Ilmu Padi

November 6, 2006

[Firefox] Performancing - Extension untuk para blogger

Filed under: Internet, MyQuran.org, Blog

Dapat tips bagus untuk blogging yang diposting Guruh di MyQuran.org. Keren banget. Posting blog jadi enak :D

Performancing adalah extension untuk Firefox (dan yang sekeluarga) yang sangat berharga untuk para blogger. Dengan extension ini kita bisa posting entri blog dari Firefox tanpa harus membuka situs blog.

Download extension ini di https://addons.mozilla.org/addon.php?id=1730

Install dan restart Firefox.

===

(more…)

April 29, 2006

Kamarnya Maniak Komputer/Internet

Filed under: Internet

emoticon emoticon Huehehehehe….. emoticon

December 14, 2005

Kecanduan Friendster

Filed under: Milis, Internet

Kita tau kita kecanduan Friendster apabila:
——————————————-

1. hal pertama yang dicek saat online adalah friendster

2. secara tidak sadar ngomongin friendster terus di lingkungan kampus/kantor

3. tau jam2 enak cek friendster

4. curhat sama teman karena message di friendster ngga dibales

5. sebel sama teman gara2 nggak bales nulis testimonial

6. kapanpun, di manapun ada kesempatan, cek friendster (ga bisa liat internet nganggur)

7. kalo ketemu temen, ngomong “add gue dong”

8. udah mulai nge-save foto2 orang dari friendster ke komputer kita

9. tau topik2 terhangat di bulletin board

10. di friends list ada Desta I sama II

11. sekali buka friendster windownya lebih dari 1

12. who can send me messages/view my profile: anyone

13. nanya ke orang2 jumlah friends udah berapa supaya ditanyain hiehehe

14. tiap liat gallery minimal sampe page 100

15. menghabiskan waktu berjam-jam cuma buat nentuin primary photo

16. jealous baca testimonial di profile pacar

17. pas buka friendster deg-degan dan berdoa supaya ada testimonial atau new friend

18. walau friendster lama tapi tetap setia

19. sambil baca tulisan ini senyum2 karena ngerasa

20. di kartu nama ada email address on friendster

Sumber : Ifa

November 8, 2005

List YM

Filed under: Catatan, Internet

Ini adalah capture dari list YM-ku

October 26, 2005

ANDA KECANDUAN INTERNET?

Filed under: Milis, Internet

Kuis ini disusun oleh psikolog Kimberly Young untuk memberikan indikasi kecanduan Internet. Jawab setiap pertanyaan dengan “Ya” atau “Tidak”.

1. Apakah Anda merasa keasyikan dengan Internet?
2. Apakah Anda merasa perlu waktu tambahan dalam mencapai kepuasan sewaktu menggunakan Internet?
3. Apakah Anda sering gagal dalam upaya mengontrol, mengurangi, atau menghentikan penggunaan Internet?
4. Apakah Anda merasa gelisah, suka murung, depresi, atau lekas marah ketika berusaha mengurangi atau menghentikan penggunaan Internet?

(more…)

Candu INTERNET Makin Menakutkan

Filed under: Milis, Internet

Internet adalah sebuah kemajuan. Candu internet, sebuah sindroma ketergantungan akan internet, adalah eksesnya. Ini adalah sebuah penyakit, bahkan bisa lebih parah dibanding penyakit klinis biasa. Para pakar mengidentifikasi candu internet sebagai bagian dan dampak dari sebuah pelarian jiwa yang sepi.

Dunia web memang indah. Dia memberikan sebuah janji akan kemajuan yang sangat revolusioner di segala bidang. Tetapi, ketika kemajuan itu telah diraih, orang menjadi sadar bahwa internet juga bisa menjadi sebuah bencana, apabila tidak dimanfaatkan pada jalur yang sebenarnya, dan dengan cara yang semestinya.

Ketika beberapa riset ilmiah di berbagai belahan negara maju memberikan rekomendasi dan konfirmasi bahwa semakin banyak netter dan web-junkies yang terbuai dalam jerat candu internet, maka para pakar teknologi informasi dan psikiater pun juga semakin sadar, ini adalah sebuah kesalahan besar.

Bayangkan, misalnya, jika ada seorang pengguna internet yang mengaku “merasa hidup hanya pada saat chatting, dan merasa mati jika tidak melakukannya..” Tapi, apa mau dikata, hal yang semacam itu memang sudah menjadi sebuah fakta. Fakta itu kemudian meyakinkan banyak orang bahwa sindroma ketergantungan internet adalah juga “sebuah kesalahan dari suatu kemajuan” peradaban manusia.

Jangan terkejut. Sebuah riset ilmiah yang dilakukan oleh sebuah lembaga penelitian di Amerika Serikat tahun 2000 lalu memberikan konfirmasi pasti yang menggambarkan betapa kecanduan internet di berbagai belahan bumi sudah menjadi sebuah “wabah” yang menakutkan. Hasilnya: 11,4 juta orang pengguna internet sudah terjangkit wabah ini.

Bersiaplah untuk semakin terkejut. Sebab, sebuah riset ilmiah lain yang dilakukan di sekolah-sekolah tinggi di negeri paling maju di dunia tersebut justeru menampilkan kenyataan yang lebih menyeramkan lagi. Dr Hanz Zimmerl, seorang terapis dari Austria yang terlibat dalam kajian tersebut berani menyimpulkan bahwa 40 persen dari 200 juta pengguna internet di seluruh dunia, sudah tidak lagi bisa mengendalikan diri, dan sudah terkena sindroma menakutkan ini.

Memang, seorang penggila internet tidak akan menerima vonis mati seperti halnya seorang pasien HIV dan AIDS. Hanya saja, para ahli psikologi dan psikiater berpendapat bahwa ini adalah sebuah penyakit kejiwaan pertama yang bisa dengan cepat “menular”, dan kemudian mewabah dengan sangat cepat pula.

Kematian akibat sindroma ini memang sangat jauh. Tetapi, yang menakutkan adalah bahwa kecanduan internet bisa menjadi sebuah penyakit jiwa yang sangat mengganggu sendi-sendi kehidupan kalangan modernis. Penyakit ini sangat berkaitan dengan kepribadian seseorang.

Celakanya, meski sudah mendapatkan bukti-bukti bahwa sindroma kecanduan internet memang telah berwujud fakta, para pakar toh belum menemukan kata sepakat tentang ukuran-ukuran ilmiah yang bisa digunakan untuk memastikan bahwa seorang pengguna internet memang sudah mengidap penyakit ini. Misalnya saja, para dokter, ahli terapis dan para psikiater sampai sekarang masih saja ragu-ragu akan batasan yang memastikan, sampai stadium berapakah seorang suffer dapat digolongkan sebagai pecandu internet.

Ini sebenarnya dapat dipahami, seperti yang dikatakan Andre Hahn, seorang sarjana psikologi dari Universitas Humbolt di Berlin, Jerman, karena sindroma ini adalah sebuah fenomena kejiwaan. Dan fenomena ini justeru berbasis pada masalah kepribadian.

Tetapi, lebih dari itu, celakanya lagi, para pakar dan psikiater dari berbagai perguruan tinggi itu pun sampai saat ini masih saja terlibat dalam perdebatan yang justeru membuat semua orang semakin ketakutan: mereka masih mempertanyakan dan mempersoalkan apakah terapi terhadap para penderita sindroma ini memang diperlukan atau tidak!

Diam-diam dan dengan didasarkan pada keyakinan bahwa ini memang sebuah sindroma yang dicegah dan diobati, beberapa praktisi psikologi memang sudah mengadakan sejumlah riset secara terpisah.

Mereka terlebih dahulu membuat beberapa premis ilmiah. Dr Ivan Goldberg, seorang psikiater dari New York, misalnya, berani menggunakan istilah “Internet Addiction Disorder” (IAD, gangguan kecanduan internet) untuk mengidentifikasi kelainan ketergantungan akan internet ini. Menurut Dr Ivan Goldberg, gangguan ini sangat berbeda dengan kecanduan rokok atau kecanduan alkohol. “Ketagihan internet lebih merupakan perilaku di luar kendali dari seseorang..,” katanya.

Dr Kimberly Young, Direktur Center of Online Addiction pada Universitas Pittsburg-Bradford, Amerika Serikat, membuat analisa yang jauh lebih seram. Menurut dia, siapapun, tak peduli siapa orangnya, yang terhubungkan dengan modem ke internet, sangat berpotensi untuk masuk dalam jerat candu internet. Penulis buku Caught in The Net ini sudah mendapatkan lebih dari 400 kasus yang berhubungan dengan gangguan akibat penggunaan internet.

Tetapi, kapan sebenarnya seorang pengguna internet dapat dikatakan sudah kecanduan? Sekali lagi, para pakar dan ahli medis menyepakati satu hal bahwa batas-batas kapan seseorang dinyatakan sebagai pecandu internet, belum jelas untuk didefinisikan.

Hanya saja, jika seseorang sudah merasa tidak lagi dapat mengendalikan keiinginannya yang besar untuk bermain internet, dan jika ia sudah tidak dapat lagi melakukan upaya-upaya penghindaran diri, maka dapat dikatakan ia sudah dikuasai oleh keinginannya. Dia sudah kecanduan internet.

Sangat disayangkan, sampai sekarang lembaga yang memberikan kepeduliannya terhadap masalah ini belum sebanding dengan perkiraan jumlah penderitanya. Tetapi, beberapa orang yang sempat merasakan sakitnya menjadi pecandu internet, justeru terketuk untuk memberikan saran, petunjuk dan bahkan bantuan terapi kepada penderita lainnya.

Gangguan Tidur Dan Depresi

Gabriele Farke, seorang wanita pengusaha dan ibu seorang putri yang berusia 44 tahun, misalnya, sudah memberikan banyak bantuan dengan mengisahkan pengalamannya menjadi seorang pecandu internet. Menurut dia, seorang penderita akan beranggapan bahwa di alam virtualitas semuanya menjadi lebih indah.

Farke juga menjelaskan, gejala-gejala fisik dan psikis dari penyakit ini sama dengan berbagai penyakit ketergantungan lainnya. Umumnya, si penderita menjadi jarang tidur, mengalami gangguan penglihatan, gangguan tidur, dan terkena depresi.

Bahkan, bencana finansial tidak juga bisa membuat jera para penderita ketergantungan internet ini. “Setelah saya secara kebetulan memasuki sebuah chatroom, maka tidak berapa lama kemudian mulailah fase yang tidak terbatas. Tagihan telepon membengkak dan saya sama sekali tidak peduli akan hal itu..,” kata Farke.

Ia juga menceritakan “nikmatnya” chatting. “Seolah-olah dalam percakapan secara online terdapat kedekatan yang sangat erat. Berbeda dengan kehidupan nyata, saat chatting, seseorang akan membiarkan oranglain untuk mendekat, terutama pendatang baru yang sebelumnya tidak mengira akan mendapatkan kenikmatan semacam ini,” katanya.

Ceritanya tentang kenikmatan ber-chatting ria itu belum selesai. “Saat chatting, orang mengungkapkan berbagai harapannya kepada rekan chat-nya. Inilah yang membuat online menjadi ’semakin memanas’, meskipun kita seringkali merasa tidak puas,” katanya.

Begitulah seterusnya. Rasa tidak puas terus menggelora. Orang akan terus melakukannya. Itulah sebabnya, Farke menganjurkan perlunya dukungan rekan-rekan dan para relasi.

Berdasarkan “kajian”-nya, Farke mendapatkan bukti bahwa para pecandu internet sebenarnya berasal dari berbagai kelompok pekerjaan, termasuk orang-orang yang berpendidikan tinggi seperti pengacara, tenaga medis, bahkan para guru. Kebanyakan dari mereka, sulit untuk menghentikan kebiasaan online. Farke juga mendapatkan bukti bahwa dua pertiga pemakai internet dan penderita IAD adalah kaum pria. (J-4/dari berbagai sumber)

Sumber : http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=12752

Kecanduan Internet di Jerman

Filed under: Catatan, Internet

JERMAN. Sekitar satu juta penduduk Jerman, benar-benar telah kecanduan internet. Begitu suntuknya mereka, sehingga mereka memilih bergaul dengan internet dibanding bersosialisasi dengan tetangga dan masyarakat umum. Menurut Hesse Wolfgang Schmidt, Kepala Masalah Kecanduan, mereka benar-benar telah adicted. Kecanduan, seperti orang mengonsumsi narkoba. Akibatnya, mereka lebih banyak ‘hidup di dunia maya’ dan melupakan masalah sehari-hari!

Sumber : http://www.minggupagi.com/article.php?sid=5282

October 25, 2005

Kecanduan internet

Filed under: Milis, Internet

82 (plus satu) Tanda Kecanduan Internet (baca juga yang nomor 83):

Menurut pengakses detikcom, tanda-tanda kecanduan Internet adalah:

1. Mas kawin yang Anda minta di hari pernikahan adalah seperangkat komputer dan modem. Tunai!

2. Bel di rumah Anda bertuliskan “Click Here”.

3. Pintu kamar mandi Anda bertuliskan “Adult Only”

4. Anda menanyakan apakah ada email baru untuk Anda kepada Pak Pos

5. Program mailer Anda di-set untuk men-check email setiap 120 menit, tapi anda selalu men-chceknya setiap 5 menit

6. Mimpi anda berawal dengan http://www

7. Anda mulai rutin mengakses detikcom untuk mengukur sejauh mana tingkat kecanduan Anda pada Internet

8. Address book anda sudah tidak dapat menampung alamat email lagi

9. Anda mulai menyuap satpam di kantor agar Anda dapat dapat lebih lama duduk di depan komputer

10. Anda menyusun tanda-tanda kecanduan internet secara terus-menerus.

11. Agar tak kehilangan koneksi ke Internet, krisis moneter memaksa Anda mulai keliling kompleks perumahan untuk berburu tetangga yang bisa dijadikan sasaran program “member dapat member” ISP

12. Anda selalu berganti ISP secara berkala untuk mencari harga yang paling murah dan akses paling cepat.

13.. Anda tercatat sebagai karyawan yang paling tinggi jumlah jam kerjanya setelah kantor anda punya koneksi ke Internet.

14.. Anda mengusulkan kepada manajer anda, bahwa rapat minggu depan sebaiknya lewat ICQ atau Netmeeting atau mIRC, padahal
manajer dan teman-teman anda yang akan ikut rapat berada di ruangan yang sama dengan Anda.

15.. Anda tak akan bertamu ke rumah orang yang tak punya modem

16.. Anda menggunakan search engine untuk mencari anak anda yang sudah tiga hari tidak pulang ke rumah.

17.. Anda memberikan hadiah email atau homepage baru sebagai kado ulang tahun kepada keluarga anda.

18.. Anda tercatat sebagai pengguna URL-minder dengan lebih dari 1001 URL.

19.. “Unable to locate your server !,” kata Anda ketika menerima telepon salah sambung

20.. Kemarin Anda mengaku sebagai ita/f/19/jkt. Tadi pagi Anda mengaku sebagai harry/m/24/sby. Besok mungkin Anda mengidentifikasi diri sebagai mimi/f/21/bdg. Minggu depan, ketika Anda bercermin di kamar, Anda tak lagi yakin apakah Anda laki-laki ataukah perempuan …

21.. Anda mencoba merenovasi rumah Anda dengan program aplikasi HTML
Editor.

22.. Anak-anak Anda diberi nama Joko.gov agar kelak dia jadi pegawai negeri sipil; Bambang.org agar kelak jadi dia jadi aktivis LSM; Sintal.com agar kelak dia jadi cewek matre; dan Tole.edu agar kelak dia jadi mahasiswa abadi.

23.. Anda tak bisa tidur bila belum menipu di chat room

24.. Suara dengkuran Anda sudah persis mirip dengan suara handshake modem

25.. Ketika komputer Anda mati karena aliran listrik padam, Anda tetap ngotot menghubungi nomor telepon ISP. Bunyi dengungan
modem di ISP Anda sambut dengan permintaan, “Hallo, bisa disambungkan ke http://www.detik.com?”

—————————————————————————-


Menurut berbagai sumber di Internet, tanda-tanda kecanduan Internet adalah:

26.. Modem Anda mulai berasap

27.. Hardiks 400Gb Anda penuh

28.. Anda bolos kerja karena menemukan situs web baru yang mengasyikan.

29.. Anda dapat menemukan homepage tertentu tanpa bantuan search engine.

30.. Anda dapat mengakses lebih dari 20 situs erotis gratisan

31.. Anda susah menggerakan jari Anda karena Anda sudah online selama 36 jam

32.. Anda baru tahu bahwa tak ada tombol “FORWARD” untuk menjalankan mobil Anda.

33.. Anda baru tahu bahwa Anda tak perlu tahu URL untuk mengemudikan mobil kemanapun

34.. Anda terkena serangan jantung sehabis mendapat surat peringatan dari Telkom bahwa sambungan telepon Anda diputus sementara karena telat membayar rekeningnya.

35.. Anda selalu memulai pembicaraan dengan kata, “Di Internet …”

36.. Anda menonton film “The Net” …. 63 kali.

37.. Anda mengira majalah semacam InternetWorld lebih mengasyikan ketimbang Playboy atau Playgirl

38.. Anda punya 25 email address

39.. Anda punya lebih dari 20 password

40.. Bagi Anda, Safe Sex adalah melakukannya secara online

41.. Anda tak kenal siapapun kecuali mereka yang mempunyai alamat email

42.. Anda menciumi homepage pacar Anda.

43.. Dibutuhkan waktu 15 menit untuk mengurut isi bookmark Anda dari atas sampai bawah.

44.. Anda menolak pergi berlibur ke tempat yang belum tersedia jaringan listrik dan telepon.

45.. Akhirnya Anda mau juga berlibur, tapi setelah Anda memberi sebuah cellular modem dan laptop.

46.. Jantung Anda berdebar sangat kencang setiap kali Anda melihat alamat situs web baru di koran, majalah, atau TV, meski sebelumnya Anda tak pernah punya persoalan dengan jantung.

47.. Anjing Anda punya homepage sendiri.

48.. Seluruh link yang ada di Yahoo pernah Anda kunjungi.

49.. Anda tidak mendengar suara apapun di rumah dan Anda sama sekali tidak tahu dimana anak-anak Anda sekarang.

50.. Anda memeriksa email. Disebutkan, “no new messages.” Lalu Anda memeriksanya lagi.

51.. Anda menuliskan pekerjaan rumah Anda dalam format HTML, dan memberi instruktur Anda URL-nya.

52.. Suami Anda bilang bahwa dia sudah berjanggut sejak 2 bulan lalu.

53.. Anda mulai mencari alamat situs web porno bahkan di WC umum.

54.. Anda bilang ke anak-anak Anda bahwa mereka tidak boleh memakai komputer karena “Ayah sedang ada kerjaan” meski
sebtulnya Anda sudah di-PHK.

55.. Teman-teman Anda tak lagi mengirim email ke Anda … mereka cukup log on ke IRC channel Anda.

56.. Anda tak pernah punya kesulitan untuk konek ke ISP Anda … karena Anda tak pernah log off.

57.. Anda lupa sekarang tahun berapa.

58.. Anda meminta dokter untuk mencangkokan hardisk 1 Gb di kepala Anda.

59.. Ketika mobil Anda menyeruduk mobil lain di simpang jalan, yang pertama Anda cari adalah tombol “BACK”.

60.. Anda mematikan modem dengan rasa hampa, seakan Anda baru saja memutuskan hubungan dengan seseorang yang dicintai.

61.. Pacar Anda yang terakhir adalah sebuah JPG.

62.. Anda menghidupkan komputer dan mematikan pasangan Anda.

63.. Pasangan Anda bilang bahwa komunikasi itu penting dalam sebuah perkawinan. Lalu Anda membeli komputer baru, menambah
line telepon baru sehingga Anda berdua bisa ngobrol di chat room IRC.

64.. Pasangan Anda membuat aturan baru: “Komputer tak boleh naik ke ranjang”.

65.. Istri Anda meletakan wig di atas monitor Anda untuk mengingatkan Anda seperti apa tampangnya.

66.. Anda memberi nama anak Anda Eudora, Netscape dan Mirc.

67.. Anda menghabiskan separuh waktu perjalanan Anda di pesawat terbang dengan laptop di pangkuan sementara anak Anda disimpan di bagasi atas.

68.. Anda memperkenalkan diri sebagai “[EMAIL PROTECTED]”

69.. Anda meminta petugas car call untuk memanggil sopir Anda dengan “Sarno dari http://www.perusahaananda.com”

70.. Semua nama teman Anda mengandung huruf @.

71.. Mimpi-mimpi malam Anda muncul dalam format HTML.

72.. Anda tak bisa menghubungi ibu Anda (Ibu Anda tak punya modem).

73.. Anda membuat tatto di badan Anda yang berbunyi “This body best viewed with Netscape Navigator 4.0 or higher.”

74.. Yang Anda takutkan dari sebuah PHK adalah kehilangan akses Internet gratis.

75.. Anda memasang line telepon kedua, tapi itu Anda pakai untuk
menghubungi ISP kedua Anda.

76.. Surat tagihan telepon datang ke rumah Anda dengan dibungkus kardus besar.

77.. Anda menghidupkan interkom Anda ketika meninggalkan ruangan agar Anda dapat mendengar jika sebuah email baru masuk.

78.. Anda bangun jam 3 pagi untuk ke kamar mandi, dan berhenti untuk memeriksa email pada saat akan kembali ke kamar tidur

79.. Anda menganggap pergi ke toilet bagai sedang melakukan download.

80.. Kepada pemborong bangunan, Anda menanyakan berapa besar biaya untuk mengganti kursi di depan komputer dengan closet duduk.

81.. Banyaknya makanan yang Anda konsumsi setiap hari tidak diukur oleh kualitas makan itu, melainkan ditentukan oleh bandwidht ISP Anda.

82.. Penyakit Depresi Kekurangan E-mail (E-mail Deficiency Depression, EDD) memaksa Anda untuk mengemail diri Anda sendiri.

—-

83. Merasa dirinya paling jago dengan ‘kemampuan’ mengekspresikan unek-uneknya ke berbagai milis, tanpa pandang bulu. Bila ada yang mengomentari, pasti mendapat sikat, atau disikat habis-habisan (maklum sudah nggak ada kontak rasa)

Huahahahahahahahaha……

List YM

Filed under: Catatan, Internet

Huaaaaaaaaaa……………. ngga nyangka, jumlah list di YM-ku ada 286. Banyak juga ya ternyata. Kalo ngga salah batas contact di YM 300 orang. Wah berarti sebentar lagi full niy. Hmmmmm…. Kayaknya harus ganti ID deh. Hohohohoho…… :D

October 7, 2005

Google Earth

Filed under: Catatan, Internet

Nah ini kawasan tempat tinggalku di lihat dari Google Earth

<<<<< >>>>>>

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Ian Main