<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!-- generator="wordpress/1.5.1-alpha" -->
<rss version="2.0" 
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
>

<channel>
	<title>Ilmu Padi</title>
	<link>http://oryza.blogsome.com</link>
	<description>Sekedar Catatan Perjalanan Mencari Ilmu</description>
	<pubDate>Wed, 27 Feb 2008 05:32:59 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=1.5.1-alpha</generator>
	<language>en</language>

		<item>
		<title>Rindu Blog ini</title>
		<link>http://oryza.blogsome.com/2007/11/21/rindu-blog-ini/</link>
		<comments>http://oryza.blogsome.com/2007/11/21/rindu-blog-ini/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Nov 2007 01:41:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>oryza</dc:creator>
		
	<category>Catatan</category>
		<guid>http://oryza.blogsome.com/2007/11/21/rindu-blog-ini/</guid>
		<description><![CDATA[	Bismillahirrahmanirrahim&#8230;.  
	Setelah lama kutinggalkan&#8230; Ada perasaan rindu tuk menengok dan memposting di blog ini. Entah berapa kali kutinggalkan&#8230; beralih ke hosting lain, lalu kemudian kembali lagi ke sini. Semoga kali ini benar-benar rajin kembali 
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p>Bismillahirrahmanirrahim&#8230;.  </p>
	<p>Setelah lama kutinggalkan&#8230; Ada perasaan rindu tuk menengok dan memposting di blog ini. Entah berapa kali kutinggalkan&#8230; beralih ke hosting lain, lalu kemudian kembali lagi ke sini. Semoga kali ini benar-benar rajin kembali <img border="0" src="http://oryza.blogsome.com/wp-content/plugins/Wysi-Wordpress/plugins/emotions/images/smile.gif" alt="emoticon" title="emoticon" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://oryza.blogsome.com/2007/11/21/rindu-blog-ini/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>25</title>
		<link>http://oryza.blogsome.com/2007/08/19/25/</link>
		<comments>http://oryza.blogsome.com/2007/08/19/25/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 19 Aug 2007 15:35:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>oryza</dc:creator>
		
	<category>Catatan</category>
		<guid>http://oryza.blogsome.com/2007/08/19/25/</guid>
		<description><![CDATA[	25

]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p>25
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://oryza.blogsome.com/2007/08/19/25/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Blooggggg</title>
		<link>http://oryza.blogsome.com/2007/06/07/blooggggg/</link>
		<comments>http://oryza.blogsome.com/2007/06/07/blooggggg/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 07 Jun 2007 02:22:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>oryza</dc:creator>
		
	<category>Catatan</category>
		<guid>http://oryza.blogsome.com/2007/06/07/blooggggg/</guid>
		<description><![CDATA[	Ngurus blog ini lagi ah. Diisi apaan yak   Udah kadung akrab sama ini sih :p

]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p>Ngurus blog ini lagi ah. Diisi apaan yak <img src='http://oryza.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  Udah kadung akrab sama ini sih :p
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://oryza.blogsome.com/2007/06/07/blooggggg/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Ganti Baju Blog</title>
		<link>http://oryza.blogsome.com/2007/05/24/ganti-baju-blog/</link>
		<comments>http://oryza.blogsome.com/2007/05/24/ganti-baju-blog/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 May 2007 03:51:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>oryza</dc:creator>
		
	<category>Blog</category>
		<guid>http://oryza.blogsome.com/2007/05/24/ganti-baju-blog/</guid>
		<description><![CDATA[	Ganti baju blog lagi. Jenuh sama yang lama 

]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p>Ganti baju blog lagi. Jenuh sama yang lama <img border="0" src="http://oryza.blogsome.com/wp-content/plugins/Wysi-Wordpress/plugins/emotions/images/drunk.gif" alt="emoticon" title="emoticon" />
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://oryza.blogsome.com/2007/05/24/ganti-baju-blog/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Huh&#8230;</title>
		<link>http://oryza.blogsome.com/2007/05/24/huh/</link>
		<comments>http://oryza.blogsome.com/2007/05/24/huh/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 May 2007 03:18:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>oryza</dc:creator>
		
	<category>Catatan</category>
	<category>Blog</category>
		<guid>http://oryza.blogsome.com/2007/05/24/huh/</guid>
		<description><![CDATA[	Punya blog banyak tapi ngga keurus semua. Benar2 membangggakan 

]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p>Punya blog banyak tapi ngga keurus semua. Benar2 membangggakan <img border="0" src="http://oryza.blogsome.com/wp-content/plugins/Wysi-Wordpress/plugins/emotions/images/wallbash.gif" alt="emoticon" title="emoticon" /><img border="0" src="http://oryza.blogsome.com/wp-content/plugins/Wysi-Wordpress/plugins/emotions/images/laugh.gif" alt="emoticon" title="emoticon" />
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://oryza.blogsome.com/2007/05/24/huh/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Introvert</title>
		<link>http://oryza.blogsome.com/2007/05/24/introvert/</link>
		<comments>http://oryza.blogsome.com/2007/05/24/introvert/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 May 2007 03:10:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>oryza</dc:creator>
		
	<category>Artikel</category>
		<guid>http://oryza.blogsome.com/2007/05/24/introvert/</guid>
		<description><![CDATA[	Tulisan yang menarik, dan sangat populer, dari Jonathan Rauch, menceritakan pengalaman pribadinya sebagai seorang introvert dan bagaimana itu mempengaruhi kehidupannya. Saya terjemahkan dari artikel Rauch di The Atlantic Monthly, Caring  for Your Introvert (tentu tidak sebaik tulisan aslinya).
	* * *
	Pernah tahu tentang seseorang yang perlu menyendiri, berjam-jam tiap harinya? Yang gemar mengobrol tentang ide-ide, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p>Tulisan yang menarik, dan sangat populer, dari <a href="http://oryza.blogsome.com/go.php?http://www.jonathanrauch.com/">Jonathan Rauch</a>, menceritakan pengalaman pribadinya sebagai seorang introvert dan bagaimana itu mempengaruhi kehidupannya. Saya terjemahkan dari artikel Rauch di The Atlantic Monthly, <a href="http://oryza.blogsome.com/go.php?http://www.theatlantic.com/doc/200303/rauch"><em>Caring  for Your Introvert</em></a> (tentu tidak sebaik tulisan aslinya).</p>
	<p align="center">* * *</p>
	<p><img border="0" align="left" src="http://watung.org/wp-content/uploads/2007/01/aloof9.jpg" alt="aloof9.jpg" title="aloof9.jpg" />Pernah tahu tentang seseorang yang perlu menyendiri, berjam-jam tiap harinya? Yang gemar mengobrol tentang ide-ide, tentang perasaan? Yang kadang-kadang bisa mempresentasikan sesuatu dengan hebat di hadapan banyak orang, tapi begitu canggung saat berada di kelompok yang lebih kecil? Yang musti ditarik-tarik untuk datang ke pesta, lalu perlu seharian penuh untuk &lsquo;penyegaran kembali&rsquo;?</p>
	<p>Apakah kita menjulukinya &lsquo;orang serius&rsquo;, atau bertanya kepadanya &lsquo;eh, kamu sakit ya&rsquo;? Menganggapnya penyendiri, sombong, dan tak sopan? Yang kita musti berjuang keras hanya untuk mengajaknya keluar?</p>
     <a id="more-397"></a>
<p>   Bila jawaban kita &lsquo;ya&rsquo;, besar kemungkinan kita telah bertemu dengan seorang <a href="http://oryza.blogsome.com/go.php?http://en.wikipedia.org/wiki/Extraversion_and_Introversion">introvert</a> &mdash; dan rupanya kita tidak memperlakukannya dengan baik. Sains telah belajar banyak tentang perilaku dan kebutuhan orang-orang introvert. Sains menemukan misalnya, lewat pemindaian otak, bahwa introvert memproses informasi dengan cara yang berbeda dari orang-orang umumnya (saya tidak mengada-ada). Introvert bisa jadi orang yang biasa saja, tapi mereka juga adalah salah satu kelompok masyarakat yang paling kerap disalahpahami dan dirugikan di Amerika, dan mungkin juga di dunia.</p>
	<p>Saya tahu itu. Nama saya Jonathan, dan saya seorang introvert.</p>
	<p>Oh, bertahun-tahun saya mencoba mengingkarinya. Saya toh pada akhirnya bisa bergaul. Saya bukannya pemurung, atau tidak suka dengan orang. Pada dasarnya, saya jauh dari pemalu. Saya memang menyukai obrolan panjang tentang pemikiran yang mendalam, tentang eksplorasi hal-hal yang menarik. Tapi paling tidak saya memiliki kepercayaan diri, dan pergi keluar dengan teman-teman. Dengan cara inilah saya bisa lepas dari stereotipe dan kesalahpahaman yang menyakitkan. Dan kini, saya ingin menjelaskan apa yang musti kita ketahui, dalam memahami anggota keluarga kita, teman, atau sejawat yang introvert. Ingat, seseorang yang kita kenal baik, yang kita hormati, bisa jadi seorang introvert, dan bisa jadi pula kita akan &lsquo;menyiksanya&rsquo; bila kita tak paham beberapa tanda-tanda.</p>
	<p><strong>Apa itu <em>introversion</em>?</strong></p>
	<p><img border="0" align="right" src="http://watung.org/wp-content/uploads/2007/01/cjung.jpg" title="cjung.jpg" alt="cjung.jpg" />Konsep ini muncul sejak 1920-an dari seorang ahli psikolog, <a href="http://oryza.blogsome.com/go.php?http://en.wikipedia.org/wiki/Carl_Jung">Carl Jung</a>, dan kini menjadi variabel penting di berbagai macam tes kepribadian, termasuk <a href="http://oryza.blogsome.com/go.php?http://en.wikipedia.org/wiki/Myers-briggs">Myers-Briggs Type Indicator</a> yang terkenal itu. Kaum introvert tidak selamanya pemalu. Orang-orang pemalu adalah mereka yang cemas atau takut atau menampik diri dari lingkungan sosial; introvert pada umumnya tidak seperti itu. Orang introvert juga tidak anti orang lain, meski sebagiannya sepakat dengan <a href="http://oryza.blogsome.com/go.php?http://en.wikipedia.org/wiki/Sartre">Sartre</a> yang mengatakan, &ldquo;Sarapan bersama orang lain adalah neraka.&rdquo; Lebih tepatnya, introvert adalah mereka yang merasa bahwa orang lain itu adalah sesuatu <em>yang melelahkan</em>.</p>
	<p>Ekstrovert, sebaliknya, terpacu karena keberadaan orang lain, dan menjadi &lsquo;layu&rsquo; atau &lsquo;pudar&rsquo; bila sendirian. Mereka kerap bosan dengan dirinya. Coba tinggalkan ekstrovert sendirian selama dua menit dan ia akan mulai mencari dan memencet-mencet handphone-nya. Sebaliknya, kami kaum introvert, setelah satu atau dua jam bersosialisasi, perlu <em>off </em>sejenak dan &lsquo;mengisi batere&rsquo; kembali. Formula saya pribadi adalah 2 jam menyendiri untuk setiap jam sosialisasi. Ini bukan anti-sosial. Bukan gejala depresi, dan bukan sinyal untuk darurat medis. Bagi kaum introvert, menyendiri itu sama menyegarkannya dengan tidur, makan, atau merawat diri. Motto kami: &ldquo;saya baik-baik saja, kamu baik-baik saja &mdash; dalam dosis tertentu.&rdquo;</p>
	<p><strong>Berapa banyak orang introvert?</strong></p>
	<p>Saya mencoba melakukan riset panjang di Google untuk menjawab pertanyaan ini. Jawabannya: 25 persen, atau di bawah setengah populasi. Atau, jawaban favorit saya: &ldquo;kelompok minoritas di antara kebanyakan orang, tapi mayoritas di antara populasi orang-orang berbakat.&rdquo;</p>
	<p><img border="0" src="http://watung.org/wp-content/uploads/2007/01/famousintroverts.jpg" title="famousintroverts.jpg" alt="famousintroverts.jpg" /></p>
	<p><strong>Apakah kaum introvert disalahpahami?</strong></p>
	<p>Sangat, dan dimana-mana. Begitulah rupanya nasib kami. &ldquo;Sangat sukar bagi seorang ekstrovert untuk memahami introvert,&rdquo; tulis pakar pendidikan Jill D. Burruss dan Lisa Kaenzig (mereka juga sumber jawaban favorit saya di paragraf sebelumnya). Kaum ekstrovert tidaklah sukar untuk dipahami oleh mereka yang introvert, karena ekstrovert menghabiskan banyak waktunya dengan banyak berbicara dan berinteraksi dengan orang lain. Mereka kesana kemari bak anak anjing yang meloncat-loncat. Namun jalan tidak selamanya dua arah. Ekstrovert tak punya pemahaman yang cukup tentang <em>introversion</em>. Mereka menganggap bahwa rekannya ini akan selalu dengan senang hati menyambut baik dan membukakan pintu. Mereka tak bisa membayangkan bahwa ada orang yang perlu menyendiri; bahkan tidak jarang merasa tersinggung bilamana ada yang berniat seperti itu. Sepanjang saya mencoba menjelaskan hal ini kepada mereka yang ekstrovert, saya tidak merasa mereka paham benar. Mereka mendengar sejenak, lalu kembali &lsquo;menggonggong&rsquo; dan &lsquo;menyalak&rsquo;.</p>
	<p><strong>Apakah kaum introvert tersisih?</strong></p>
	<p><img border="0" align="left" src="http://watung.org/wp-content/uploads/2007/01/rreagan.jpg" alt="rreagan.jpg" title="rreagan.jpg" />Rasanya begitu. Ekstrovert menjamur di dunia politik, sebuah profesi yang hanya mereka yang gemar menyerocos yang bisa bertahan. Lihat George W. Bush. Lihat Bill Clinton. Mereka tampak begitu bergairah ketika bersama dengan orang-orang. Membayangkan beberapa orang introvert yang berhasil melesat ke papan atas politik, seperti Calvin Coolidge, Richard Nixon &mdash; tidak akan mengubah pandangan semula. Kecuali Ronald Reagan, yang kecenderungannya menarik diri dari orang-orang barangkali menjadi tanda sifat introvertnya (banyak aktor, saya baca, adalah introvert, dan banyak introvert, ketika bersosialisasi, merasa bagai aktor), introvert dianggap &lsquo;janggal&rsquo; di dunia politik.</p>
	<p>Oleh sebab itu, ekstrovert mendominasi kehidupan publik. Patut disayangkan memang. Bila kami kaum introvert mengatur dunia, tak disangsikan lagi dunia akan menjadi tempat yang lebih tenang, lebih sehat, lebih damai. Seperti yang konon pernah diucapkan Coolidge, &ldquo;Tahukah anda bahwa empat dari lima keruwetan hidup ini akan pupus bilamana kita bisa duduk dan diam?&rdquo; (Dia juga konon pernah mengatakan, &ldquo;Bila kita tak berbicara apa-apa, kita tak akan dituntut untuk mengulanginya.&rdquo; Satu-satunya hal yang dibenci kaum introvert lebih dari berbicara tentang dirinya adalah mengulanginya.)</p>
	<p>Dengan kegemarannya berbicara dan menarik perhatian, ekstrovert juga mendominasi kehidupan sosial, sehingga standar-standar pun ditetapkan sesuai norma dan harapan mereka. Di masyarakat <em>ekstrovertis</em> yang kita diami ini, menjadi orang yang <em>outgoing</em> atau supel adalah normal, sehingga lebih disukai &mdash; sebuah tanda kebahagian, kepercayaan diri, keunggulan. Ekstrovert disimbolkan sebagai &lsquo;berhati besar&rsquo;, &lsquo;bersemangat&rsquo;, &lsquo;hangat&rsquo;, dan &lsquo;empati&rsquo;. &lsquo;Pujaan banyak orang&rsquo; adalah sebuah pujian bagi mereka. Introvert, sebaliknya, digambarkan sebagai &lsquo;berhati-hati&rsquo;, &lsquo;penyendiri&rsquo;, &lsquo;pendiam&rsquo;, &lsquo;pelamun&rsquo; &mdash; kata-kata yang sempit dan tidak berperasaan yang menunjukkan kepribadian yang pelit dan emosional. Perempuan introvert, pastinya, adalah yang paling tersiksa. Di lingkungan atau budaya tertentu, seorang laki-laki terkadang masih bisa bertahan dengan julukan semacam &lsquo;kaku&rsquo; dan &lsquo;pendiam&rsquo;. Dibandingkan laki-laki, perempuan introvert lebih cenderung dianggap &lsquo;pemalu&rsquo;, &lsquo;penyendiri&rsquo;, &lsquo;angkuh&rsquo;.</p>
	<p><strong>Apakah kaum introvert sombong, arogan?</strong></p>
	<p>Jarang. Rasanya kesalahpahaman ini lantaran karakter introvert yang lebih cerdas, lebih reflektif, lebih independen, lebih berkepala dingin, lebih halus dan sensitif dibandingkan ekstrovert. Mungkin juga karena sedikitnya kaum introvert berbicara, suatu kelemahan yang kerap dicela oleh mereka yang ekstrovert. Kami cenderung berpikir lebih dulu sebelum berbicara, sementara ekstrovert berpikir <em>ketika</em> berbicara, yang mungkin itu pula sebabnya rapat-rapat kaum ekstrovert tak pernah berakhir kurang dari enam jam. &ldquo;Introvert,&rdquo; tulis seorang rekan yang cerdas, Thomas P. Crouser, di sebuah ulasan buku berjudul <a href="http://oryza.blogsome.com/go.php?http://isbn.nu/0809228165"><em>Why Should Extroverts Make All the Money</em></a>? (saya juga tidak mengada-ada), &ldquo;kerap kebingungan oleh dialog semi-internal kaum ekstrovert. Introvert tidak terang-terangan mengeluh, sebaliknya mereka hanya mengalihkan pandangan dan diam-diam mengumpat situasi itu.&rdquo;</p>
	<p>Lebih parahnya, ekstrovert tak menyadari tekanan yang mereka timpakan kepada kami kaum introvert. Terkadang, sembari menghirup udara di tengah kabut pembicaraan mereka yang 98% tidak ada isinya itu, kami bertanya-tanya apakah ekstrovert mau barang sejenak mendengarkan diri mereka sendiri. Tapi kami mencoba menerima keadaan ini dengan tenang, karena buku-buku tentang etiket dan sopan santun &mdash; yang tentu ditulis oleh ekstrovert &mdash; menganggap tak mau berbasa-basi itu sebagai tidak sopan dan sedikit berbicara itu sebagai kejanggalan. Kami hanya berharap suatu hari, bila karakter kami ini dipahami lebih luas, atau barangkali ketika gerakan hak asasi kaum introvert mulai merekah dan berbuah, bukan lagi suatu hal yang kasar bila mengatakan, &ldquo;Saya introvert. Anda orang hebat dan saya menyukai anda. Tapi mohon sekarang diamlah.&rdquo;</p>
	<p><strong>Bagaimana memberitahu kaum introvert bahwa kita mendukung dan menghargai pilihannya?</strong></p>
	<p>Pertama, menyadari bahwa ini bukanlah pilihan. Bukan pula gaya hidup. Introvert adalah sebuah <em>orientasi</em>.</p>
	<p>Kedua, bilamana kita mendapati seorang introvert kehilangan kata-kata, jangan berkata, &ldquo;Hei, ada apa?&rdquo; atau &ldquo;Kamu baik-baik saja?&rdquo;</p>
	<p>Ketiga, jangan berkata yang lain juga.</p>
	<p align="center">* * *</p>
	<p><strong>Credits</strong>: Tulisan diterjemahkan dari <a href="http://oryza.blogsome.com/go.php?http://www.theatlantic.com/doc/200303/rauch">sebuah artikel di The Atlantic Monthly</a> (menjadi artikel yang paling banyak diakses di situs majalah bulanan itu). Lukisan paling atas adalah <em>&lsquo;Aloof&rsquo;</em> karya <a href="http://oryza.blogsome.com/go.php?http://www.cwaughart.com/">Aaron Waugh</a>. Kedua adalah foto Carl Jung. Sementara yang rame-rame adalah <em>the famous introverts</em>, dari atas ke bawah, kiri ke kanan: Mahatma Gandhi, Albert Einstein, Michael Jordan, J. K. Rowling (Harry Potter), Steven Spielberg, Bunda Theresa, dan Bill Gates. Foto terakhir: Ronald Reagan.</p>
	<p>&nbsp;</p>
	<p>Sumber : http://watung.org/2007/01/27/introvert/&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://oryza.blogsome.com/2007/05/24/introvert/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Narsis atau Sekedar Ekspresif</title>
		<link>http://oryza.blogsome.com/2007/01/26/narsis-atau-sekedar-ekspresif/</link>
		<comments>http://oryza.blogsome.com/2007/01/26/narsis-atau-sekedar-ekspresif/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Jan 2007 16:02:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>oryza</dc:creator>
		
	<category>Artikel</category>
		<guid>http://oryza.blogsome.com/2007/01/26/narsis-atau-sekedar-ekspresif/</guid>
		<description><![CDATA[	Kedekatan ilmu pengetahuan pada kehidupan sehari-hari semakin menggembirakan. Berbagai istilah yang semula hanya digunakan secara eksklusif oleh para ilmuwan, kini menjadi kosa kata yang digunakan sehari-hari. Sebut saja, kata analgesik, saat ini lebih sering digunakan untuk menyebut obat penghilang rasa nyeri. Dan belakangan ini, yang lagi hot digunakan dalam percakapan adalah &quot;narsis&quot;, potongan dari istilah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p>Kedekatan ilmu pengetahuan pada kehidupan sehari-hari semakin menggembirakan. Berbagai istilah yang semula hanya digunakan secara eksklusif oleh para ilmuwan, kini menjadi kosa kata yang digunakan sehari-hari. Sebut saja, kata analgesik, saat ini lebih sering digunakan untuk menyebut obat penghilang rasa nyeri. Dan belakangan ini, yang lagi hot digunakan dalam percakapan adalah &quot;narsis&quot;, potongan dari istilah narsisme dari bidang ilmu psikologi dan psikiatri.  </p>
	<p>Perempuan, lelaki, dewasa, atau remaja, kerap menggunakan kata tersebut. Umumnya kata itu digunakan untuk menyebut sebuah perilaku yang condong menunjukkan rasa cinta pada diri sendiri. Seorang remaja yang memotret dirinya, dengan mudah diberi label narsis, oleh teman-temannya. Bahkan seorang perempuan yang membeli sehelai blus relatif mahal untuk diri sendiri, secara ringan berkata; &quot;narsis ya aku!&quot;&nbsp;  </p>
     <!--selanjutnya-->
<p>Kata narsis berasal dari mitologi Yunani yang mengisahkan seorang pemuda tampan bernama Narcissus. Ia sangat senang berkaca di danau, mengagumi ketampanannya. Suatu ketika Echo, peri penguasa air melihatnya, dan jatuh cinta. Echo mengungkapkan cinta pada Narcissus, namun ditolak. Narcissus merasa jauh lebih elok dibandingkan sang peri. Echo marah, dan mengutuk Narcissus tak bisa jatuh cinta pada orang lain, kecuali pada bayangan dirinya yang dilihat di atas air danau. Narcissus memang semakin terpukau memandang bayangannya, tapi ia kesepian, dan berubah menjadi setangkai bunga, yang saat ini dikenal dengan nama Narcissus dan sering ditemui tumbuh di tepi danau.  </p>
	<p>Sigmund Freud, bapak ilmu jiwa menguraikan dalam tulisannya bahwa narsis mengacu pada NPD (Narcissistic Personality Disorder), sebutan untuk mengenali kondisi yang mengarah pada gangguan karakter individu yang menunjukkan kesombongan, egoisme dan kecintaan yang berlebihan pada diri sendiri. Namun, istilah tersebut dapat juga dikenakan pada kelompok sosial tertentu yang mengarah pada sikap membenarkan keburukan anggotanya.     </p>
	<p>So, masih relakah Anda mengatai diri sendiri narsis? Tak masalah jika Anda memang ingin jujur mengakui kekurangan diri. Namun jika tindakan Anda hanya karena menyayangi diri sendiri atau bersikap ekspresif, sebaiknya tidak dilakukan. Karena setiap kata mengandung kekuatan yang dapat mendorong kita mewujudkannya!  </p>
	<p>&nbsp;</p>
	<p>Sumber : http://www.conectique.com/get_updated/article.php?article_id=4388</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://oryza.blogsome.com/2007/01/26/narsis-atau-sekedar-ekspresif/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Storybook children</title>
		<link>http://oryza.blogsome.com/2007/01/14/storybook-children/</link>
		<comments>http://oryza.blogsome.com/2007/01/14/storybook-children/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Jan 2007 03:34:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>oryza</dc:creator>
		
	<category>Song for Today</category>
		<guid>http://oryza.blogsome.com/2007/01/14/storybook-children/</guid>
		<description><![CDATA[	SANDRA &amp; ANDRES - STORYBOOK CHILDREN  (C. Taylor; B. Vera)  Philips 333 912 JF 
	You&#8217;ve got your world And I&#8217;ve got mine And it&#8217;s a shame Two grown up worlds That will never be the same
	Why can&#8217;t we be Like storybook children Running through the rain Hand in hand Across the meadow Why [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p>SANDRA &amp; ANDRES - STORYBOOK CHILDREN<br />  (C. Taylor; B. Vera)<br />  Philips 333 912 JF </p>
	<p>You&#8217;ve got your world<br /> And I&#8217;ve got mine<br /> And it&#8217;s a shame<br /> Two grown up worlds<br /> That will never be the same</p>
	<p>Why can&#8217;t we be<br /> Like storybook children<br /> Running through the rain<br /> Hand in hand<br /> Across the meadow<br /> Why can&#8217;t we be<br /> Like storybook children<br /> In a wonderland<br /> Where nothing&#8217;s planned for tomorrow  </p>
<a id="more-395"></a>
<p>You&#8217;ve got his ring<br /> You&#8217;ve got his heart<br /> You&#8217;ve got his baby<br /> And whether it&#8217;s too late<br /> To turn away<br /> And start all over again<br /> Oh no, don&#8217;t tell me it&#8217;s too late baby  </p>
	<p>Why can&#8217;t we be<br /> Like storybook children<br /> Running through the rain<br /> Hand in hand<br /> Across the meadow<br /> Why can&#8217;t we be<br /> Like storybook children<br /> In a wonderland<br /> In a wonderland<br /> Where nothing&#8217;s planned for tomorrow  </p>
	<p>How happy we would be<br /> If only we<br /> Were storybook children   </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://oryza.blogsome.com/2007/01/14/storybook-children/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Nyoba Tempel Adsense</title>
		<link>http://oryza.blogsome.com/2006/12/15/nyoba-tempel-adsense/</link>
		<comments>http://oryza.blogsome.com/2006/12/15/nyoba-tempel-adsense/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Dec 2006 08:38:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>oryza</dc:creator>
		
	<category>Blog</category>
		<guid>http://oryza.blogsome.com/2006/12/15/nyoba-tempel-adsense/</guid>
		<description><![CDATA[	Iseng2 nyoba tempel adsense di sebelah kanan. Ya&#8230; cuma nyoba duank

]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p>Iseng2 nyoba tempel adsense di sebelah kanan. Ya&#8230; cuma nyoba duank
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://oryza.blogsome.com/2006/12/15/nyoba-tempel-adsense/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>10.000 members</title>
		<link>http://oryza.blogsome.com/2006/11/25/10000-members/</link>
		<comments>http://oryza.blogsome.com/2006/11/25/10000-members/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 25 Nov 2006 12:01:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>oryza</dc:creator>
		
	<category>MyQuran.org</category>
		<guid>http://oryza.blogsome.com/2006/11/25/10000-members/</guid>
		<description><![CDATA[	Subhanallah&#8230; MyQuran sudah 10.000 members.
	216649 Posts in 10110 Topics by 10029 Members. 
Banyak ya.. ternyata  

]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p>Subhanallah&#8230; MyQuran sudah 10.000 members.</p>
	<blockquote><p><span class="middletext">216649 Posts in 10110 Topics by 10029 Members. </span><br /><span class="middletext"></span></blockquote>
<span class="middletext"><br /></span>Banyak ya.. ternyata <img src='http://oryza.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> 
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://oryza.blogsome.com/2006/11/25/10000-members/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
	</channel>
</rss>
