melanjutkan penyelidikannya, terdorong kecintaannya akan pengetahuan dan mungkin juga karena gengsi intelektual tertentu. Beberapa jam setelah Abo memecatnya dari kasus tersebut, William berhasil memecahkan misterinya.

 

Ketika muda, Jorge dari Burgos meninggalkan biara dan pulang ke kampung halamannya di Spanyol guna mendapatkan kitab-kitab untuk disimpan di perpustakaan biara. Di antara kitab-kitab yang dibawanya kembali terdapat satu-satunya salinan kitab kedua dari karya Aristoteles Poetics, yang membahas tentang komedi, sementara kitab pertamanya membahas tentang tragedi. Menganggap tertawa sebagai bidah yang paling berbahaya, Jorge mengunci kitab tersebut jauh dalam bagian yang paling tak terjangkau dari perpustakaan biara yang berlabirin, tempat kitab tersebut tersimpan selama puluhan tahun.

 

Namun, Berengar, pembantu penjaga perpustakaan, menemukan kitab tersebut dan membujuk Adelmo untuk memuaskan syahwatnya sebagai bayaran atas kesempatan untuk mempelajari karya langka tersebut. Terdorong perasaan bersalah atas dosa perzinaannya, Adelmo bunuh diri dengan melompat dari atas tembok biara. Venantius dan Berengar juga telah membunuh diri mereka sendiri, dapat dikatakan demikian, karena Jorge telah membubuhkan racun pada lembaran-lembaran halaman kitab tersebut demi menjamin kelangsungan rahasianya. Ketika orang yang membaca menjilat jarinya agar lebih mudah membalik lembaran halaman yang agak lembab, ia terkena racunnya. Karena Berengar membawa kitab tersebut bersamanya ketika ia berlari ke pemandian di dekat herbarium untuk mencari ramuan penawar racunnya, Malachi, kaki-tangan Jorge, harus membunuh Severinus untuk memperoleh kembali kitab tersebut. Lantas, dikuasai rasa ingin tahunya, Malachi pun tewas di tangan lembaran-lembaran maut itu.

 

Meskipun William menemukan kitab tersebut dan dengan tepat menelusuri aksi-aksi pembunuhan yang melibatkan Jorge dan beberapa orang lainnya, kemenangannya hanyalah sementara. Ketimbang membiarkan orang lain membaca karya Aristoteles itu, Jorge menelan halaman-halaman beracun itu. Selanjutnya pergumulan terjadi di dalam perpustakaan, Jorge memukul jatuh lentera Adso, dan segenap biara tersebut akhirnya musnah tertelan api.

July 23, 2006

Aku

Filed under: Buku

Oleh : Chairil Anwar 

Kalau sampai waktuku
‘Ku mau tak seorang kan merayu
Tidak juga kau

Tak perlu sedu sedan itu

Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang

Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang

Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih peri

Dan aku akan lebih tidak perduli

Aku mau hidup seribu tahun lagi

Maret 1943

June 20, 2006

My Books Scan Project

Filed under: Catatan, Buku

Saat ini aku sedang scan buku yang berjudul Terdjemah Djuz-Amma Dalam puisi dan Prosa, sampai pada halaman 15. Buku ejaan lama. Wuih… masih banyak halaman yang harus discan. Agak lama scan-nya karena pakai scanner tua. Huehehe… belum ada dana untuk beli scanner yang baru.

Ini adalah buku pertama untuk proyek scan buku-ku (My Books Scan Project). Insya Allah akan dilanjutkan scan buku yang lain.

 

 

Judul : Terdjemah Djuz-Amma, Dalam puisi dan Prosa
Pengarang : Sjarif M.AlHamid
Penerbit : C.V. Tjahaja Islam Surabaja
Cetakan : II, 29 Februari 1968
Tebal : 51 halaman

June 4, 2006

Rak Buku Tertata Rapi

Filed under: Catatan, Buku

Alhamdulillah, akhirnya selesai juga menata rak buku. Sekarang jadi lebih rapi dari yang sebelumnya emoticon Horee…. Kalau gini ngga akan susah nyari buku, soalnya sudah dikategorikan sesuai jenisnya emoticon

Rak paling atas khusus untuk buku fiksi, rak nomer dua adalah buku pengembangan diri, rak ketiga dan keempat khusus untuk buku-buku pendidikan, rak nomer lima adalah buku agama dan filsafat, dan rak terakhir adalah buku fiksi dan chicklit. Sedangkan buku yang di lantai, rencananya mau di letakkan di kardus soalnya raknya sudah penuh. Semula ingin membeli rak baru, tapi setelah dipikir-pikir rak akan membuat ruangan tambah sesak dan tidak nyaman. Ya sudah lebih baik ditaruh di kardus aja.

 

 

 

Sehari-hari… menghabiskan waktu di tempat ini, dikelilingi buku-buku emoticon Kalau malas turun, ya ngenet pakai laptop tua ini ataupun baca buku sambil lesehan. Kadang sampai ketiduran di atas sajadah hijau emoticon

 

 

 

Hehehe… penghuni rumah sebagian besar adalah buku emoticon Jadi jangan heran kalau dimana-mana ada buku emoticonTanpa disadari, buku ternyata punya kaki emoticon. Hehehe… bisa pindah-pindah tempat.

May 26, 2006

Lagi-lagi Belanja Buku…. Hiks

Filed under: Catatan, Buku

Hari ini beli buku lagi. Ini dia daftarnya

  • Sang Mahasiswa dan sang Wanita
  • The heart of Islam (beli buku ini gara2 tertarik ama diskon-nya 50% Lagian terbitan Mizan. Insya Allah tidak akan kecewa ama isinya)
  • Tip & Trik Macromedia Flash 5.0 (Flash benar2 bikin saya pusing. Nyari2 tutorialnya di internet tapi koq belum ngerti2 juga siy. hiks..)
  • Pengembangan Sistem Online Help (hehehe… sejak dulu bercita2 pengen bikin file help untuk ebook buatan sendiri)
  • Dua Kotbah dari iman (ini tentang dialognya om Umberto Eco, hiks sayangnya terbitan Jalasutra. Huh…)
  • Rifa’at sang penebus (bukunya naquib mahfouz)
  • Kalah dan Menang (buku sastra Indonesia lama)
  • Gitanyali (sastra indo lama juga)
  • Unggah-ungguhing Basa Jawi (pengen belajar menyelami bahasa jawa. huehehehe…) 

May 21, 2006

The Kite Runner

Filed under: Catatan, Buku

Judul : The Kite Runner
Pengarang : Khaled Hosseini
Penerbit : Qanita
Cetakan : II, April 2006
Tebal : xiv+618

Buku ini memang benar-benar dahsyat dan membius. Begitu pegang buku ini, rasanya sulit untuk melepaskannya. Tidak sampai 1 hari, buku ini selesai dibaca. Jalinan ceritanya begitu kuat.

Novel ini menceritakan Amir, sang tokoh yang harus kembali lagi ke Afghanistan, tanah airnya. Setelah bertahun-tahun hidup nyaman di Amerika, ia terpaksa harus ke Afghanistan untuk mencari seorang anak laki-laki kecil.

Amir menghabiskan masa kecilnya bersama Hassan di kota Kabul. Hassan adalah anak pelayan keluarga Amir. Dan, mereka berdua saudara sepersusuan. Amir dan Hassan selalu bermain bersama. Amir sering membacakan buku cerita untuk Hassan, yang buta huruf. Cerita favorit mereka adalah kisah pahlawan Persia, yaitu Rostam dan Sohrab.

Hassan sangat setia dan begitu menyayangi Amir. Ia menerima segala perlakuan Amir dengan lapang dada. Terkadang perlakuan Amir nampak kejam terhadap Hassan. Terutama waktu Amir yang dengan tega membiarkan Hassan dianiaya.

Beberapa tahun kemudian, Amir harus kembali ke Afghanistan untuk menebus segala kesalahannya dengan cara mencari seorang anak kecil yang tidak diketahui keberadaannya. 

Perjuangan mencari anak itu tidaklah mudah. Amir harus berhadapan langsung dengan komandan taliban.

Hmm… jadi penasaran, apakah Taliban sekejam itu ya. Beberapa hari ini sedang search artikel tentang Taliban.

Secara keseluruhan, Novel ini sangat bagus dan layak untuk dikoleksi. Untukmu, keseribu kalinya emoticon

May 20, 2006

Belanja Buku Bulan Mei

Filed under: Catatan, Buku

Ini daftar belanja buku hari ini (Daftar dosa emoticon)

  • Pangeran Yang Selalu Bahagia
  • San Pek Eng Tay
  • To Kill A MockingBird
  • The Kite Runner
  • Misteri Air Mata Jerapah
  • Hotel Miramar
  • Tragedi di Puncak Gunung
  • Cinta yang Terlambat
  • Mio Anakku
  • Pejuang Palestina
  • The key of The name of Rose
  • Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir
  • Pencopet dan Kelompok Begundal
Hua….. banyak banget. Kapan bacanya emoticon Hiks… nambah2in dosa aja. Padahal buku lama banyak yang belum dibaca

<<<<< >>>>>> Next

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Ian Main